ketika seribu orang menjatuhkanmu

manusia mana yang tak memiliki masalah

semuanya pasti memiliki masalah masing-masing

hanya saja kadar berbeda-beda

lalu untuk apa bersedih dan merasa paling terpuruk

bahkan berkata

“Tuhan itu tak adil”

adil itu bukan memberi sama besar

tapi memberi sesuai kebutuhan dan kemampuan

ketika seribu orang menjatuhkanmu

kau hanya butuh sejuta niat untuk bangkit

campakkan saja yang menjatuhkanmu

karna siapapun pasti mengalami hal yang sama denganmu

terjatuh dan dijatuhkan

tapi apa

mereka mampu bangkit bukan

so,,,

katakan terima kasih pada yang menjatuhkanmu

karna mereka yang berjasa menumbuhkan semangat untuk bangkit dalam dirimu

semangat,,,semangat dan terus semangat

DISIPLIN

More About : pengertian disiplin

Disiplin mempunyai makna yang luas dan berbeda – beda, oleh karena
itu disiplin mempunyai berbagai macam pengertian. Pengertian tentang
disiplin telah banyak di definisikan dalam berbagai versi oleh para ahli. Ahli
yang satu mempunyai batasan lain apabila dibandingkan dengan ahli lainnya.
Definisi pertama yang berhubungan dengan disiplin diantaranya
seperti yang dikemukakan oleh Andi Rasdiyanah (1995 : 28) yaitu kepatuhan
untuk menghormati dan melaksanakan suatu system yang mengharuskan
orang untuk tunduk pada keputusan, perintah atau peraturan yang berlaku.
Dengan kata lain, disiplin adalah kepatuhan mentaati peraturan dan ketentuan
yang telah ditetapkan.
Sedangkan Depdiknas (1992 : 3) disiplin adalah :
“ Tingkat konsistensi dan konsekuen seseorang terhadap suatu komitmen atau
kesepakatan bersama yang berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai
waktu dan proses pelaksanaan suatu kegiatan”.
Seirama dengan pendapat tersebut diatas, Hurlock (1978 : 82)
mengemukakan pendapatnya tentang disiplin tersebut :
xxiii
“ Disiplin merupakan cara masyarakat mengajar anak berperilaku moral yang
disetujui kelompok”.
Dari berbagai macam pendapat tentang definisi disiplin diatas, dapat
diketahui bahwa disiplin merupakan suatu sikap moral siswa yang terbentuk
melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai – nilai
ketaatan, kepatuhan, keteraturan dan ketertiban berdasarkan acuan nilai moral.
Siswa yang memiliki disiplin akan menunjukkan ketaatan, dan
keteraturan terhadap perannya sebagai seorang pelajar yaitu belajar secara
terarah dan teratur. Dengan demikian siswa yang berdisiplin akan lebih
mampu mengarahkan dan mengendalikan perilakunya. Disiplin memiliki
peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia terutama siswa dalam
hal belajar. Disiplin akan memudahkan siswa dalam belajar secara terarah dan
teratur.
Diterbitkan di: Februari 08, 2011

sumber: Pengertian Disiplin http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2114586-pengertian-disiplin/#ixzz1IKs8LVEN

Laporan Aktualisasi Diklat Prajabatan Gol II Pola Baru Akt I Th 2015

Nama     : Putri Rahayu

NIP         : 19950427 201502 2 001

Unit        : Staf Subbag TU

Instansi  : Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman

LAPORAN HASIL AKTUALISASI NILAI DASAR
PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL
STAF SUB BAGIAN TATA USAHA
SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA PARIAMAN

OLEH
PUTRI RAHAYU
19950427 201502 2 001

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PRAJABATAN POLA BARU
GOLONGAN II ANGKATAN I
DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA PARIAMAN
2015

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menurut Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayani publik juga perekat dan pemersatu bangsa. Segala fungsi ASN tersebut, harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. ASN terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang di angkat oleh pejabat Pembina kepegawaian dalam suatu pemerintahan dan digaji berdasarkan undang-undang yang berlaku.
Mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000, tentang Diklat Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), ditetapkan bahwa Diklat untuk pembentukan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) adalah Diklat Prajabatan. Untuk mewujudkan PNS professional, dibutuhkan pembaharuan atas kurikulum, metode pembelajaran dan pola penyelenggaraan diklat. Dalam rangka mewujudkan PNS yang professional maka pada diklat ini dilaksanakan pembentukan nilai-nilai dasar profesi PNS. Nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh ASN adalah ANEKA, yaitu Aktualisasi, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi.
Seiring perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, maka turut mempengaruhi perkembangan pemikiran dan keinginan publik. Publik cendrung menginginkan pelayanan yang professional dan sesuai dengan yang mereka butuhkan. Kepercayaan publikpun semakin berkurang kepada para pelayan publik, karna mindset negatif telah tertanam ditengah publik tentang ASN. Maka dari itu dibutuhkan gebrakan baru dari ASN tersebut dalam menyikapi mindset negatif yang telah tumbuh dan berkembang ditengah publik saat ini. Salah satu caranya yakni dengan penanaman nilai-nilai ANEKA.
CPNS diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai ANEKA tersebut selama mengikuti masa Diklat Prajabatan saja. Namun sangat diharapkan nantinya, CPNS tersebut setelah berganti menjadi PNS mampu mengaktualisasikan semua nilai-nilai ANEKA dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan publik. Penerapan nilai-nilai ANEKA itu sendiri terlebih dahulu dilakukan pada masing-masing individu, dengan dilandasi dengan kesadaran pribadi. Setelah mampu menerapkan untuk diri sendiri, barulah mampu untuk mengajak pihak lain untuk menerapkan nilai-nilai ANEKA tersebut.
B. Tujuan
Berdasarkan latar belakang diatas, tujuan yang ingin dicapai oleh penulis, yaitu mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS di instansi tempat melaksanakan tugas. Kompetensi yang akan dicapai dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar yaitu :
a. Kemampuan mewujudkan akuntabilitas dalam melakukan tugas jabatannya.
b. Kemampuan mengedepankan kepentingan nasional dalam pelaksanaan tugas jabatannya.
c. Kemampuan menjunjung tinggi standar etika publik dalam pelaksanaan tugas jabatannya.
d. Kemampuan berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas jabatannya.
e. Kemampuan untuk tidak korupsi dan mendorong pemberantasan korupsi di lingkungan instansinya.
C. Ruang Lingkup
Proses aktualisasi nilai-nilai ANEKA yang merupakan nilai-nilai dasar profesi PNS ini, dilakukan di instansi Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman, alamat Jalan Syamratulangi No.5 Kampung Baru Kota Pariaman. Aktualisasi ini dilaksanakan selama 22 hari, yaitu mulai tanggal 12 Oktober 2015 sampai dengan 2 November 2015.

BAB II
DESKRIPSI ORGANISASI

A. Visi dan Misi Organisasi
Visi Kantor Satpol PP Kota Pariaman adalah Mewujudkan masyarakat Kota Pariaman yang tertib , aman dan nyaman. Sedangkan misi Kantor Satpol PP Kota Pariaman adalah :
1. Memelihara ketentraman, ketertiban umum dan menjadikan masyarakat mengerti dan mematuhi Perda dan keputusan Walikota Pariaman
2. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait
3. Menjadikan personil Satpol PP yang professional dalam melaksanakan tugas
4. Meningkatkan sarana & prasarana yang menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Satpol PP.
B. Tugas dan Fungsi Organisasi
Berdasarkan UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah pasal 148 dan PP No. 32 tahun 2004 tentang Pedoman Satuan Polisi Pamong Praja serta Peraturan Daerah No. 03 tahun 2008 tentang pembentukan lembaga teknis daerah Kota Pariaman. Adapun tugas Satuan Polisi Pamong Praja adalah sebagai berikut :
1. Memelihara dan menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum, menegakkan peraturan daerah dan keputusan kepala daerah.
2. Mewujudkan sikap kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan Perda dan Keputusan Kepala Daerah dalam menunjang keberhasilan penyelenggaraan Otonomi Daerah.
3. melakukan pengwasan dan pengamanan peraturan daerah dan keputusan kepala daerah serta melakukan penindakkan kepada masyarakat dan badan hukum lainnya yang melanggar peraturan daerah dan keputusan kepala daerah.
4. Membantu kepala daerah dalam memelihara ketentraman dan ketertiban dan berupaya sebagai mediator dalam penanganan berbagai masalah baik perorangan maupun kelompok agar masyarakat dapat hidup tentram dan damai.
Satpol. PP mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Penyusunan program dalam pelaksanaan ketentraman dan ketertiban umum, penegakkan peraturan daerah dan keputusan kepala daerah.
2. Pembinaan dan pengawasan terhadap masyarakat agar mematuhi dan mentaati peraturan daerah dan keputusan kepala daerah.
3. Pelaksanaan kebijakan pemeliharaan dan kebijakan ketentraman dan ketertiban umum daerah.
4. Pelaksanaan kebijakan penegakkan peraturan daerah dan keputusan kepala daerah
5. Pelaksanaan koordinasi pemeliharaan dan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum, serta peraturan daerah, keputusan kepala daerah dengan aparat kepolisian, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) atau aparatur lainnya
C. Sruktur Organisasi

BAB III
RENCANA AKTUALISASI

Tabel 3.1 Rencana Jadwal implementasi
No. Hari/Tgl Kegiatan Target
Fisik %
1 12 Okt-2 Nov 2015 Mengagendakan Surat Masuk Video dan Arsip Surat 5
2 12 Okt-2 Nov 2015 Mengagendakan Surat Keluar Video dan Arsip Surat 5
3 12 Okt-2 Nov 2015 Membantu Verifikator Memverifikasi SPJ Bendahara Pengeluaran Foto 10
4 12 Okt-2 Nov 2015 Mengisi Kartu Gaji Foto 10
5 12 Okt-2 Nov 2015 Mengumpulkan dokumen PUPNS Foto dan Surat Edaran. 10
6 12 Okt-2 Nov 2015 Membuat SPT/SPPD Foto dan Arsip 10
7 14 Okt 2015 Pengamanan Pawai 1 Muharam Foto, Video dan SPT 15
8 17 Okt 2015 Pengamanan Pemilihan Cik Uniang & Cik Ajo Kota Pariaman Tahun 2015 Foto, Video dan SPT 15
9 25 Okt 2015 Pengamanan Acara Puncak Festival Budaya Tabuik Foto, Video dan SPT 20
Total 100

Formulir 1. Keterkaitan Nilai Dasar Dengan Kegiatan
No Kegiatan Nilai Dasar Uraian Pelaksanaan Kegiatan
1. Mengagendakan surat masuk 1.1 Etika Publik
1.2 Akuntabilitas
1.3 Komitmen Mutu Dalam menjalankan kegiatan mengagendakan surat masuk, saya akan bersikap sopan dan ramah terhadap orang yang mengantarkan surat. Setelah menerima surat, saya akan bekerja secara professional dalam mengisi bukti penerimaan surat. Lalu, saya akan menggunakan waktu secara efisien dalam mengagendakannya. Setelah itu barulah saya menyerahkan surat yang telah ada lembaran disposisi tersebut kepada Kepala Sub Bagian Tata Usaha.
2. Mengagendakan surat keluar 2.1 Akuntabilitas
2.2 Etika Publik
2.3 Komitmen Mutu Dalam menjalankan kegiatan mengagendakan surat keluar, saya akan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Saya akan bersikap sopan terhadap pegawai yang menyerahkan surat. Saya akan menggunakan waktu secara efisien dalam mengagendakannya.
3. Membantu verifikator memverifikasi Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) bendahara pengeluaran 3.1 Etika Publik
3.2 Akuntabilitas
3.3 Anti Korupsi Dalam memverifikasi SPJ bendahara pengeluaran. Saat verifikator meminta membantu memverifikasi SPJ bendahara pengeluaran, saya akan langsung menerima tugas tersebut dengan sopan. Saya akan bekerja dengan profesional. Saya juga akan memegang teguh prinsip kejujuran, jika saya menemukan kesalahan atau kejanggalan pada beberapa SPJ tersebut. Setelah SPJ tersebut selesai diverifikasi, saya akan langsung menyerahkan kepada verifikator.
4. Mengisi kartu gaji 4.1 Etika Publik
4.2 Nasionalisme
4.3 Akuntabilitas
4.4 Komitmen Mutu
4.5 Anti Korupsi Ketika pembantu bendahara pengeluaran memberikan tugas mengisi kartu gaji, saya akan menerima tugas tersebut dengan sopan. Dalam mengisi kartu gaji, saya akan bekerja sama dengan pembantu bendahara pengeluaran. Tugas tersebut akan dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. Saya akan bekerja secara efektif. Setelah semua kartu gaji selesai diisi, saya akan langsung menyerahkan kepada pembantu bendahara pegeluaran dengan tetap memegang teguh prinsip keberanian.
5. Mengumpulkan dokumen Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil (PUPNS) 5.1 Nasionalisme
5.2 Akuntabilitas
5.3 Etika Publik
5.4 Anti Korupsi Setelah verifikator memerintahkan saya mengumpulkan dokumen PUPNS, saya akan melaksanakan tugas tersebut. Dalam mengumpulkan dokumen PUPNS ini, saya memegang prinsip kerjasama dengan verifikator. Tugas mengumpulkan dokumen PUPNS ini, akan saya lakukan dengan penuh tanggungjawab. Saya akan meminta dengan sopan kepada semua pegawai Satuan Polisi Pamong Praja untuk segera mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan. Saya akan mengumpulkan dokumen tersebut dengan adil.
6. Membuat Surat Perintah Tugas/Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPT/SPPD) 6.1 Akuntabilitas
6.2 Komitmen Mutu
6.3 Nasionalisme
6.4 Etika Publik Ketika mendapatkan tugas membuat SPT/SPPD dari atasan, saya akan bertanggungjawab dengan tugas tersebut. Saya akan menggunakan waktu secara efisien. Saya akan berlaku adil dalam memasukkan nama-nama anggota yang akan pergi ke lapangan. lalu saya akan menyerahkannya kepada Kepala Bagian Tata Usaha dengan sopan dan santun.
7. Pengamanan pawai 1 Muharam 7.1 Akuntabilitas
7.2 Etika Publik
7.3 Nasionalisme
7.4 Komitmen Mutu
7.5 Anti Korupsi Setelah mendapatkan perintah dari atasan untuk melakukan pengamanan, saya akan langsung melaksanakan tugas tersebut. Dalam melaksanakan pengamanan pawai 1 Muharam, saya akan bersikap profesional. Saat melakukan tugas pengamanan, saya akan senantiasa sopan dan ramah. Di lapangan, saya akan bersikap adil. Selama proses pengamanan, saya akan senantiasa memperhatikan keefektifan pengamanan. Saat pengamanan saya juga akan bersikap mandiri.
8. Pengamanan Pemilihan Cik Uniang & Cik Ajo Kota Pariaman Tahun 2015 8.1 Akuntabilitas
8.2 Nasionalisme
8.3 Etika Publik
8.4 Komitmen Mutu
8.5 Anti Korupsi Setelah mendapatkan perintah dari atasan untuk melakukan pengamanan, saya akan langsung melaksanakan tugas tersebut. Dalam pengamanan pemilihan Cik Uniang & Cik Ajo Kota Pariaman Tahun 2015, saya akan bekerja secara profesional. Saya akan bersikap adil selama melaksanakan pengamanan. Selama berada dilapangan dengan sopan dan santun. Selama proses pengamanan, saya akan senantiasa memperhatikan keefektifan pengamanan. Saat pengamanan saya juga akan peduli terhadap pedagang sekitar acara tersebut.
9. Pengamanan Acara Puncak Festival Budaya Tabuik 9.1 Akuntabilitas
9.2 Etika publik
9.3 Nasionalisme
9.4 Anti Korupsi
9.5 Komitmen mutu Setelah mendapatkan perintah dari atasan untuk melakukan pengamanan, saya akan langsung melaksanakan tugas tersebut. Dalam melaksanakan tugas pengamanan saya akan bekerja dengan professional. Di lapangan saya akan bersikap sopan. Saya akan bekerjasama dengan semua anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang ikut dalam pengamanan tersebut. Selama melaksanakan tugas pengamanan, saya akan berlaku disiplin. Saya juga akan tetap menjaga mutu dalam menjalankan tugas pengamanan tersebut.
Formulir 2 : Teknik Aktualisasi Nilai Dasar
No Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya bagi Pihak Lain dan Perwujudan Visi Organisasi.
1.

Mengagendakan surat masuk
1.1 Etika Publik
Sopan dengan teknik senyum, salam, sapa dan menanyakan tujuannya.
1.2 Akuntabilitas
Professional dengan teknik menjalankan tugas sesuai dengan Perwako Nomor 32 Tahun 2014, Pasal 8 ayat (2), tentang uraian tugas Sub Bagian Tata Usaha.
1.3 Komitmen Mutu
Efisien dengan teknik langsung mengagendakan dan mengisi lembar disposisi surat masuk dalam waktu 1-2 menit. Dalam menjalankan kegiatan mengagendakan surat masuk, saya akan bersikap sopan terhadap orang yang mengantarkan surat, dengan teknik senyum, salam, sapa dan menanyakan tujuannya. Hal ini saya lakukan agar terciptanya pelayanan yang memuaskan bagi setiap petugas atau publik yang mengantarkan surat ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman. Setelah menerima surat, saya akan bekerja secara professional, dengan teknik menjalankan tugas sesuai dengan Perwako Nomor 32 Tahun 2014, Pasal 8 ayat (2), tentang uraian tugas Sub Bagian Tata Usaha, yaitu poin ke-3 yang berbunyi “melaksanakan urusan rumah tangga, administrasi perkantoran, perlengkapan, keprotokolan dan hubungan masyarakat”. Guna agar saya bekerja sesuai dengan aturan-aturan atau peraturan-peraturan pemerintah daerah yang berlaku. Lalu, saya akan menggunakan waktu secara efisien, dengan teknik langsung mengagendakan dan mengisi lembar disposisi surat masuk dalam waktu 1-2 menit. Setelah itu barulah saya menyerahkan surat yang telah ada lembaran disposisi tersebut kepada Kepala Sub Bagian Tata Usaha. Guna agar segera diketahui segala informasi yang ada pada surat tersebut dan dapat dengan segera diserahkan kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman. Guna menentukan kebijakan yang akan dilakukan terhadap informasi yang terdapat dalam surat tersebut.
2. Mengagendakan surat keluar
2.1 Akuntabilitas
Bertanggung jawab dengan teknik tidak menunda-nunda pekerjaan, segera mengagendakan dan memberi nomor pada surat.
2.2 Etika Publik
Sopan dengan teknik berbicara secara ramah dan menjaga etika berbicara.
2.3 Komitmen Mutu
Efisien dengan teknik segera memberi nomor surat keluar tersebut dan mengagendakannya, serta menulis keseluruhan informasi yang dibutuhkan mengenai surat keluar tersebut.
Dalam menjalankan kegiatan mengagendakan surat keluar, saya akan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Dengan teknik tidak menunda-nunda pekerjaan, segera mengagendakan dan memberi nomor pada surat. Agar saya dapat dengan cepat menyelesaikan tugas yang dipercayakan oleh atasan, dan pekerjaan sayapun tidak menumpuk. Saya akan bersikap sopan terhadap pegawai yang menyerahkan surat. Dengan teknik berbicara secara ramah dan menjaga etika berbicara. Agar komunikasi antara saya dan pegawai-pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman lainnya tetap terjaga dan terjalin hubungan yang baik. Saya akan menggunakan waktu secara efisien dalam mengagendakannya. Dengan teknik segera memberi nomor surat keluar tersebut dan mengagendakannya, serta menulis keseluruhan informasi yang dibutuhkan mengenai surat keluar tersebut. Guna agar tugas tersebut selesai dengan cepat dan surat tersebut dapat dipergunakan oleh pegawai yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan yang ada pada surat. Serta informasi tersebut tetap utuh dan tidak terjadi perbedaan informasi antara yang ada pada surat dengan apa yang saya tulis kembali pada buku agenda tersebut. Lalu saya akan meminta satu arsip surat tersebut, untuk menjaga kelengkapan dokumen-dokumen surat keluar pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman.
3. Membantu verifikator memverifikasi Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) bendahara pengeluaran
3.1 Etika Publik
Sopan dengan teknik menjawab secara ramah dan beretika perintah tersebut.
3.2 Akuntabilitas
Professional dengan teknik berpedoman kepada Sasaran Kerja Pegawai Negeri Sipil yang saya punya,
3.3 Anti Korupsi
Kejujuran dengan teknik mencocokkan jumlah dana yang tertulis pada kwitansi pembayaran dengan daftar bayar dan tidak menutup-nutupi jika terjadi kejanggalan. Dalam memverifikasi SPJ bendahara pengeluaran. Saya akan mengerjakan tugas tersebut. Saat verifikator meminta membantu memverifikasi SPJ bendahara pengeluaran, saya akan langsung menerima tugas tersebut dengan sopan. Dengan teknik menjawab secara ramah dan beretika perintah tersebut. Guna agar terjalinnya komunikasi yang baik diawal tugas memverifikasi saya ini sampai hari-hari berikutnya komunikasi kami tetap terjaga. Saya akan bekerja dengan profesional. Dengan teknik berpedoman kepada Sasaran Kerja Pegawai Negeri Sipil yang saya punya, yaitu “membantu menyelenggarakan pengelolaan administrasi keuangan”. Guna agar, administrasi keuangan bendahara pengeluaran terverifikasi secara baik. Saya juga akan memegang teguh prinsip kejujuran. Dengan teknik mencocokkan jumlah dana yang tertulis pada kwitansi pembayaran dengan daftar bayar, mengecek tanda tangan yang kurang dan tidak menutup-nutupi jika terjadi kejanggalan. Agar terciptanya sistem kerja yang terbuka dan tanpa menutup-tutupi hal sekecil apapun. Setelah SPJ tersebut selesai diverifikasi, saya akan langsung menyerahkan kepada verifikator.
4. Mengisi kartu gaji
4.1 Etika Publik
Sopan dengan teknik menjawab secara ramah perintah tersebut dan segera menghampiri pembantu bendahara pengeluaran untuk mengambil amprah gaji dan kartu gaji yang dimaksud.
4.2 Nasionalisme
bekerja sama dengan teknik melaksanakan tugas bersama pembantu bendahara pengeluaran dan menanyakan apa saja yang kurang atau belum saya pahami.
4.3 Akuntabilitas
Tanggungjawab dengan teknik mengisi langsung semua daftar gaji pegawai Satuan Polisi Pamong Praja.
4.4 Komitmen Mutu
Efektif dengan teknik tidak terburu-buru, memperhatikan dan mencocokkan jumlah yang ada pada amprah gaji dengan jumlah yang diisi ke dalam kartu gaji.
4.5 Anti Korupsi
Keberanian dengan teknik berani menolak jika pembantu bendahara pengeluaran memberikan sesuatu kepada saya sebagai tanda terima kasih. Ketika pembantu bendahara pengeluaran memberikan tugas mengisi kartu gaji, saya akan menerima tugas tersebut dengan sopan. Dengan teknik menjawab secara ramah perintah tersebut dan segera menghampiri pembantu bendahara pengeluaran untuk mengambil amprah gaji dan kartu gaji yang dimaksud. Agar komunikasi antara saya dan pembantu bendahara pengeluaran tetap terjaga dan terjalinnya hubungan yang baik antar kami. Dalam mengisi kartu gaji saya akan bekerja sama dengan pembantu bendahara pengeluaran. Dengan teknik melaksanakan tugas bersama pembantu bendahara pengeluaran dan menanyakan apa saja yang kurang atau belum saya pahami. Pengisian kartu gaji ini dilakukan agar terciptanya kelengkapan administrasi kepegawaian dan tidak ada yang kurang.
Amprah gaji yang diserahkan oleh pembantu bendahara pengeluaran akan segera saya isikan ke dalam kartu gaji. Tugas tersebut akan dilasanakan dengan penuh tanggungjawab. Dengan teknik mengisi langsung semua daftar gaji pegawai Satuan Polisi Pamong Praja. Guna, agar pekerjaan saya tidak menumpuk dan tetap menjaga amanah pekerjaan yang dipercayakan kepada saya.
Saya akan bekerja secara efektif. Dengan teknik tidak terburu-buru, memperhatikan dan mencocokkan jumlah yang ada pada amprah gaji dengan jumlah yang diisi ke dalam kartu gaji. Agar hasil yang didapatkan sesuai dengan yang diperintahkan bendahara pengeluaran dan tidak terjadi perbedaan jumlah gaji dengan jumlah yang ada pada kartu gaji. Setelah semua kartu gaji selesai diisi, saya akan langsung menyerahkan kepada pembantu bendahara pegeluaran dengan tetap memegang teguh prinsip keberanian. Dengan teknik berani menolak jika pembantu bendahara pengeluaran memberikan sesuatu kepada saya sebagai tanda terima kasih. Guna agar tidak terjadinya tindakan gratifikasi dalam tugas/kegiatan yang telah saya lakukan.
5. Mengumpulkan dokumen PUPNS
5.1 Nasionalisme
Kerjasama dengan teknik membagi tugas.
5.2 Akuntabilitas
Tanggungjawab dengan teknik mematuhi surat dari Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Nomor:823/1742/BKD-2015.
5.3 Etika Publik
Sopan kepada semua pegawai Satuan Polisi Pamong Praja, dengan teknik berbicara sesuai etika berbicara
5.4 Anti Korupsi
Adil dengan teknik mengumpulkan seluruh dokumen dan menolak jika ada yang memberikan beberapa uang sebagai terima kasih kepada saya. Setelah verifikator memerintahkan saya mengumpulkan dokumen PUPNS, saya akan melaksanakan tugas tersebut. Dalam mengumpulkan dokumen PUPNS ini, saya memegang prinsip kerjasama dengan verifikator. Dengan teknik membagi tugas, verifikator memverifikasi portal masing-masing pegawai dan saya mengumpulkan dokumen-dokumen untuk pemutakhiran data PUPNS tersebut.
Tugas mengumpulkan dokumen PUPNS ini, akan saya lakukan dengan penuh tanggungjawab. Dengan teknik mematuhi surat dari Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Nomor:823/1742/BKD-2015, tentang pendataan ulang Pegawai Negeri Sipil secara eletronik (e-PUPNS) dan menyelesaikan tugas tersebut sesuai dengan perintah verifikator. Tugas ini saya lakukan agar terlaksananya Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akurat, terpercaya dan terintegrasi. Saya akan meminta dokumen tersebut dengan sopan kepada semua pegawai Satuan Polisi Pamong Praja. Dengan teknik berbicara sesuai etika berbicara. Agar tetap terjaganya hubungan baik antara saya dengan pegawai-pegawai Satuan Polisi Pamong Praja lainnya. Saya akan mengumpulkan dokumen tersebut dengan adil. Dengan teknik mengumpulkan seluruh dokumen dan menolak jika ada yang memberikan beberapa uang sebagai tanda terima kasih kepada saya. Guna agar saya mampu bekerja sebagaimana mestinya, tanpa mengharapkan balas jasa dalam bentuk materi dari siapapun dan tidak menyalahgunakan wewenang untuk mendapatkan uang tambahan.
6. Membuat SPT/SPPD
6.1 Akuntabilitas Bertanggungjawab dengan teknik segera mengambil daftar piket sebagai pedoman pembuatan SPT/SPPD dan segera membuat SPT/SPPD yang dimaksud tanpa menunda-nunda waktu.
6.2 Komitmen Mutu
Efisien dengan teknik menyelesaikan pembuatan SPT/SPPD dalam waktu 4-5 menit.
6.3 Nasionalisme
Adil dengan teknik tidak memilih anggota-anggota tertentu.
6.4 Etika Publik
Sopan dan santun dengan teknik memasukkan SPT/SPPD tersebut ke dalam sebuah map kertas dan berbicara kepada Kepala Bagian Tata Usaha dengan etika berbicara yang sesuai dengan norma-norma berbicara. Ketika mendapatkan tugas membuat SPT/SPPD dari atasan, saya akan bertanggungjawab dengan tugas tersebut. Dengan teknik segera mengambil daftar piket sebagai pedoman pembuatan SPT/SPPD dan segera membuat SPT/SPPD yang dimaksud tanpa menunda-nunda waktu. Guna agar SPT/SPPD tersebut dapat dengan cepat dipergunakan sesuai dengan kebutuhan dan perintah yang diberikan. Dalam pembuatan SPT/SPPD, saya akan menggunakan waktu secara efisien. Dengan teknik menyelesaikan pembuatan SPT/SPPD dalam waktu 4-5 menit. Agar anggota Satuan Polisi Pamong Praja cepat mengetahui perintah yang akan dilaksanakan. Saya akan berlaku adil dalam memasukkan nama-nama anggota yang akan pergi ke lapangan. Dengan teknik tidak memilih anggota-anggota tertentu. Guna, untuk menghindari kecemburuan antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya, sehingga tidak ada yang merasa di anak tirikan.
Setelah SPT/SPPD tersebut selesai saya buat, lalu saya akan menyerahkan kepada Kepala Bagian Tata Usaha dengan sopan dan santun. Dengan teknik memasukkan SPT/SPPD tersebut ke dalam sebuah map kertas, berbicara ramah dan menjelaskan mengenai SPT/SPPD yang saya buat kepada Kepala Bagian Tata Usaha dengan etika berbicara yang sesuai dengan norma-norma berbicara. Agar, semakin terjalinnya hubungan dan komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan, sehingga semakin menumbuhkan rasa saling menghargai.

7. Pengamanan pawai 1 Muharam
7.1 Akuntabilitas
Professional dengan teknik bekerja sama dengan anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman lainnya yang juga melakukan pengamanan acara tersebut.
7.2 Etika Publik
Sopan dan ramah dengan teknik berkomunikasi dan berbicara secara santun dengan masyarakat-masyarakat yang ada di sekitar wilayah dilaksanakannya pawai.
7.3 Nasionalisme
Adil dengan teknik tidak membeda-bedakan masyarakat dari kalangan manapun.
7.4 Komitmen Mutu
Keefektifan dengan teknik tetap berada disekitar wilayah yang diamankan dan melaksanakan tugas sebagaimana mestinya sesuai dengan aturan yang berlaku.
7.5 Anti Korupsi
Mandiri dengan teknik tidak menyalahgunakan wewenang jika saya mengambil minuman atau makanan. Setelah mendapatkan perintah dari atasan untuk melakukan pengamanan, saya akan langsung melaksanakan tugas tersebut. Dalam melaksanakan pengamanan pawai 1 Muharam, saya akan bekerja secara profesional. Dengan teknik bekerja sama dengan anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman lainnya yang juga melakukan pengamanan acara tersebut. Guna, agar terciptanya keadaan yang aman dan terkendali, sehingga kegiatan pawai dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Saya akan senantiasa bersikap sopan dan ramah. Dengan teknik berkomunikasi dan berbicara secara santun dengan masyarakat-masyarakat yang ada di sekitar wilayah dilaksanakannya pawai. Guna, agar saya bisa dekat dengan masyarakat dan terjadinya hubungan timbal balik yang baik antara anggota Satuan Polisi Pamong Praja dengan masyarakat sekitar. Saya akan bersikap adil, dengan teknik tidak membeda-bedakan masyarakat dari kalangan manapun. Hal ini dilakukan, agar masyarakat tidak merasakan jarak yang terlalu jauh antara anggota Satuan Polisi Pamong Praja dengan masyarakat sekitar. Selama proses pengamanan, saya akan senantiasa memperhatikan keefektifan pengamanan. Dengan teknik tetap berada disekitar wilayah yang diamankan dan melaksanakan tugas sebagaimana mestinya sesuai dengan aturan yang berlaku. Guna agar tercapainya pengamanan yang memuaskan bagi semua pihak dan mencapai tujuan pengamanan yang dinginkan. Saat pengamanan saya juga akan bersikap mandiri. Dengan teknik tidak menyalahgunakan wewenang jika saya mengambil minuman atau makanan, apa yang saya ambil akan saya bayar dengan uang sendiri. Guna agar pedagang yang berada disekitar wilayah acara tidak mengalami kerugian karena ulah saya.
8. Pengamanan Pemilihan Cik Uniang & Cik Ajo Kota Pariaman Tahun 2015
8.1 Akuntabilitas
Profesional dengan teknik berkoordinasi dengan Provos, Danton dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja lainnya.
8.2 Nasionalisme
Adil dengan teknik tidak akan membeda-bedakan pelayanan terhadap masyarakat yang ingin menyaksikan pemilihan tersebut.
8.3 Etika Publik
Sopan dan santun, dengan teknik berbicara yang ramah dan beretika.
8.4 Komitmen Mutu
Keefektifan dengan teknik menjaga titik rawan atau titik bahaya.
8.5 Anti Korupsi
Peduli dengan teknik tidak meminta minuman atau makanan yang dijual oleh masyarakat sekitar tanpa membayarnya. Setelah mendapatkan perintah dari atasan untuk melakukan pengamanan, saya akan langsung melaksanakan tugas tersebut. Dalam pengamanan pemilihan Cik Uniang & Cik Ajo Kota Pariaman Tahun 2015, saya akan bekerja secara profesional. Dengan teknik berkoordinasi dengan Provos, Danton dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja lainnya. Guna, agar terciptanya hubungan baik antara saya dengan semua anggota Satuan Polisi Pamong Praja. Saya akan bersikap adil selama melaksanakan pengamanan.
Dengan teknik tidak membeda-bedakan pelayanan terhadap masyarakat yang ingin menyaksikan pemilihan tersebut. Guna, agar masyarakat merasakan pelayanan yang baik dan tidak terlalu merasakan perbedaan. Sehingga mampu menciptakan persatuan den kesatuan, sesuai dengan sila ke-3. Selama berada dilapangan saya akan bersikap dengan sopan dan santun. Dengan teknik berbicara yang ramah dan tata cara yang beretika. Guna agar komunikasi antara saya dengan masyarakat tetap terjaga dan masyarakatpun merasakan kenyamanan. Selama proses pengamanan, saya akan senantiasa memperhatikan keefektifan pengamanan. Dengan teknik menjaga titik rawan atau titik bahaya. Agar dapat mencegah terjadinya bahaya dan hal-hal yang bisa membuat kericuhan.
Saat pengamanan saya juga akan peduli terhadap pedagang sekitar acara tersebut. Dengan teknik tidak meminta minuman atau makanan yang dijual oleh masyarakat sekitar tanpa membayarnya. Guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang berjualan dan tidak mengambil yang bukan hak saya.
9. Pengamanan Acara Puncak Festival Budaya Tabuik
9.1 Akuntabilitas
Professional dengan teknik berpedoman kepada Perwako Nomor 32 Tahun 2014, Pasal 10 ayat (2).
9.2 Etika publik
Sopan dengan teknik mendekati dan berkomunikasi dengan masyarakat secara baik dan ramah
9.3 Nasionalisme
Bekerjasama dengan teknik selalu berkomunikasi mengenai situasi-situasi yang terjadi dilapangan.

9.4 Anti Korupsi
Berlaku disiplin, dengan teknik datang dan pulang sesuai dengan ketetapan jam yang ada pada SPT/SPPD.
9.5 Komitmen mutu
Mutu dengan teknik tetap menjaga keamanan acara sampai acara tersebut selesai dan memberikan pelayanan sesuai dengan yang diharapkan,. Setelah mendapatkan perintah dari atasan untuk melakukan pengamanan, saya akan langsung melaksanakan tugas tersebut. Dalam melaksanakan tugas pengamanan saya akan bekerja dengan professional. Dengan teknik melaksanakan tugas sesuai dengan Perwako Nomor 32 Tahun 2014, Pasal 10 ayat (2), poin e tentang “melaksanakan kegiatan pengamanan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban serta kegiatan pemerintah lainnya”. Guna agar terwujudnya keamanan dan ketertiban umum, sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman. Di lapangan saya akan bersikap sopan, dengan teknik mendekati dan berkomunikasi dengan masyarakat secara baik dan ramah. Hal ini dilakukan agar terjalin komunikasi yang baik antara masyarakat dengan anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman. Saya akan bekerjasama dengan semua anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang ikut dalam pengamanan tersebut. Dengan teknik selalu berkomunikasi mengenai situasi-situasi yang terjadi dilapangan. Guna agar hubungan baik antara saya dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja lainnya tetap terjaga. Selama melaksanakan tugas pengamanan, saya akan berlaku disiplin. Dengan teknik datang dan pulang sesuai dengan ketetapan jam yang ada pada SPT/SPPD. Guna agar saya mampu melaksanakan perintah sesuai aturan yang ada. Saya juga akan tetap menjaga mutu dalam menjalankan tugas pengamanan tersebut. Dengan teknik tetap menjaga keamanan acara sampai acara tersebut selesai dan memberikan pelayanan sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini dilakukan agar terciptanya keadaan yang kondusif dan terkoordinir selama proses pengamanan berlangsung.

BAB IV
CAPAIAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI
PEGAWAI NEGERI SIPIL

Tabel 4.1 Realisasi Jadwal Implementasi
No. Hari/Tgl Kegiatan Target
Fisik %
1 12 Okt-2 Nov 2015 Mengagendakan Surat Masuk Video dan Arsip Surat 5
2 12 Okt-2 Nov 2015 Mengagendakan Surat Keluar Video dan Arsip Surat 5
3 12 Okt-2 Nov 2015 Membantu Verifikator Memverifikasi SPJ Bendahara Pengeluaran Foto 10
4 12 Okt-2 Nov 2015 Mengisi Kartu Gaji Foto 10
5 12 Okt-2 Nov 2015 Mengumpulkan dokumen PUPNS Foto dan Surat Edaran. 10
6 13 Okt 2015 Membuat SPT/SPPD Foto dan Arsip 10
7 14 Okt 2015 Pengamanan Pawai 1 Muharam Foto, Video dan SPT 15
8 17 Okt 2015 Pengamanan Pemilihan Cik Uniang & Cik Ajo Kota Pariaman Tahun 2015 Foto, Video dan SPT 15
9 25 Okt 2015 Pengamanan Acara Puncak Festival Budaya Tabuik Foto, Video dan SPT 20
Total 100

A. Kegiatan 1
Kegiatan 1 Mengagendakan Surat Masuk
Tanggal 12 Oktober-2 November 2015
Daftar Lampiran Video Dokumentasi dan Arsip Surat
1. Nilai-Nilai Dasar yang Melandasi dan Teknik Aktualisasi
• Etika Publik
Sopan dengan teknik senyum, salam, sapa dan menanyakan tujuannya.
• Akuntabilitas
Professional dengan teknik menjalankan tugas sesuai dengan Perwako Nomor 32 Tahun 2014, Pasal 8 ayat (2).
• Komitmen Mutu
Efisien dengan teknik langsung mengagendakan dan mengisi lembar disposisi surat masuk dalam waktu 1-2 menit.
2. Deskripsi Proses dan Kualitas Kegiatan
a) Deskripsi Proses
• Mengagendakan surat masuk dilakukan di Subbag TU Kantor Satpol PP Kota Pariaman. Jadwal pengagendaan surat masuk dilakukan setiap ada surat yang diantarkan publik atau pegawai dari luar instansi Satpol PP Kota Pariaman pada hari kerja, yaitu hari senin sampai jum’at. Waktu pengangendaan surat masuk mulai pukul 07.30 WIB-16.00 WIB pada hari Selasa-Kamis. Pada hari Senin pengagendaan surat masuk dimulai pukul 08.00 WIB-16.00 WIB, karena setiap hari Senin Pemko Pariaman mewajibkan pegawai masing-masing instansi untuk mengikuti upacara bendera. Sedangkan pada hari Jum’at, pengagendaan surat masuk dimulai pukul 08.15 WIB-16.30 WIB, karena Jum’at pagi Pemko Pariaman mewajibkan pegawai masing-masing instansi untuk mengikuti Senam Kebugaran Jasmani (SKJ).
• Pengagendaan surat masuk dimulai dari penerimaan surat masuk terlebih dahulu. Saya yang sedang melaksanakan tugas lain didalam ruangan Subbag TU. Saya langsung keluar ruangan untuk menemui petugas pengantar surat yang datang ke Kantor Satpol PP Kota Pariaman. Saya melayaninya sebagaimana mestinya, tanpa memandang dia orang yang saya kenal atau belum saya kenal. Saya tetap bersikap sopan terhadap petugas tersebut, dengan teknik senyum, salam, sapa dan menanyakan tujuannya. Saya tersenyum, meyalaminya dan menanyakan ada keperluan apa petugas tersebut datang atau menanyakan apa yang bisa saya bantu. Saya bertanya dengan menggunakan kata-kata yang ramah dan mudah dimengerti oleh petugas tersebut.
• Saya mendengarkan penjelasan dari petugas tersebut, bahwa ia datang untuk mengantarkan surat sambil menyodorkan sebuah surat. Secara langsung saya menerima surat tersebut dan mengajaknya menuju meja penerimaan surat masuk. Petugas tersebut menyodorkan kepada saya sebuah buku tanda terima surat. Untuk memenuhi kelengkapan datanya, saya mengisi buku tanda terima surat tersebut. Dengan mengisi nama instansi, nama penerima, tanda tangan dan menulis tanggal, bulan dan tahun penerimaan surat tersebut. Setelah tanda bukti tersebut saya isi secara lengkap. Saya langsung menyerahkan buku tanda terima tersebut, mengucapkan terima kasih dan menyalaminya kembali. Setelah itu barulah petugas tersebut pergi meninggalkan Kantor Satpol PP Kota Pariaman.
• Setelah menerima surat, saya bekerja secara professional, dengan teknik menjalankan tugas sesuai dengan Perwako Nomor 32 Tahun 2014, Pasal 8 ayat (2), tentang uraian tugas Sub Bagian Tata Usaha, yaitu poin ke-3 yang berbunyi “melaksanakan urusan rumah tangga, administrasi perkantoran, perlengkapan, keprotokolan dan hubungan masyarakat”. Saya langsung masuk ke ruangan Subbag TU, mengambil lembaran disposisi dan buku agenda surat masuk untuk mengisikan informasi yang ada pada surat tersebut.
• Lalu, saya menggunakan waktu secara efisien, dengan teknik langsung mengagendakan dan mengisi lembar disposisi surat masuk dalam waktu 1-2 menit. Data yang saya isikan adalah asal surat, nomor surat, tanggal surat, tanggal penerimaan surat, nomor agenda, perihal dan membubuhkan tanda tangan beserta nama terang saya.
• Lalu saya mengambil map kertas untuk meletakkan surat masuk yang telah ada lembaran disposisi tersebut. Setelah itu barulah saya menyerahkan surat yang telah ada lembaran disposisi tersebut kepada Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU). Kasubag TU melanjutkan pengisian lembaran disposisi tersebut dengan melihat dan mencermati isi surat terlebih dahulu. Setelah Kasubag TU selesai melanjutkan mengisi lembaran disposisi tersebut dan membubuhkan tanda tangannya. Beliau langsung menyerahkan kunci ruangan Kepala Satuan polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) dan memerintahkan saya mengantarkan surat tersebut keruangan Kasatpol PP. Setelah surat tersebut saya letakkan diruangan Kasatpol PP, saya kembali menyerahkan kunci ruangan tersebut kepada Kasubag TU.
b) Kualitas Produk Kegiatan
Pengagendaan surat masuk ini telah dilakukan sesuai dengan perintah dan petunjuk dari atasan. Serta sesuai dengan Perwako Nomor 32 Tahun 2014, Pasal 8 ayat (2), tentang uraian tugas Sub Bagian Tata Usaha, yaitu poin ke-3 yang berbunyi “melaksanakan urusan rumah tangga, administrasi perkantoran, perlengkapan, keprotokolan dan hubungan masyarakat. Sehingga terciptanya pengadministrasian yang lengkap dan terstruktur.
3. Kontribusi Kegiatan Terhadap Pimpinan
Pengagendaan surat masuk dapat membantu memberikan informasi surat lebih terperinci melalui lembar disposisi kepada pimpinan. Dengan melampirkan surat aslinya, maka dapat mencegah terjadinya keraguan pada pimpinan terhadap isi lembar disposisi tersebut. Sehingga Kasatpol PP dapat dengan bijaksana mengambil tindakan terhadap maksud dan tujuan yang disampaikan melalui surat tersebut. Setelah Kasat menentukan kebijakan terhadap isi surat tersebut, maka surat masuk tersebut diarsipkan dalam bundelan surat masuk. Agar jika suatu waktu dibutuhkan kembali informasi mengenai surat tersebut, dapat langsung dilihat didalam bundelan surat masuk.
4. Capaian Visi dan Misi Organisasi
Pengagendaan surat masuk dengan menggunakan nilai-nilai dasar ASN, akan mewujudkan pengadministrasian yang lengkap dan terstruktur, serta menciptakan ASN yang professional. Sesuai dengan visi Satpol PP Kota Pariaman mewujudkan masyarakat Kota Pariaman yang tertib , aman dan nyaman, dengan misi meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dan menjadikan personil Satpol PP yang professional dalam melaksanakan tugas.
B. Kegiatan 2
Kegiatan 2 Mengagendakan Surat Keluar
Tanggal 12 Oktober-2 November 2015
Daftar Lampiran Video Dokumentasi dan Arsip Surat
1. Nilai-Nilai Dasar yang Melandasi dan Teknik Aktualisasi
• Akuntabilitas
Bertanggung jawab dengan teknik tidak menunda-nunda pekerjaan, segera mengagendakan dan memberi nomor pada surat.
• Etika Publik
Sopan dengan teknik berbicara secara ramah dan menjaga etika berbicara.
• Komitmen Mutu
Efisien dengan teknik segera memberi nomor surat keluar tersebut dan mengagendakannya, serta menulis keseluruhan informasi yang dibutuhkan mengenai surat keluar tersebut.
2. Deskripsi Proses dan Kualitas Kegiatan
c) Deskripsi Proses
• Mengagendakan surat keluar dilakukan di Subbag TU Kantor Satpol PP Kota Pariaman. Jadwal pengagendaan surat keluar dilakukan setiap ada surat yang akan diantarkan keluar dari Kantor Satpol PP untuk berbagai kebutuhan dan atas nama Kantor Satpol PP Kota Pariaman pada hari kerja, yaitu hari senin sampai jum’at. Waktu pengangendaan surat keluar mulai pukul 07.30 WIB-16.00 WIB pada hari Selasa-Kamis. Pada hari Senin pengagendaan surat keluar dimulai pukul 08.00 WIB-16.00 WIB, karena setiap hari Senin Pemko Pariaman mewajibkan pegawai masing-masing instansi untuk mengikuti upacara bendera. Sedangkan pada hari Jum’at, pengagendaan surat keluar dimulai pukul 08.15 WIB-16.30 WIB, karena Jum’at pagi Pemko Pariaman mewajibkan pegawai masing-masing instansi untuk mengikuti Senam Kebugaran Jasmani (SKJ).
• Pengagendaan surat keluar dimulai dari penerimaan surat keluar terlebih dahulu. Saya yang sedang melaksanakan tugas lain didalam ruangan Subbag TU. Kasi Sarpras melaporkan sebuah surat keluar kepada Kasubag TU. Kasubag TU memeriksa isi surat keluar yang dimaksud. Setelah semua isi surat selesai diperiksa, Kasubag TU langsung memerintahkan Kasi Sarpras menyerahkan surat keluar tersebut kepada saya untuk diagendakan. Kasi tersebut meminta izin pengagendaannya dilakukan diruangan Kasi Sarpras, karena satu surat lagi yang akan digunakan untuk arsip ada diruangannya. Kasubag TU mengizinkannya dan memerintahkan saya keruangan Kasi Sarpras.
• Saya bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Dengan teknik tidak menunda-nunda pekerjaan, segera mengagendakan dan memberi nomor pada surat tersebut. Terlebih dahulu saya mengisi buku agenda surat keluar dan memberi nomor pada surat keluar sesuai dengan urutan nomor terakhir surat keluar yang ada pada buku agenda tersebut.
• Saya bersikap sopan terhadap Kasi Sarpras yang menyerahkan surat. Dengan teknik berbicara secara ramah dan menjaga etika berbicara. Ketika menerima surat saya melayani pegawai tersebut dengan sopan dan tidak menolak untuk mengagendakan surat tersebut dengan alasan apapun. Saat mengagendakan surat saya tetap menjawab dengan ramah pertanyaan yang diajukan Kasi Sarpras tersebut.
• Saya menggunakan waktu secara efisien dalam mengagendakannya. Dengan teknik segera memberi nomor surat keluar tersebut dan mengagendakannya, serta menulis keseluruhan informasi yang dibutuhkan mengenai surat keluar tersebut. Saya berusaha menyelesaikan pengagendaan surat keluar tersebut secepat mungkin, namun tetap menjaga keutuhan informasi yang ada pada surat dengan yang saya isikan kedalam buku agenda surat keluar.
• Setelah selesai diagendakan, maka saya langsung mengambil stempel kantor ke ruang Sub Bagian Tata Usaha dan membubuhkan stempel pada salah satu surat keluar tersebut. Karena satu surat lagi merupakan arsip surat yang akan dimasukkan kedalam bundelan surat keluar dan satu lagi surat yang akan dikirim ketempat tujuan.
• Setelah selesai di stempel, Kasubag TU memerintahkan saya mengambil satu arsip. Untuk mematuhi perintah tersebut, saya langsung menyerahkan surat tersebut kepada Kasi Sarpras dan meminta satu arsip surat sesuai dengan yang diperintahkan Kasubag TU tadi.
d) Kualitas Produk Kegiatan
Pengagendaan surat masuk ini telah dilakukan sesuai dengan perintah dan petunjuk dari atasan. Serta sesuai dengan tata naskah dinas pada Pasal 8, mengenai pengelolaan surat keluar yang dilakukan melalui empat tahapan. Sehingga pengagendaan surat keluar dapat dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di lingkungan Pemko Pariaman.
3. Kontribusi Kegiatan Terhadap Pimpinan
Pengagendaan surat keluar dapat membantu kelancaran kegiatan masing-masing seksi-seksi yang ada dalam naungan Satpol PP Kota Pariaman. Dengan berpedoman kepada tata naskah dinas, maka pengagendaan surat keluar dapat dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku di lingkungan Pemko Pariaman. Setelah arsip surat keluar diambil, maka surat keluar tersebut diarsipkan dalam bundelan surat keluar. Agar jika suatu waktu dibutuhkan kembali informasi mengenai surat tersebut, dapat langsung dilihat didalam bundelan surat keluar.
4. Capaian Visi dan Misi Organisasi
Pengagendaan surat keluar dengan menggunakan nilai-nilai dasar ASN, akan mewujudkan pengadministrasian yang lengkap dan terstruktur, serta menciptakan ASN yang professional. Sesuai dengan visi Satpol PP Kota Pariaman mewujudkan masyarakat Kota Pariaman yang tertib, aman dan nyaman, dengan misi meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dan menjadikan personil Satpol PP yang professional dalam melaksanakan tugas.
C. Kegiatan 3
Kegiatan 3
Membantu Verifikator Memverifikasi SPJ Bendahara Pengeluaran
Tanggal 12 Oktober-2 November 2015
Daftar Lampiran Foto Dokumentasi
1. Nilai-Nilai Dasar yang Melandasi dan Teknik Aktualisasi
• Etika Publik
Sopan dengan teknik menjawab secara ramah dan beretika perintah tersebut.
• Akuntabilitas
Professional dengan teknik berpedoman kepada Sasaran Kerja Pegawai Negeri Sipil yang saya punya.
• Anti Korupsi
Kejujuran dengan teknik mencocokkan jumlah dana yang tertulis pada kwitansi pembayaran dengan daftar bayar dan tidak menutup-nutupi jika terjadi kejanggalan.
2. Deskripsi Proses dan Kualitas Kegiatan
• Membantu verifikator memverifikasi SPJ Bendahara Pengeluaran dilakukan di Sub Bagian Tata Usaha (Subbag TU) Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pariaman. Jadwal memverifikasi SPJ Bendahara Pengeluaran dilakukan setiap ada SPJ yang diberikan masing-masing Kasi yang ada dalam naungan Satpol PP Kota Pariaman untuk berbagai kegiatan pada hari kerja, yaitu hari senin sampai jum’at. Waktu memverifikasi SPJ Bendahara Pengeluaran mulai pukul 07.30WIB-16.00WIB pada hari Selasa-Kamis. Pada hari Senin memverifikasi SPJ Bendahara Pengeluaran dimulai pukul 08.00WIB-16.00WIB, karena setiap hari Senin Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman mewajibkan pegawai masing-masing instansi untuk mengikuti upacara bendera. Sedangkan pada hari Jum’at, memverifikasi SPJ Bendahara Pengeluaran dimulai pukul 08.15WIB-16.30WIB, karena Jum’at pagi Pemko Pariaman mewajibkan pegawai masing-masing instansi untuk mengikuti Senam Kebugaran Jasmani (SKJ).
• Verifikator telah meletakkan SPJ yang akan diverifikasi di atas meja yang biasa saya gunakan untuk bekerja di ruangan Subbag TU. Verifikator meminta saya membantunya memverifikasi SPJ bendahara pengeluaran yang telah ada diatas meja, saya langsung menerima tugas tersebut dengan sopan. Dengan teknik menjawab secara ramah dan beretika. Verifikator tidak perlu lagi menjelaskan panjang lebar apa yang harus saya lakukan. Karena itu merupakan tugas yang saya lakukan setiap bulannya. Verifikator hanya menjelaskan jika saya bertanya.
• Dalam pelaksanaan tugas memverifikasi SPJ, saya bekerja dengan profesional. Dengan teknik berpedoman kepada Sasaran Kerja Pegawai Negeri Sipil yang saya punya, yaitu “membantu menyelenggarakan pengelolaan administrasi keuangan”. Saya melaksanakan tugas tersebut sesuai dengan tuntutan bidang penempatan yang ditetapkan pada nota dinas. Pengelolaan administrasi keuangan sangat dibutuhkan. Karena dana sekecil apapun harus ada pertanggungjawaban yang jelas dan tidak bisa dianggap sepele.
• Selama pelaksanaan tugas memverifikasi SPJ, saya memegang teguh prinsip kejujuran. Dengan teknik mencocokkan jumlah dana yang tertulis pada kwitansi pembayaran dengan daftar bayar, mengecek tanda tangan yang kurang dan tidak menutup-nutupi jika terjadi kejanggalan. Saya mengecek jumlah pajak, mengecek jumlah potongan dan mengecek jumlah dana bersih yang dibayarkan apakah sudah sesuai atau belum dan menjumlahkan masing-masing dana tersebut. Sehingga didapatkan jumlah dana yang sesungguhnya dan mencocokkan kembali jumlah dana yang didapatkan dari hasil pengecekkan dengan yang ada dalam SPJ tersebut. Agar tidak terjadi perbedaan jumlah dana antar keduanya dan menghalangi terjadinya korupsi serta mencegah celah untuk terjadinya korupsi tersebut.
• Setelah SPJ tersebut selesai diverifikasi, saya langsung melaporkannya kepada verifikator. Sehingga saya dapat melanjutkan tugas yang lain yang akan diberikan. Verifikator meminta saya meletakkan SPJ tersebut diatas meja tempat saya bekerja dahulu. Karena meja kerja verifikator juga sedang berisi SPJ lainnya. Maka saya meletakkan SPJ tersebut diatas meja sesuai dengan perintah yang diberikan. Selanjutnya saya duduk sambil menunggu SPJ kegiatan dari kasi-kasi yang lain untuk di verifikasi. Selain menunggu SPJ dari kasi-kasi yang lain, saya juga menunggu tugas lain yang diberikan oleh atasan, baik dari Subbag TU maupun dari kasi-kasi yang lain.
3. Kontribusi Kegiatan Terhadap Pimpinan
Membantu verifikator memverifikasi SPJ Bendahara Pengeluaran dapat membantu kerapian dan ketertiban administrasi keuangan Kantor Satpol PP Kota Pariaman. Dengan berpedoman kepada Sasaran Kerja Pegawai Negeri Sipil staf Subbag TU, yaitu “membantu menyelenggarakan administrasi keuangan”. Maka pelaksanaan administrasi keuangan Kantor Satpol PP Kota Pariaman dapat dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku.
4. Capaian Visi dan Misi Organisasi
Membantu verifikator memverifikasi SPJ Bendahara Pengeluaran dengan menggunakan nilai-nilai dasar ASN, akan mewujudkan pengadministrasian keuangan yang rapi dan tertib, serta menciptakan ASN yang professional. Sesuai dengan visi Satpol PP Kota Pariaman mewujudkan masyarakat Kota Pariaman yang tertib, aman dan nyaman, dengan misi menjadikan personil Satpol PP yang professional dalam melaksanakan tugas.
D. Kegiatan 4
Kegiatan 4 Mengisi Kartu Gaji
Tanggal 12 Oktober-2 November 2015
Daftar Lampiran Foto Dokumentasi
1. Nilai-Nilai Dasar yang Melandasi dan Teknik Aktualisasi
• Etika Publik
Sopan dengan teknik menjawab secara ramah perintah tersebut dan segera menghampiri pembantu bendahara pengeluaran untuk mengambil amprah gaji dan kartu gaji yang dimaksud.
• Nasionalisme
Bekerja sama dengan teknik melaksanakan tugas bersama pembantu bendahara pengeluaran dan menanyakan apa saja yang kurang atau belum saya pahami.
• Akuntabilitas
Tanggungjawab dengan teknik mengisi langsung semua daftar gaji pegawai Satuan Polisi Pamong Praja.
• Komitmen Mutu
Efektif dengan teknik tidak terburu-buru, memperhatikan dan mencocokkan jumlah yang ada pada amprah gaji dengan jumlah yang diisi ke dalam kartu gaji.
• Anti Korupsi
Keberanian dengan teknik berani menolak jika pembantu bendahara pengeluaran memberikan sesuatu kepada saya sebagai tanda terima kasih.
2. Deskripsi Proses dan Kualitas Kegiatan
• Mengisi kartu gaji dilakukan di Subbag TU Kantor Satpol PP Kota Pariaman. Jadwal pengisian kartu gaji dilakukan minggu pertama atau minggu kedua bulan pada hari kerja, yaitu hari senin sampai jum’at. Waktu pengisian kartu gaji mulai pukul 07.30WIB-16.00WIB pada hari Selasa-Kamis. Pada hari Senin pengisian kartu gaji dimulai pukul 08.00WIB-16.00WIB, karena setiap hari Senin Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman mewajibkan pegawai masing-masing instansi untuk mengikuti upacara bendera. Sedangkan pada hari Jum’at, pengisian kartu gaji dimulai pukul 08.15WIB-16.30WIB, karena Jum’at pagi Pemko Pariaman mewajibkan pegawai masing-masing instansi untuk mengikuti Senam Kebugaran Jasmani (SKJ).
• Pengisian kartu gaji dilakukan ketika pembantu bendahara pengeluaran memberikan tugas untuk mengisi kartu gaji, saya menerima tugas tersebut dengan sopan. Dengan teknik menjawab secara ramah perintah tersebut dan segera menghampiri pembantu bendahara pengeluaran untuk mengambil amprah gaji dan kartu gaji yang dimaksud. Dengan menanggapi secara cepat perintah dari pembantu bendahara pengeluaran tersebut. Maka akan mempercepat saya dalam pelaksanaan tugas.
• Selama pengisian kartu gaji saya bekerja sama dengan pembantu bendahara pengeluaran. Dengan teknik melaksanakan tugas bersama pembantu bendahara pengeluaran dan menanyakan apa saja yang kurang atau belum saya pahami. Pengisian kartu gaji ini dilakukan agar terciptanya kelengkapan administrasi kepegawaian dan tidak ada yang kurang. Pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan selama pelaksanaan kegiatan adalah mengenai hal-hal yang saya ragukan dan kurang saya pahami. Karena ada beberapa poin yang berbeda isiannya antara Kasat, Kasubag TU dan Kasi dengan pegawai yang tidak memiliki jabatan.
• Setelah selesai dijelaskan dan amprah gaji yang diserahkan oleh pembantu bendahara pengeluaran telah saya ambil, lalu segera saya isikan ke dalam kartu gaji. Tugas tersebut akan dilasanakan dengan penuh tanggungjawab. Dengan teknik mengisi langsung semua daftar gaji pegawai Satuan Polisi Pamong Praja. Saya tidak akan memilih-milih kartu gaji yang isi terlebih dahulu. Karena semua kartu gaji saya yang mengisi semuanya, jadinya tidak ada gunanya memilih-milih kartu gaji yang akan diisi terlebih dahulu. Pengisian kartu gaji saya selesaikan menurut bundelan. Dimulai dari bundelan yang namanya berawalan A, lalu berurutan sampai bundelan berikutnya. Sehingga lebih memudahkan saya untuk mengetahui kartu gaji yang telah saya selesaikan dengan yang belum saya kerjakan.
• Selama pengisian kartu gaji, saya bekerja secara efektif. Dengan teknik tidak terburu-buru, memperhatikan dan mencocokkan jumlah yang ada pada amprah gaji dengan jumlah yang diisi ke dalam kartu gaji. Saya mengisikan jumlah gaji dengan teliti dan tidak asal isi. Untuk menghindari perbedaan jumlah antara amprah gaji dengan kartu gaji. Karena kartu gaji merupakan salah satu media informasi pegawai untuk mengetahui gaji bulanan masing-masing selain amprah gaji. Sehingga jika ada yang butuh informasi jumlah gaji, tinggal melihat kartu gaji saja tanpa harus menemui pembantu bendahara pengeluaran untuk meminjam amprah gaji. Melihat gaji lebih mudah, karena yang dilihat gajinya langsung dan tidak perlu bersusah payah mencari namanya dalam amprah gaji yang berisi nama semua pegawai Satpol PP.
• Setiap bundelan yang selesai saya isikan saya letakkan kembali ketempatnya masing-masing. Agar penyusunan dan penyimpanan arsip tetap utuh dan rapi seperti yang diharapkan. Barulah saya keluarkan satu bundelan inisial lagi, dan begitu seterusnya sampai semua kartu gaji pegawai selesai saya isi.
• Setelah semua kartu gaji selesai diisi, saya langsung menyerahkan kepada pembantu bendahara pegeluaran dengan tetap memegang teguh prinsip keberanian. Dengan teknik berani menolak jika pembantu bendahara pengeluaran memberikan sesuatu kepada saya sebagai tanda terima kasih. Dalam pelaksanaan pengisian kartu gaji ini saya tidak menemui tindakan berupa gratifikasi maupun sesuatu yang mengarah kepada tindakan gratifikasi. Hal seperti ini turut membantu saya untuk mewujudkan nilai-nilai ASN dalam kegiatan ini untuk diri sendiri terlebih dahulu.
3. Kontribusi Kegiatan Terhadap Pimpinan
Pengisian kartu gaji dapat membantu kelengkapan dokumen kepegawaian masing-masing anggota Satpol PP Kota Pariaman. Pengisian kartu gaji dapat mempermudah pegawai yang ingin mengetahui data gaji bulanannya, tanpa harus meminjam amprah gaji kepada pembantu bendahara pengeluaran dan tidak perlu susah mencari-cari namanya dalam amprah gaji. Sehingga jika ada pegawai yang ingin mengetahui data gaji bulanannya tidak perlu bertemu dengan pembantu bendahara pengeluaran.
4. Capaian Visi dan Misi Organisasi
Pengagendaan surat keluar dengan menggunakan nilai-nilai dasar ASN, akan mewujudkan pengadministrasian yang lengkap dan terstruktur, serta menciptakan ASN yang professional. Sesuai dengan visi Satpol PP Kota Pariaman mewujudkan masyarakat Kota Pariaman yang tertib , aman dan nyaman, dengan misi menjadikan personil Satpol PP yang professional dalam melaksanakan tugas.

E. Kegiatan 5
Kegiatan 5 Mengumpulkan Dokumen PUPNS
Tanggal 12 Oktober-2 November 2015
Daftar Lampiran Foto Dokumentasi dan Surat Edaran
1. Nilai-Nilai Dasar yang Melandasi dan Teknik Aktualisasi
• Nasionalisme
Kerjasama dengan teknik membagi tugas,
• Akuntabilitas
Tanggungjawab dengan teknik mematuhi surat dari Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Nomor:823/1742/BKD-2015
• Etika Publik
Sopan dengan teknik berbicara sesuai etika berbicara
• Anti Korupsi
Adil dengan teknik mengumpulkan seluruh dokumen dan menolak jika ada yang memberikan beberapa uang sebagai terima kasih kepada saya.
2. Deskripsi Proses dan Kualitas Kegiatan
• Mengumpulkan dokumen PUPNS dilakukan di Subbag TU Kantor Satpol PP Kota Pariaman. Jadwal pengumpulan dokumen PUPNS dilakukan sesuai dengan surat edaran Pemko Pariaman pada tanggal 10 September 2015 dan surat edaran Pemko Pariaman terbaru yaitu pada tanggal 19 Oktober 2015. Kegiatan ini dilakukan pada hari kerja, yaitu hari senin sampai jum’at. Waktu pengumpulan dokumen PUPNS dimulai pukul 07.30WIB-16.00WIB pada hari Selasa-Kamis. Pada hari Senin pengumpulan dokumen PUPNS dimulai pukul 08.00WIB-16.00WIB, karena setiap hari Senin Pemko Pariaman mewajibkan pegawai masing-masing instansi untuk mengikuti upacara bendera. Sedangkan pada hari Jum’at, pengumpulan dokumen PUPNS dimulai pukul 08.15WIB-16.30WIB, karena Jum’at pagi Pemko Pariaman mewajibkan pegawai masing-masing instansi untuk mengikuti Senam Kebugaran Jasmani (SKJ).
• Untuk kesuksesan pengumpulan dokumen PUPNS, maka verifikator meminta saya membantu mengkoordinir pengumpulan dokumen-dokumen PUPNS tersebut. Setelah verifikator memerintahkan saya mengumpulkan dokumen PUPNS, saya segera melaksanakan tugas tersebut. Dalam mengumpulkan dokumen PUPNS ini, saya memegang prinsip kerjasama dengan verifikator. Dengan teknik membagi tugas, verifikator memverifikasi portal masing-masing pegawai dan saya mengumpulkan dokumen-dokumen untuk pemutakhiran data PUPNS tersebut.
• Dalam melakukan tugas ini, saya tidak ingin lalai dan menunda-nunda waktu. Tugas mengumpulkan dokumen PUPNS ini, saya lakukan dengan penuh tanggungjawab. Dengan teknik mematuhi surat dari Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Nomor:823/1742/BKD-2015, tentang pendataan ulang Pegawai Negeri Sipil secara eletronik (e-PUPNS) dan menyelesaikan tugas tersebut sesuai dengan perintah verifikator. Serta juga mematuhi surat dari Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Nomor:823/1939/BKD-2015, tentang persyaratan-persyaratan yang harus dikumpulkan dan petunjuk mengumpulkannya. Tugas ini saya lakukan agar terlaksananya Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akurat, terpercaya dan terintegrasi.
• Demi kelancaran kegiatan ini, dibutuhkan kerjasama yang baik dari semua pegawai. Awalnya saya menjelaskan mengenai PUPNS ini terlebih dahulu kepada Kasatpol PP dengan menunjukkan surat edaran yang terbaru. Selanjutnya saya menjelaskan kepada pegawai-pegawai yang lainnya. Bagi pegawai yang belum mengisi kelengkapan data PUPNS secara online, saya menyarankan untuk segera mengisinya. Sebelum menyarankan pegawai-pegawai yang lain, terlebih dahulu saya mengisi data secara online dan mengumpulkan dokumen-dokumen dalam tiga map jepit plastik warna hijau. Untuk pegawai-pegawai yang mengalami kesulitan atau tidak mengerti mengisi data online tersebut, saya bersedia untuk membantunya. Kami mengisi data online tersebut sampai pukul 22.00 WIB di Kantor Satpol PP.
• Setelah semua data diisi, maka saya meminta dokumen tersebut dengan sopan kepada semua pegawai Satpol PP. Dengan teknik berbicara sesuai etika berbicara. Dibutuhkan berbagai cara berbicara dengan semua pegawai Satpol PP Kota Pariaman, karena watak dan kepribadian setiap pegawai berbeda. Sebagian pegawai mengerti dan memahami dengan cepat mengenai PUPNS. Sehingga dapat dengan cepat mengumpulkan dokumen-dokumen tersebut dengan lengkap.
• Saya mengumpulkan dokumen tersebut dengan adil. Dengan teknik mengumpulkan seluruh dokumen dan menolak jika ada yang memberikan beberapa uang sebagai tanda terima kasih kepada saya. Setiap pegawai yang mengumpulkan dokumen PUPNS secara lengkap, maka saya wajibkan untuk mengisi daftar tanda terima berkas. Sehingga dapat diketahui siapa saja yang belum mengumpulkan dokumen tersebut. Setiap dokumen yang dikumpulkan, saya simpan dalam sebuah lemari arsip yang dikunci. Untuk menjaga keamanan dokumen tersebut, maka kunci tersebut saya simpan sendiri.
3. Kontribusi Kegiatan Terhadap Pimpinan
Pengumpulan dokumen PUPNS dapat membantu kelancaran program pemerintah mengenai pendataan ulang semua PNS, khususnya pegawai yang berada di Kantor Satpol PP Kota Pariaman. Sehingga adanya kepuasan pimpinan terhadap verifikator, saya dan semua pegawai dalam kerjasama pelaksanaan tugas tersebut. Dengan berpedoman kepada kedua surat edaran tersebut, maka pengumpulan dokumen PUPNS dapat dilakukan sesuai dengan tuntutan yang tertulis dalam surat edaran yang dimaksud.
4. Capaian Visi dan Misi Organisasi
Pengagendaan surat keluar dengan menggunakan nilai-nilai dasar ASN, akan mewujudkan Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil, pengadministrasian yang lengkap dan terstruktur, serta menciptakan ASN yang professional. Sesuai dengan visi Satpol PP Kota Pariaman mewujudkan masyarakat Kota Pariaman yang tertib , aman dan nyaman, dengan misi meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dan menjadikan personil Satpol PP yang professional dalam melaksanakan tugas.
F. Kegiatan 6
Kegiatan 6 Membuat SPT/SPPD
Tanggal 12 Oktober-2 November 2015
Daftar Lampiran Foto Dokumentasi dan Arsip
1. Nilai-Nilai Dasar yang Melandasi dan Teknik Aktualisasi
• Akuntabilitas
Bertanggungjawab dengan teknik segera mengambil daftar piket sebagai pedoman pembuatan SPT/SPPD dan segera membuat SPT/SPPD yang dimaksud tanpa menunda-nunda waktu.
• Komitmen Mutu
Efisien dengan teknik menyelesaikan pembuatan SPT/SPPD dalam waktu 4-5 menit.
• Nasionalisme
Adil dengan teknik tidak memilih anggota-anggota tertentu.
• Etika Publik
Sopan dan santun dengan teknik memasukkan SPT/SPPD tersebut ke dalam sebuah map kertas dan berbicara kepada Kepala Bagian Tata Usaha dengan etika berbicara yang sesuai dengan norma-norma berbicara.
2. Deskripsi Proses dan Kualitas Kegiatan
• Membuat SPT/SPPD dilakukan di semua seksi yang ada dalam naungan Satpol PP Kota Pariaman dan disetujui oleh Kasubag TU untuk dilanutkan kepada Kasatpol PP. Pada Sub Bagian Tata Usaha (Subbag TU) Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pariaman. Jadwal pembuatan SPT/SPPD dilakukan setiap ada perintah yang diberikan oleh Kasubag TU atau Kasi Tibum dan Tranmas untuk berbagai kegiatan yang meminta pengamanan dan segala kegiatan yang berkaitan dengan penegakkan perda. Pembuatan SPT/SPPD dilakukan pada hari kerja, yaitu hari senin sampai jum’at. Waktu pembuatan SPT/SPPD mulai pukul 07.30WIB-16.00WIB pada hari Selasa-Kamis. Pada hari Senin pembuatan SPT/SPPD dimulai pukul 08.00WIB-16.00WIB, karena setiap hari Senin Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman mewajibkan pegawai masing-masing instansi untuk mengikuti upacara bendera. Sedangkan pada hari Jum’at, pembuatan SPT/SPPD dimulai pukul 08.15WIB-16.30WIB, karena Jum’at pagi Pemko Pariaman mewajibkan pegawai masing-masing instansi untuk mengikuti Senam Kebugaran Jasmani (SKJ).
• Pada hari selasa tanggal 13 Oktober 2015 Kasubag TU menyuruh saya membuat SPT untuk pengamanan ritual maambiak tanah pada hari rabu, tanggal 14 Oktober 2015 di Pauh Galombang. Lalu Kasi Tibum dan Tranmas memberikan tugas juga kepada saya untuk membuat SPT untuk tanggal 13 Oktober 2015 tentang penertiban PKL di seputaran Kota Pariaman. Saya bertanggungjawab dengan tugas tersebut. Dengan teknik segera mengambil daftar piket sebagai pedoman pembuatan SPT dan segera membuat SPT yang dimaksud tanpa menunda-nunda waktu. Saya membuat SPT sesuai dengan nama pleton yang masuk kantor hari itu. Saya membuat kedua SPT yang diperintahkan oleh kedua atasan saya tersebut, dengan tidak memilih salah satu tugas dari atasan.
• Dalam pembuatan SPT, saya menggunakan waktu secara efisien. Dengan teknik menyelesaikan pembuatan SPT dalam waktu 4-5 menit. Agar Danton dapat segera mengumpulkan anggota pletonnya dan anggota yang namanya masuk dalam SPT pun cepat mengetahui perintah yang akan dilaksanakannya dan tidak terlalu lama menunggu. Karena khusus anggota pleton yang masuk kantor pagi, tugas yang paling ditunggu adalah tugas kelapangan.
• Setiap anggota mendapat kegiatan yang sama kelapangan, sesuai dengan daftar anggota pleton yang masuk kantor pada hari tersebut. Saya berlaku adil dalam memasukkan nama-nama anggota yang pergi ke lapangan. Dengan teknik tidak memilih anggota-anggota tertentu. Tidak hanya nama anggota yang masuk pleton saja yang dimasukkan kedalam SPT, tapi anggota yang diluar pleton juga dimasukkan. Karena tugas utama Satpol PP adalah penegak perda.
• SPT yang selesai diketik diprint dalam kertas F4, bukan dikertas A4. Setelah SPT tersebut selesai saya buat, lalu saya serahkan kepada Kasubag TU dengan sopan dan santun. Dengan teknik memasukkan SPT tersebut ke dalam sebuah map kertas, berbicara ramah dan menjelaskan mengenai SPT yang saya buat kepada Kasubag TU dengan etika berbicara yang sesuai dengan norma-norma berbicara.
• Setelah SPT berada ditangan Kasubag TU, barulah nantinya Kasubag TU yang menyerahkan kepada Kasatpol PP untuk diminta persetujuan dan dibubuhkan tanda tangan. Setelah SPT disetujui dan ditanda tangani oleh Kasatpol PP, Kasubag TU menyuruh saya memberi stempel untuk pengesahan SPT tersebut. SPT yang telah distempel diserahkan oleh Kasubag TU kepada Kasi Tibum dan Tranmas untuk pelaksanaan teknis selanjutnya.
3. Kontribusi Kegiatan Terhadap Pimpinan
Pembuatan SPT/SPPD dapat membantu kelancaran kegiatan penegak perda oleh anggota Satpol PP Kota Pariaman. Sehingga setiap anggota yang dikoordinir oleh Provos dan Danton dapat melaksanakan tugas yang diberikan Kasatpol PP, melalui Kasubag TU dan Kasi Tibum dan Tranmas. Dengan berpedoman kepada Peraturan Walikota Pariaman Nomor 32 Tahun 2014. Maka pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dilingkungan Pemko Pariaman, yaitu pelaksanaan tugas sebagai penegak perda dan penyelenggara ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.
4. Capaian Visi dan Misi Organisasi
Pembuatan SPT/SPPD dengan menggunakan nilai-nilai dasar ASN, akan memberikan kejelasan nama-nama anggota Satpol PP yang bertugas dan petunjuk kegiatan dilapangan yang lengkap dan terstruktur, serta menciptakan ASN yang professional. Sesuai dengan visi Satpol PP Kota Pariaman mewujudkan masyarakat Kota Pariaman yang tertib , aman dan nyaman, dengan misi memelihara ketentraman, ketertiban umum dan menjadikan masyarakat mengerti dan mematuhi Perda dan keputusan Walikota Pariaman, meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, menjadikan personil Satpol PP yang professional dalam melaksanakan tugas dan meningkatkan sarana & prasarana yang menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Satpol PP.
G. Kegiatan 7
Kegiatan 7 Pengamanan Pawai 1 Muharram
Tanggal 14 Oktober 2015
Daftar Lampiran Foto, Video Dokumentasi dan SPT
1. Nilai-Nilai Dasar yang Melandasi dan Teknik Aktualisasi
• Akuntabilitas
Professional dengan teknik bekerja sama dengan anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pariaman lainnya yang juga melakukan pengamanan acara tersebut.
• Etika Publik
Sopan dan ramah dengan teknik berkomunikasi dan berbicara secara santun dengan masyarakat-masyarakat yang ada di sekitar wilayah dilaksanakannya pawai.
• Nasionalisme
Adil dengan tidak membeda-bedakan masyarakat dari kalangan manapun.
• Komitmen Mutu
Keefektifan dengan teknik tetap berada disekitar wilayah yang diamankan dan melaksanakan tugas sebagaimana mestinya sesuai dengan aturan yang berlaku.
• Anti Korupsi
Mandiri dengan teknik tidak menyalahgunakan wewenang jika saya mengambil minuman atau makanan.
2. Deskripsi Proses dan Kualitas Kegiatan
• Sesuai dengan SPT yang ditanda tangani oleh Kasatpol PP, Nomor:800/ /SPT/Sat Pol. PP – 2015, tanggal 13 Oktober 2015. Kasi Tibum dan Tranmas melalui Provos dan Danton memberikan perintah kepada setiap anggota yang namanya tertulis dalam SPT untuk melaksanakan pengamanan tabliq akbar dan pawai 1 muharram pada hari rabu tanggal 14 Oktober 2015 pukul 07.30 sampai selesai di Pantai Gandoriah. Setelah mendapatkan perintah dari atasan untuk melakukan pengamanan, saya langsung melaksanakan tugas tersebut pada hari yang telah ditentukan. Pengamanan pawai 1 Muharram dilakukan oleh gabungan anggota TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan BPBD Kota Pariaman.
• Setiap instansi terkait melakukan pengamanan sesuai dengan perintah masing-masing atasaan. Untuk anggota TNI dan Polri dibagi 2 menjadi 2 tim, satu tim bersama anggota Dishub Kota Pariaman melaksanakan pengamanan untuk pelepasan rombongan pawai di Balaikota yang dilepas oleh Sekda Kota Pariaman, Bapak Ir. Armen. Satu tim lagi bersama anggota Satpol PP dan BPBD Kota Pariaman melaksanakan pengamanan di Pantai Gandoriah. Khusus di Pantai Gandoriah pengamanan dilaksanakan untuk dua kegiatan, yaitu tabliq akbar dan penyambutan anggota pawai oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Walikota Pariaman beserta Ibu Walikota, Wakil Walikota Pariaman beserta Ibu Wakil Walikota. Penyambutan di meriahkan dengan penampilan atraksi randai, pencak silat dan tarian yang dibawakan oleh para pelajar SMA sederajat di Kota Pariaman.
• Kegiatan tabliq akbar dihadiri oleh Ustadz Al Badawi dari Banten sebagai penceramah, rombongan jamaah pengajian se-Sumatera Barat dan seluruh instansi terkait lainnya beserta masyarakat yang ikut menghadiri acara tersebut. Kegiatan tabliq akbar dan pawai 1 Muharram ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
• Dalam melaksanakan pengamanan tabliq akbar dan pawai 1 muharam, saya bekerja secara profesional. Dengan teknik bekerja sama dengan anggota Satpol PP Kota Pariaman lainnya yang juga melakukan pengamanan acara tersebut. Tidak hanya dengan anggota Satpol PP, saya juga melaksanakan pengamanan dengan gabungan anggota TNI dan Polri. Selama melaksanakan pengamanan saya mematuhi perintah yang diberikan oleh Kasi Tibum dan Tranmas, Provos dan Danton. Saya diperintahkan untuk meminta pelajar yang memakai sepatu saat duduk ditikar agar melepaskan sepatunya. Saya juga diperintahkan untuk mengamankan pinggir jalan di Pantai Gandoriah saat rombongan pawai memasuki finish.
• Saya senantiasa bersikap sopan dan ramah. Dengan teknik berkomunikasi dan berbicara secara santun dengan masyarakat-masyarakat yang ada di sekitar wilayah dilaksanakannya tabliq akbar dan pawai. Saya mendatangi rombongan pelajar yang memakai sepatu tersebut dan meminta mereka melepaskan sepatu. Dengan segera pelajar tersebut mau untuk melepaskan sepatunya. Saya meminta dengan ramah dan memberi senyuman agar masyarakat yang lalu lalang untuk berjalan ditepi agar tidak mengganggu kelancaran pawai tersebut. Masyarakatpun memahami permintaan saya dengan membalas senyuman saya, mengangguk dan segera berjalan ketepi. Bahkan adapula masyarakat yang tersenyum kepada saya dan memberikan saya aqua gelas. Saya menerima aqua tersebut untuk menghargainya. Karena saya telah memiliki sebotol aqua, maka aqua gelas tersebut saya berikan kepada rekan saya yang lain.
• Selama kegiatan pengamanan, saya bersikap adil dengan tidak membeda-bedakan masyarakat dari kalangan manapun. Saya memperlakukan mereka sama. Dengan tetap berbicara ramah dan memberikan senyuman kepada setiap masyarakat yang ada. Selama proses pengamanan, saya senantiasa memperhatikan keefektifan pengamanan. Dengan teknik tetap berada disekitar wilayah yang diamankan dan melaksanakan tugas sebagaimana mestinya sesuai dengan aturan yang berlaku. Setelah rombongan pawai istirahat dan ada sebagian yang pulang. Kasi Tibum dan Tranmas menyuruh saya melaksanakan pengamanan disela-sela jamaah yang mendengarkan ceramah. Pedagang yang ingin masuk kesela-sela jamaah saya larang, dengan berbicara ramah, memberikan penjelasan dan memintanya untuk berjualan diluar pinggir tikar saja. Hal ini saya lakukan untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan nantinya.
• Saat pengamanan saya juga bersikap mandiri. Dengan teknik tidak menyalahgunakan wewenang jika saya mengambil minuman atau makanan, apa yang saya ambil saya bayar dengan uang sendiri. Ketika membeli aqua botol kepada seorang pedagang, saya membayarnya sesuai dengan harga yang dikatakan oleh pedagang, yaitu seharga Rp.4.000,-. Selama pengamanan saya hanya membeli satu botol aqua saja. Karena kami juga disediakan snack dari kantor, jadi saya cukup menikmati snack yang disediakan dan tidak perlu membeli kepedagang lainnya.
• Pengamanan dilakukan sampai pukul 13.42 WIB, yaitu ketika rombongan Wakil Gubernur, Walikota, Wakil Walikota dan Ustadz Al-Badawi meninggalkan tempat. Sebelum meninggalkan Pantai Gandoriah, semua instansi terkait yang melaksanakan pengamanan telah memastikan situasi aman terkendali sampai acara ditutup. Kasubag TU melalui Kasi Tibum dan Tranmas mempersilahkan kami mengambil nasi bungkus untuk makan siang. Setelah itu barulah kami diizinkan pulang.
3. Kontribusi Kegiatan Terhadap Pimpinan
Pengamanan tabliq akbar dan pawai 1 Muharram dapat membantu kelancaran dan keamanan acara, serta menjalankan tugas sesuai dengan Perwako Nomor 32 Tahun 2014 tentang uraian tugas Satpol PP Kota Pariaman. Dengan berpedoman kepada SPT, anggota yang namanya tertulis dapat melaksanakan pengamanan sesuai dengan perintah yang diberikan. Perintah yang diberikan oleh Kasi Tibum dan Tranmas, Provos dan Danton dapat membantu memberikan petunjuk kepada anggota yang melaksanakan pengamanan. Pengamanan yang dilaksanakan juga untuk menjaga keamanan Wakil Gubernur, Walikota dan Ibu Walikota, Wakil Walikota dan Ibu Wakil Walikota, beserta Ustadz Al-Badawi. Pelaksanaan tugas yang sesuai dengan aturan dapat menjaga kepercayaan dan kepuasan Kasatpol PP kepada koordinator lapangan yang bertugas. Sehingga nama baik instansi Satpol PP tetap terjaga dan tidak menimbulkan kekecewaan bagi kepala daerah, wakil kepala daerah beserta jajarannya.
4. Capaian Visi dan Misi Organisasi
Pengamanan tabliq akbar dan pawai 1 Muharram dengan menggunakan nilai-nilai dasar ASN, mewujudkan pelaksanaan tugas sesuai dengan peraturan yang berlaku dan sesuai dengan yang diinginkan oleh pimpinan yang pastinya tidak keluar dari aturan-aturan yang berlaku, serta menciptakan ASN yang professional dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Satpol PP Kota pariaman. Sesuai dengan visi Satpol PP Kota Pariaman mewujudkan masyarakat Kota Pariaman yang tertib , aman dan nyaman. Dengan misi memelihara ketentraman, ketertiban umum dan menjadikan masyarakat mengerti dan mematuhi Perda dan keputusan Walikota Pariaman, meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, menjadikan personil Satpol PP yang professional dalam melaksanakan tugas dan meningkatkan sarana & prasarana yang menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Satpol PP.

H. Kegiatan 8
Kegiatan 8
Pengamanan Pawai Pemilihan Cik Uniang & Cik Ajo Kota Pariaman Tahun 2015
Tanggal 17 Oktober 2015
Daftar Lampiran Foto, Video Dokumentasi dan SPT
1. Nilai-Nilai Dasar yang Melandasi dan Teknik Aktualisasi
• Akuntabilitas
Profesional dengan teknik berkoordinasi dengan Provos, Danton dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja lainnya.
• Nasionalisme
Adil dengan teknik tidak akan membeda-bedakan pelayanan terhadap masyarakat yang ingin menyaksikan pemilihan tersebut.
• Etika Publik
Sopan dan santun dengan teknik berbicara yang ramah dan beretika.
• Komitmen Mutu
Keefektifan dengan teknik menjaga titik rawan atau titik bahaya.
• Anti Korupsi
Peduli dengan teknik tidak meminta minuman atau makanan yang dijual oleh masyarakat sekitar tanpa membayarnya.
2. Deskripsi Proses dan Kualitas Kegiatan
• Sesuai dengan SPT yang ditanda tangani oleh Kasatpol PP, Nomor:800/ /SPT/Sat Pol. PP – 2015, tanggal 17 Oktober 2015. Kasi Tibum dan Tranmas melalui Provos dan Danton memberikan perintah kepada setiap anggota yang namanya tertulis dalam SPT untuk melaksanakan pengamanan Malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata/Cik Uniang & Cik Ajo Kota Pariaman Tahun 2015 pada hari sabtu tanggal 17 Oktober 2015 pukul 19.30 sampai selesai di Lapangan Merdeka Pariaman. Setelah mendapatkan perintah dari atasan untuk melakukan pengamanan, saya langsung melaksanakan tugas tersebut pada hari yang telah ditentukan.
• Pengamanan malam grand final pemilihan duta wisata/cik uniang & cik ajo dilakukan oleh gabungan anggota Polri, Satpol PP, Dishub dan BPBD Kota Pariaman. Setiap instansi terkait melakukan pengamanan sesuai dengan perintah masing-masing atasaan. Setelah mendapatkan perintah dari atasan untuk melakukan pengamanan, saya langsung melaksanakan tugas tersebut. Dalam Pengamanan Pemilihan Cik Uniang & Cik Ajo Kota Pariaman Tahun 2015, saya bekerja secara profesional. Saya berkoordinasi dengan Provos, Danton dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja lainnya. Kasi Tibum dan Tranmas menyuruh saya mengamankan antara tenda tempat duduk Walikota, Wakil Walikota, Sekda dan tamu undangan dengan tempat duduk para juri melaksanakan tugas.
• Karena ada masyarakat yang duduk di kursi tamu dan tidak mau disuruh panitia untuk berdiri. Panitia meminta bantuan Satpol PP untuk menangani hal tersebut. Kasi Tibum dan Tranmas menyuruh Provos Syahrial, saya dan rekan saya Atriosa dan Wahyu untuk membantu. Kami langsung menuju masyarakat tersebut dan memintanya berdiri. Awalnya masyarakat tersebut tidak mau berdiri, saya tetap memintanya berdiri dengan menjelaskan bahwa tempat duduk yang tersedia adalah untuk tamu undangan. Saya meminta masyarakat tersebut untuk mengerti dan bersedia berdiri. Akhirnya masyarakat tersebut bersedia berdiri dan meminta izin bisa berdiri didalam tenda, sayapun mengizinkannya asalkan tidak menghalangi tamu undangan masuk ketenda.
• Setelah tugas didalam tenda selesai dilaksanakan Provos Syahrial menugaskan saya, Atriosa dan Surya untuk berdiri digaris batas penonton. Selama pengamanan saya bersikap adil dengan tidak membeda-bedakan pelayanan terhadap masyarakat yang ingin menyaksikan pemilihan tersebut. Saat pengamanan ada masyarakat yang mengalami kendala dengan handphonenya, masyarakat tersebut meminta saya membantunya. Saya bersedia membantunya dengan mengambil handphone tersebut dan menyelesaikan permasalahannya.
• Selama berada dilapangan saya bersikap dengan sopan dan santun, dengan berbicara yang ramah dan tata cara yang beretika. Garis pembatas yang telah direntangkan oleh panitia, ditarik-tarik oleh seorang anak. Saya yang saat itu berada dekat garis tersebut, mendekati anak itu dan memintanya untuk tidak menarik-narik tali yang digunakan untuk garis. saya menjelaskan bahwa jika tali itu ditarik-tarik, bisa membuat tali itu putus, dan kalau putus nanti panitianya marah. Saya juga meminta ibunya bekerjasama melarang anaknya menarik-narik tali dan ibunya mengiyakan permintaan saya. Setelah mendapat persetujuan dari ibunya, saya kembali ketempat berdiri semula untuk melanjutkan pengamanan ditempat yang diperintahkan.
• Selama proses pengamanan, saya senantiasa memperhatikan keefektifan pengamana, dengan menjaga titik rawan atau titik bahaya. Provos Afrizon meminta saya untuk mengamankan area belakang pentas, tepatnya dekat pertokoan. Disana ada terdapat beberapa muda-mudi yang masih berkumpul. Saat itu sudah pukul 23.47 WIB. Saya mendekati muda-mudi tersebut dan bertanya kenapa berkumpul didepan toko tersebut. Muda-mudi tersebut menjelaskan bahwa mereka menunggu salah satu temannya yang menjadi salah seorang duta wisata. Untuk mencairkan suasana, kami saling bercanda dan saling bertanya jawab. Setelah mendapatkan keterangan dari mud-mudi tersebut, saya menemui Provos Afrizon dan menjelaskan keterangan yang didapat. Karena saat itu ada acara resmi, kami tidak menangkap muda-mudi tersebut, karena mereka hanya berkumpul dan belum menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan atau yang menjurus kepada tindakan yang dilarang. Jadi kami masih bisa membiarkan mereka berkumpul dan berbincang-bincang didepan toko tersebut. Tidak lama setelah itu mereka kepentas menemui duta wisata yang dikatakan tadi.
• Saat pengamanan saya juga peduli terhadap pedagang sekitar acara tersebut, dengan tidak meminta minuman atau makanan yang dijual oleh masyarakat sekitar tanpa membayarnya. Salah seorang rekan saya bernama Nia mengajak membeli minuman. Kami memesan minuman masing-masing kepada salah seorang pendagang yang berjualan didekat pentas. Setelah beberapa menit menunggu, pesan kami datang. Kami mengambil pesanan tersebut dan membayarnya sesuai harga yang dikatakan pedagang yaitu Rp.17.000,-. Setelah mendapatkan minuman, kami kembali kesudut pentas untuk melanjutkan pengamanan. Pengumuman hasil akhir Pemilihan Cik Uniang & Cik Ajo Tahun Kota Pariaman Tahun 2015 dilakukan sekitar pukul 00.15 WIB dini hari.
• Pada pukul 01.53 WIB Kasi Tibum dan tranmas mengizinkan kami pulang, karena Walikota, Wakil Walikota, dan Sekda beserta masing-masing rombongan sudah meninggalkan Lapangan Merdeka Pariaman. Sebelum pulang, kami memastikan situasi aman dan terkendali.
3. Kontribusi Kegiatan Terhadap Pimpinan
Pengamanan Malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata/Cik Uniang & Cik Ajo Kota Pariaman Tahun 2015 dapat membantu kelancaran dan keamanan acara, serta mewujudkan Perwako Nomor 32 Tahun 2014 tentang uraian tugas Satpol PP Kota Pariaman. Dengan berpedoman kepada SPT, anggota yang namanya tertulis dapat melaksanakan pengamanan sesuai dengan perintah yang diberikan. Perintah yang diberikan oleh Kasi Tibum dan Tranmas, Provos dan Danton dapat membantu memberikan petunjuk kepada anggota yang melaksanakan pengamanan. Pengamanan yang dilaksanakan juga untuk menjaga keamanan Walikota dan ibu Walikota, Wakil Walikota dan ibu Wakil Walikota, beserta para finalis Cik Uniang & Cik Ajo Kota Pariaman Tahun 2015. Pelaksanaan tugas yang sesuai dengan aturan dapat menjaga kepercayaan dan kepuasan Kasatpol PP kepada koordinator lapangan yang bertugas. Sehingga nama baik instansi Satpol PP tetap terjaga dan tidak menimbulkan kekecewaan.
4. Capaian Visi dan Misi Organisasi
Pengamanan Malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata/Cik Uniang & Cik Ajo Kota Pariaman Tahun 2015 dengan menggunakan nilai-nilai dasar ASN dapat mewujudkan pelaksanaan tugas sesuai dengan peraturan yang berlaku dan sesuai dengan yang diinginkan oleh pimpinan yang pastinya tidak keluar dari aturan-aturan yang berlaku, serta menciptakan ASN yang professional dalam melaksanakan tupoksi Satpol PP Kota pariaman. Sesuai dengan visi Satpol PP Kota Pariaman mewujudkan masyarakat Kota Pariaman yang tertib , aman dan nyaman. Dengan misi memelihara ketentraman, ketertiban umum dan menjadikan masyarakat mengerti dan mematuhi Perda dan keputusan Walikota Pariaman, meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, menjadikan personil Satpol PP yang professional dalam melaksanakan tugas dan meningkatkan sarana & prasarana yang menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Satpol PP.
I. Kegiatan 9
Kegiatan 9 Pengamanan Acara Puncak Festival Budaya Tabuik
Tanggal 25 Oktober 2015
Daftar Lampiran Foto, Video Dokumentasi dan SPT
1. Nilai-Nilai Dasar yang Melandasi dan Teknik Aktualisasi
• Akuntabilitas
Professional dengan teknik berpedoman kepada Perwako Nomor 32 Tahun 2014, Pasal 10 ayat (2).
• Etika Publik
Sopan dengan teknik mendekati dan berkomunikasi dengan masyarakat secara baik dan ramah
• Nasionalisme
Bekerjasama dengan teknik selalu berkomunikasi mengenai situasi-situasi yang terjadi dilapangan.
• Anti Korupsi
Disiplin dengan teknik datang dan pulang sesuai dengan ketetapan jam yang ada pada SPT/SPPD.
• Komitmen Mutu
Mutu dengan teknik tetap menjaga keamanan acara sampai acara tersebut selesai dan memberikan pelayanan sesuai dengan yang diharapkan,
2. Deskripsi Proses dan Kualitas Kegiatan
• Sesuai dengan SPT yang ditanda tangani oleh Kasatpol PP, Nomor:800/ /SPT/Sat Pol. PP – 2015, tanggal 25 Oktober 2015. Kasi Tibum dan Tranmas melalui Provos dan Danton memberikan perintah kepada setiap anggota yang namanya tertulis dalam SPT untuk melaksanakan Pengamanan Hoyak Tabuik Kota Pariaman Tahun 2015 pada hari minggu tanggal 17 Oktober 2015 pukul 07.30 sampai selesai di Lapangan Merdeka Pariaman dan Pantai Gandoriah. Saya langsung melaksanakan tugas tersebut pada hari yang telah ditentukan.
• Pengamanan pesta Hoyak Tabuik dilakukan oleh gabungan anggota TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan BPBD Kota Pariaman. Setiap instansi terkait melakukan pengamanan sesuai dengan perintah yang diberikan atasan, untuk perintah pada pengamanan ini diambil alih oleh Kapolres Kota Pariaman, AKBP. Riko Junaldi. Sebelum pelaksanaan pengamanan seluruh anggota dikumpulkan disepanjang jalan raya dekat tugu tabuik. Anggota dibagi menjadi beberapa kelompok dan saya mendapat tugas untuk melakukan pengamanan tabuik subarang bersama Provos Afrizon, Atriosa dan Metek Rusdi ditugu tabuik. Kami melaksanakan pengamanan bersama dengan anggota TNI, Polri, Dishub dan BPBD Kota Pariaman yang juga sudah dibagi.
• Setelah mendapatkan perintah saya langsung melaksanakan tugas tersebut. Dalam pengamanan Hoyak Tabuik Kota Pariaman Tahun 2015, saya bekerja secara profesional. Saya berkoordinasi dengan Provos, Danton, anggota Satpol PP dan aparat lainnya yang juga turut terlibat dalam pengamanan tabuik subarang tersebut.
• Provos Afrizon mengajak saya, Atriosa dan Metek Rusdi untuk membeli minuman, tidak hanya untuk kami, Provos Afrizon membeli satu dus muniman gelas untuk anak-anak tabuik subarang. Beliau meminta saya untuk mengantarkan ke anak-anak tabuik subarang. Saya mengangkat dus tersebut dan mengantarkannya ketempat yang disuruh. Selama dijalan saya meminta izin kepada penjual yang berjualan ditengah jalan untuk lewat disela-sela mereka dan mereka mengizinkan. Saat tiba didekat tabuik subarang, saya harus menunggu masyarakat yang sedang berfoto dulu. Setelah masyarakat tersebut selesai berfoto saya menyerahkan dus minuman yang saya bawa kepada salah seorang anak tabuik subarang. Untuk keluar dari keramaian disekitar tabuik saya meminta izin kepada masyarakat yang ada dikeramaian tersebut. Dengan lembut saya mengusap kepala seorang anak dan memintanya untuk bergeser member saya jalan. Sehingga saya bisa keluar dari keramaian tersebut.
• Selama melaksanakan tugas pengamanan saya bekerja secara professional, dengan melaksanakan tugas sesuai Perwako Nomor 32 Tahun 2014, Pasal 10 ayat (2), poin e tentang “melaksanakan kegiatan pengamanan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban serta kegiatan pemerintah lainnya”. Selama berada dilapangan saya bersikap sopan dalam mendekati dan berkomunikasi dengan masyarakat secara baik dan ramah. Saya bekerjasama dengan semua aparat yang ikut terlibat dalam pengamanan tersebut. Dengan teknik selalu berkomunikasi mengenai situasi-situasi yang terjadi dilapangan. Adzan zuhur berkumandang dimesjid terdekat, maka secara bergantian kami melaksanakan shalat zuhur terlebih dahulu. Setelah melaksanakan shalat zuhur barulah kami menikmati makan siang yang telah disediakan. Untuk tetap menjaga keamanan sekitar tabuik subarang, kami menikmati makan siang disekitar simpang tabuik dengan tetap memperhatikan keamanan disekitar.
• Setelah selesai makan siang, tibalah saatnya tabuik subarang diarak menuju Pantai Gandoriah. Saya bersama anggota yang terlibat dalam pengamanan tersebut meminta masyarakat yang lalu lalang disepanjang jalan yang akan ditempuh untuk segera ketepi. Semua itu dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak ada masyarakat yang terjatuh dan luka. Serta mencegah bahaya-bahaya lain yang ditimbulkan nantinya. Selama mengiringi pengarakkan tabuik subarang, saya membeli minuman kepada salah seorang pedagang minuman yang berjualan disekitar Lapangan Merdeka. Saya membeli tiga minuman gelas dan membayarnya sesuai dengan harga yang dikatakan pedagang, yaitu Rp.3.000,-. Minuman tersebut saya berikan kepada rekan-rekan yang berada didekat saya waktu itu. Proses mengarak tabuik ke Pantai Gandoriah membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Sekitar 100 meter didepan tabuik subarang ada tabuik pasa yang juga diarak menuju Pantai Gandoriah. Pengamanan dilakukan sampai kedua tabuik tiba di tepi Pantai Gandoriah. Kami harus melawan banyaknya debu waktu itu, terlebih ditambah kabut asap yang cukup pekat.
• Adzan ashar telah terdengar, maka saya dan Atriosa melaksanakan shalat ashar dimushala dekat Pantai Gandoriah. Selama melaksanakan tugas pengamanan, saya berlaku disiplin. Saya datang dan pulang sesuai dengan ketetapan jam yang ada pada SPT. Pengamanan dilakukan sampai pukul 18.37 WIB. Saya tetap menjaga mutu dalam menjalankan tugas pengamanan tersebut dengan tetap menjaga keamanan acara sampai acara tersebut selesai dan memberikan pelayanan sesuai dengan yang diharapkan. Walau adzan magrib sudah berkumandang, kami tetap melaksanakan pengamanan. Karena saya bersama dengan dua rekan Satpol PP sedang melaksanakan pengamanan terhadap Wakil Walikota Pariaman bersama Ibu Wakil Walikota yang tengah berbincang bersama Kapolres Kota Pariaman dan Kadis Budaya dan Pariwisata.
• Setelah perbincangan selesai kami bertiga mengiringi Wakil Walikota dan Ibu Wakil Walikota menuju mobil untuk meninggalkan Pantai Gandoriah. Setelah mobil yang bernomor polisi BA 5 W tersebut pergi barulah kami kembali ke pantai untuk mendapat perintah selanjutnya. Berhubung waktu maghrib sudah masuk dan hampir beralih kewaktu shalat isya. Maka Kasi Tibum dan Tranmas mengizinkan kami untuk pulang. Sebelum meninggalkan Pantai gandoriah, terlebih dahulu kami berkoordinasi dengan anggota yang terlibat pengamanan bahwa situasi disekitar Pantai gandoriah dipastikan aman. Setelah dinyatakan aman dan terkendali, barulah kami meninggalkan Pantai gandoriah dan menuju rumah masing-masing.
3. Kontribusi Kegiatan Terhadap Pimpinan
Pengamanan Hoyak Tabuik dapat membantu kelancaran dan keamanan acara, serta menjalankan tugas sesuai dengan Perwako Nomor 32 Tahun 2014 tentang uraian tugas Satpol PP Kota Pariaman. Dengan berpedoman kepada SPT, anggota yang namanya tertulis dapat melaksanakan pengamanan sesuai dengan perintah yang diberikan. Pembagian tugas oleh Kapolres Kota Pariaman membuat pengamanan menajdi lebih efisien dan efektif. Perintah yang diberikan oleh Kasi Tibum dan Tranmas, Provos dan Danton dapat membantu memberikan petunjuk kepada anggota yang melaksanakan pengamanan. Pengamanan yang dilaksanakan juga untuk menjaga keamanan Walikota dan Ibu Walikota, Wakil Walikota dan Ibu Wakil Walikota, Sekda dan Ibu Sekda beserta tamu VIP . Karena keamanan kepala daerah dan wakil kepala daerah Kota Pariaman berserta tamunya merupakan tanggung jawab Kasatpol PP Kota Pariaman beserta jajaran yang ada dibawahnya. Pelaksanaan tugas yang sesuai dengan aturan dapat menjaga kepercayaan dan kepuasan Kasatpol PP kepada koordinator lapangan yang bertugas. Sehingga nama baik instansi Satpol PP tetap terjaga dan tidak menimbulkan kekecewaan bagi kepala daerah, wakil kepala daerah beserta jajarannya.
4. Capaian Visi dan Misi Organisasi
Pengamanan Hoyak Tabuik dengan menggunakan nilai-nilai dasar ASN, akan mewujudkan pengamanan acara sesuai dengan yang diinginkan, serta menciptakan ASN yang professional. Sesuai dengan visi Satpol PP Kota Pariaman mewujudkan masyarakat Kota Pariaman yang tertib , aman dan nyaman. Dengan misi memelihara ketentraman, ketertiban umum dan menjadikan masyarakat mengerti dan mematuhi Perda dan keputusan Walikota Pariaman, meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, menjadikan personil Satpol PP yang professional dalam melaksanakan tugas dan meningkatkan sarana & prasarana yang menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Satpol PP.

BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Proses aktualisasi nilai-nilai dasar ASN dapat diwujudkan dalam setiap kegiatan yang dilakukan selama masa off kampus. Pengaktualisasian nilai-nilai dasar sukses dilakukan, walau menemui beberapa tantangan atau hambatan. Namun semua itu tidak terlalu menghalangi pengaktualisasian dilapangan. Tantangan dan hambatan yang ditemui dapat dijadikan sebagai wadah pembelajaran baru dalam pengaktualisasian kedepannya. Proses aktualisasi nilai-nilai ASN dapat dimasukkan kedalam kategori baik. Karena mencapai keberhasilan dalam penerapan nilai-nilai ASN untuk setiap kegiatan yang dilakukan. Sehingga kelima nilai ANEKA terdapat dalam setiap kegiatan.
Pemahaman mengenai nilai ANEKA tersebut membantu dalam pelaksanaan setiap kegiatan. Kegiatan yang dilakukan menjadi lebih terstruktur dan sistematis. Keprofesionalan dan rasa tanggungjawab menjadi semakin tinggi. Rasa nasionalisme dalam bertugas semakin erat. Dalam melaksanakan tugas lebih menjaga etika dalam semua bidang. Motivasi untuk menjaga mutu pekerjaan menjadi semakin tinggi. Keberanian untuk menjauhkan diri dari sogokkan dan gratifikasi semakin kokoh. Segala kegiatan yang dilakukan menjadi lebih terkontrol dan tidak lagi asal-asalan.
Keberhasilan penerapan nilai ANEKA dalam setiap kegiatan, dilandasi dari keberhasilan penyampaian materi selama masa Diklat oleh widiaiswara-widiaiswara. Setiap widiaiswara menjelaskan materi masing-masing dengan jelas dan terinci. Materi yang diberikan disertai pula dengan contoh-contoh, sehingga materi tersebut dapat dengan mudah dipahami. Sikap terbuka dari semua widiaiswara membuat peserta turut aktif dalam proses penerimaan materi. Peserta tidak hanya menerima, tetapi juga memberi umpan balik kepada widiaiswara dan peserta lainnya. Sehingga komunikasi yang terjadi selama penerimaan tidak komunikasi satu arah, namun menjadi komunikasi dua arah yang mengandung unsur aksi dan reaksi.
B. SARAN
Saran yang ingin disampaikan bagi penulis dan semua pembaca adalah selama melaksanakan kegiatan pelayanan publik, disarankan untuk menerapkan nilai-nilai ANEKA. Penerapan nilai-nilai ANEKA tidak hanya pada kegiatan tertentu saja. Namun terapkan dalam semua kegiatan yang dilakukan. Nilai-nilai ANEKA yang diterapkan jangan hanya satu saja, namun terapkanlah semua nilai yang ada. Karena semua nilai dapat diterapkan dalam setiap kegiatan. Jadi, keberhasilan sebagai pelayan publik dapat diukur dari keberhasilan dalam mengaktualisasikan kelima nilai dasar ASN tersebut.
Pahamilah setiap nilai-nilai ASN yang ada. Pemahaman yang mendalam terhadap nilai-nilai tersebut dapat membantu mengontrol pelayan publik dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Penerapan nilai-nilai ASN dapat mewujudkan terciptanya ASN yang berkualitas, seperti yang diinginkan dalam Undang-Undang ASN. Keberhasilan perwujudan menjadi ASN yang berkualitas turut member dampak positif bagi kemajuan negara. Maka dari itu disarankan setiap pelayan publik untuk mengetahui, memahami dan mewujudkan niali-nilai dasar ASN yang ada, agar menjadi ASN yang didamba-dambakan.
Selama pelaksanaan diklat mengenai nilai-nilai dasar ASN, disarankan widiaiswara untuk memberikan atau menyampaikan materi secara aktif dan kreatif. Hindari penyampaian materi yang monoton dan kaku, untuk menghindari kebosanan pada peserta diklat. Karna jika peserta diklat bosan, maka materi yang disampaikan tidak akan diserap dan dipahami. Akibatnya peserta tidak mampu menjadi ASN yang sesuai dengan harapan Undang-Undang ASN yang berlaku. Disarankan juga untuk menghindari komunikasi satu arah dengan menciptakan komunikasi dua arah. Agar peserta diklat mudah bertanya jawab dengan widiaiswara dan menjadi lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Peserta diklatpun dapat lebih aktif, tidak hanya menerima tanpa member umpan balik.

DAFTAR PUSTAKA

Basing dan Bayu Hikmat Purwana. 2015. Aktualisasi “Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta : Lembaga Administrasi Nasional.
Kumorotomo, Wahyudi, dkk. 2015. Etika Publik “Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta : Lembaga Administrasi Nasional.
Kusumasari, Bavaola, dkk. 2015. Akuntabilitas “Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta : Lembaga Administrasi Nasional.
Latief, Yudi, dkk. 2015. Nasionalisme “Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta : Lembaga Administrasi Nasional.
Tim Penulis Komisi Pemberantasan Korupsi. 2015. Aktualisasi “Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta : Lembaga Administrasi Nasional.
Yuniarsih, Tjutju dan Muhammad Taufiq. 2015. Komitmen Mutu “Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta : Lembaga Administrasi Nasional.

Merah Strip Kuningku

beberapa tahun silam kau hadir dikehidupanku

awal melihatmu terasa begitu aneh

aneh dengan segala tampilanmu

terbesit dihati untuk sekedar coba-coba

yah,

sekedar iseng-isenglah bahasa kerennya

waktu mulai berjalan

mulai terasa merasuk kehati dan kehidupan

perlahan mulai berat melepasnya

hingga sekarang kumerasakan

hidupku lebih berarti denganmu

cinta padamu tumbuh dihatiku

tempat untukmu takkan tergantikan

dan takkan pernah tergantikan

kau kekal abadi ditempatmu

 

kenapa sering sekali ikut campur urusan orang lain

tolonglah

urusi saja urusan sendiri-sendiri

pastilah hidup ini terasa indah

giliran yang jelek aja cepat nyebarnya

eh

yang baik disimpan rapat

bahkan diputar balikkan

semoga saja

ada belaian yang merubah semuanya

zupeah

ketika seribu orang memiliki sejuta alasan menjatuhkanmu

maka dirimu memiliki berjuta-juta alalsan untuk bangkit

karna baik tidak hdupmu

ditentukan oleh dirimu sendiri

untk apa mendengar sejuta ocehan

jika itu hanya menjatuhkanmu

lebih baik mendengar kicauan burung-burung

lebih menenangkan telinga, pikiran dan hatimu

hidupmu tak tergantung pada

DIA

DIA

DIA

atau bahkan MEREKA

karna tak ada satupun yang sepenuhnya ada dalam hidupmu

so,,,

hiduplah sebahagianya

namun selalu dalam jalurnya

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Rencana Induk Konektivitas ASEAN Diluncurkan
Laporan wartawan KOMPAS M Fajar Marta
Jumat, 17 Desember 2010 | 13:08 WIB

ist

HO CHI MINH CITY, KOMPAS.com — Rencana induk atau master plan Konektivitas ASEAN (ASEAN Connectivity) diluncurkan di Ho Chi Minh City, Jumat (17/12/2010). Cetak biru Konektivitas ASEAN ini akan diimplementasikan mulai 2011-2015.

Peluncuran tersebut berbarengan dengan simposium sosialisasi cetak biru Konektivitas ASEAN yang dihadiri perwakilan negara-negara ASEAN yang tergabung dalam Gugus Tugas Tingkat Tinggi (High Level Task Force) tentang Konektivitas ASEAN. Dalam gugus tersebut, Indonesia diwakili oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono.

Bambang menjelaskan Konektivitas ASEAN merupakan inisiatif untuk meningkatkan konektivitas di antara negara-negara anggota ASEAN melalui keterhubungan fisik, kelembagaan, dan orang ke orang yang dirasakan penting dalam membangun komunitas bersama ASEAN.

Konektivitas ASEAN terdiri dari konektivitas fisik, konektivitas kelembagaan, dan konektivitas orang ke orang. Konektivitas fisik meliputi jaringan transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, serta energi. Konektivitas kelembagaan meliputi  fasilitasi dan liberalisasi perdagangan, perjanjian perdagangan ASEAN, standar dan kesesuaian, ASEAN single window, integrasi cukai, fasilitasi dan liberalisasi investasi, perjanjian komprehensif investasi ASEAN, liberalisasi jasa dan pengaturan pengenalan bersama (mutual recognition arrangemnets), perjanjian transportasi regional, serta program peningkatan kapasitas. Adapun konektivitas orang ke orang, meliputi pendidikan, budaya, dan pariwisata.

Wartawan Kompas, Fajar Marta, melaporkan dari Ho Chi Minh City,  peluncuran rencana induk merupakan kelanjutan dari pembahasan Konektivitas ASEAN dalam pertemuan tingkat tinggi pemimpin ASEAN ke-15 di Cha-am Hua Hin, Thailand, pada 24 Oktober 2009.

Ide meningkatkan konektivitas di kawasan ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi ekonomi dan masyarakat negara anggota ASEAN sekaligus berkontribusi dalam pembentukan komunitas bersama ASEAN 2015.

Selain itu, ide konektivitas ini juga untuk meningkatkan nilai strategis dari kawasan ASEAN yang berada pada jantung perekonomian dunia baru yang tengah tumbuh, berbatasan dengan India di barat, China-Korea-Jepang di timur utara, serta Australia-Selandia Baru di selatan.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Ekonomi Asean Sundram Pushpanathan mengatakan, meningkatkan konektivitas ASEAN juga akan memperkuat posisi ASEAN sebagai hub kawasan Asia Timur sekaligus mempertahankan peran sentralnya di kawasan Asia dan di dunia.

Smaller Reset Larger
Washington Times

Studi: Teknologi Informasi Bikin Manusia Hidup di

Orang-orang menikmati beselancar di Kafe Internet (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON–Kemudahan komunikasi yang ditawarkan teknologi abad 21 seperti surat elektronik dikhawatirkan peneliti di Inggris akan menjadikan manusia seolah hidup dalam “laboratorium percobaan”.

Nicholas Carr, mantan editor eksekutif dari Harvard Business Review mengatakan arus informasi secara berlebihan menjadikan komunikasi yang terbangun dalam interaksi sosial menjadi sia-sia. Artinya, manusia tidak butuh lagi berkomunikasi dengan manusia lain secara nyata lantaran disuapi arus informasi tangan kedua.

“Arus informasi yang berlebihan memungkinkan seseorang terkena sindrom Distribute Attention Disorder (DAD) atau sindrom terbaginya perhatian terhadap informasi,” papar Carr.

Ia menyebutkan berdasar data, sebagian besar pekerja kantoran memeriksa email mereka sampai 30 kali satu jam.  “Apa yang membuat pesan digital menjadi lebih menarik adalah ketidakpastian mereka. Selalu ada kemungkinan bahwa sesuatu yang penting sedang menunggu kita di kotak masuk,” papar dia seperti dikutip Dailymail, awal pekan.

Carr mengingatkan terhadap konsekuensi yang tak terlihat pada kesehatan otak manusia sebagai akibat kecanduan pesan digital. Perkataan Carr terbukti. Satu bulan terakhir ilmuwan paling terkemuka di negara itu telah memperingatkan kepada masyarakat ihwal obesesi terhadap situs jejaring sosial yang berpotensi merubah cara kerja otak seseorang.

Pakar tersebut, Susan Greenfield, meyakini penggunaan internet dalam batas berlebihan menyebabkan pendeknya rentang perhatian, mendorong kepuasan instan dan kehilangan rasa empati. Senada dengan Greenfield, pakar syaraf menyimpulkan teknologi diduga berada di balik peningkatan ‘mengkhawatirkan’ dalam gangguan perhatian dan pertumbuhan konsumsi obat anti-hiperaktif, Ritalin.

“Menggunakan mesin pencari untuk menemukan fakta-fakta mungkin menghalangi kemampuan kita untuk belajar. sementara permainan komputer mungkin membuat kita lebih sembrono,” ujarnya. “Kita harus mengendalikan kehidupan kita sendiri dan masyarakat. Jika kita tidak, siapa lagi yang akan memulainya,” imbuhnya.

Secara terpisah, Maryanne Wolf, ahli syaraf kognitif dari Tufts University of Massachusetts mengatakan cara kerja otak diasah melalui membaca buku akan hilang manfaatnya saat individu lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer. “Butuh waktu untuk berpikir secara mendalam tentang informasi dan kita akan menjadi terbiasa untuk pindah ke gangguan berikutnya,” pungkasnya.

 

<!–/ halaman berikutnya–>

TIMNAS INDONESIA

Peringkat Timnas Indonesia di FIFA Melesat
Posisi Indonesia naik 8 peringkat dari bulan sebelumnya yang menempati peringkat 135.
Jum’at, 17 Desember 2010, 10:14 WIB

Amril Amarullah

VIVAnews – Sukses di Piala AFF 2010 tanpa terkalahkan sejak babak penyisihan, peringkat Indonesia naik ke posisi 127 dalam daftar peringkat yang dirilis oleh FIFA, Jumat, 17 Desember 2010. Posisi Indonesia naik 8 peringkat dari bulan sebelumnya yang menempati peringkat 135.

Seperti dilansir dari situs resmi FIFA, Indonesia mengumpulkan 211 poin. Peringkat Indonesia mengungguli tiga semifinalis Piala AFF 2010 lainnya yakni Malaysia peringkat 144, Vietnam peringkat 137 sementara Filipina peringat 150 terbawah di Asia Tenggara yang mengikuti Piala AFF.

Sementara Thailand unggul enam poin dari Indonesia dengan berada di peringkat 121, sementara Singapura menurun menjadi 140 yang sebelumnya diperingkat 127 dunia.

Sedangkan di peringkat pertama masih di tempati oleh juara Piala Dunia 2010, Spanyol diikuti Belanda, Jerman, Brazil dan Argentina.

Beberap waktu lalu Deputi Bidang Teknis BTN Iman Arif menyatakan, Indonesia berpeluang memperbaiki ranking dunia bulan Desember saat digelar piala AFF 2010 dan itu terbukti. Peringkat Indonesia akan naik bila timnas Indonesia sukses. “Bila kita sukses di AFF, otomatis peringkat kita naik juga,” jelasnya.

Berikut 10 Besar peringkat FIFA Desember 2010:

1. Spanyol 1887
2. Belanda 1723
3. Germany 1485
4. Brazil 1446
5. Argentina 1338
6. Inggris 1195
7. Uruguay 1152
8. Portugal 1090
9. Mesir 1078
10. Kroasia 1075
127. Indonesia 211

Piala AFF 2010

Timnas Indonesia Berpeluang ke Final

Kamis, 16/12/2010 – 21:07

JAKARTA, (PRLM).- Timnas Indonesia membuka peluang maju ke final setelah menang tipis 1-0 langsung atas Filipina pada putaran pertama semi final Piala Suzuki AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Kamis malam.

Dengan hasil itu pada partai putaran kedua semi final, 19 Desember mendatang di tempat yang sama Gonzalez dkk hanya membutuhkan hasil draw untuk maju ke final.

Sejak wasit Moradi Masoud Hasanalo (Iran) membunyikan peluit kick-off, Filipina justru mengambil alih inistiatif serangan lewat pemain sayap kiri mereka. Sementara Gonzalez dkk hanya mengandalkan serangan balik.

Namun menit 32 melalui sebuah serangan di rusuk kiri pertahanan Filipina, kapten tim Indonesia Firman Utina melepaskan umpan silang ke tiang jauh. Penjaga gawang Dula mencoba melompat tetapi gagal menghalau bola dan Gonzalez menyambut bola ke gawang kosong dengan sundulan kepalanya, 1-0.

Gol ini diambut lonjakan gembira Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berada di tribun kehormatan. Meski kedua tim berupaya keras menjebol gawang lawan, namun kedudukan 1-0 bertahan hingga bubaran. (A-26).***

Timnas Indonesia Bakal Jajal Brasil dan Argentina

Tribunnews.com – Jumat, 13 Agustus 2010 22:49 WIB
Timnas Indonesia Bakal Jajal Brasil dan Argentina
arenabola
Tim Nasional Indonesia

TRIBUNNEWS.COM – Jelang Piala AFF 2010 dan Sea Games 2011, Timnas Indonesia berencana jajal kekuatan Argentina dan Brasil, dalam laga uji coba. Tim Tango 80 persen menyatakan kesediannya hadir di tanah air.

Badan Tim Nasional (BTN), berencana mendatangkan Brasil (7 September) dan Argentina (12 Oktober) mendatang. “BTN menerima tawaran dari Argentina dan Brasil untuk melakukan pertandingan friendly. Namun, belum ada persetujuan antara kami. Saya masih nego harga dengan kedua tim itu,” ujar Ketua BTN, Iman Arif, di Kantor Menegpora, Senayan, Jakarta.

Iman mengaku, ongkosnya masih terlalu tinggi. Brasil dan Argentina menawarkan harga sebesar 1,5 juta dolar Amerika atau sekitar Rp.13, 4 miliar. Jalan keluarnya, BTN akan melakukan bidding dengan pihak lain. “Kami akan cari promotor yang berminat kerjasama, nanti hasilnya kita sharing. Sebelumnya, kami akan minta uang muka kepada promotor tersebut. Duitnya, bisa dipakai buat pembinaan dan pelatihan timnas,” tambahnya.

“Kabar terakhir, Argentina turunkan harga sebesar 1,2 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 11 miliar. Argentina sendiri dalam angka sudah setuju 80%, sisanya hanya masalah teknis. Namun, itu kembali kemasalah tingginya ongkos tadi. Selain itu, bagaimana juga PSSI menanggapinya. Saya sendiri kemungkinan hanya bisa memberikan akomodasi dan transportasi,” kata Iman.

Selain mau mendatangkan Brasil dan Argentina, BTN juga berminat mengundang U-21 Arsenal (revers). “Kalau Arsenal U-21 bisa gratis. Paling hanya menyediakan akomodasi dan transportasi. Hal itu, bisa kami penuhi,” jelas Iman.

Menurut jadwal, timnas Merah-Putih juga akan melakukan uji coba melawan Korea Selatan, selandia Baru, Jepang, dan Australia. Namun Iman menjelaskan, semuat tim tersebut masih dalam proses. “Semuanya masih dalam negosiasi. Tapi, kami akan mengupayakan banyak uji coba sebagai bagian persiapan timnas jelang Sea Games dan Piala AFF. Kerena, semakin banyak melakukan uji coba, mental para pemain akan terasah dan terbentuk,” pungkas Iman. (bola)


CARA MENGHORMATI JASA PAHLAWAN NASIONAL

Siapa Pemegang Gelar Pahlawan Pertama?

Senin, 22 November 2010 – 07:09 wib

<!–div> text TEXT SIZE :   </div–>

Ajat M Fajar – Okezone

TMP Kalibata

Untuk mendapat merdeka dari cengkraman bangsa penjajah, banyak para pendahulu kita yang rela mati mengorbankan harta, keluarga, perasaan, waktu, tenaga, pikiran dan bahkan nyawa. “Merdeka atau Mati” adalah jiwa mereka karena tidak rela dijadikan budak para penjajah yang kejam menindak bangsa Indonesia selama lebih dari 350 tahun.

Oleh karena itu jangan disia-siakan seperti sekarang ini negara kita walah sudah lama merdeka tetapi tidak maju-maju dan bahkan bisa jadi masih dalam tangan penjajahan modern yang samar-samar. Jangan buat arwah para pahlawan pejuang kemerdekaan Indonesia menangis di alam sana yang melihat generasi pengisi kemerdekaan yang memalukan, tidak berguna dan tidak dapat diandalkan. Kalau mereka tahu masa depan negara ini mungkin mereka tidak akan mau berjuang dan lebih memilih jadi pecundang yang terus lari dari penjajah.

Dengan demikian jelaslah bahwa kita sebagai generasi penerus perlu untuk mengisi kemerdekaan ini dengan sesuatu yang berguna yang dapat membuat para pahlawan bangga kepada kita. Hindari melakukan tindakan yang menjadikan kita pengkhianat bangsa, tidak tahu diuntung, generasi tidak berguna, hedonis, atheis dan lain sebagainya.

Beberapa Cara Untuk Mengisi Kemerdekaan Indonesia Yang Baik :
1. Belajar dengan baik bagi pelajar dan mahasiswa serta bekerja dengan baik bagi yang sudah bekerja lagi halal.

2. Menjaga keamanan dan ketertiban nasional dari segala bentuk ancaman pihak dalam maupun luar.

3. Menjalankan pancasila, peraturan perundang-undangan yang berlaku, aturan agama, serta
budaya dalam masyarakat dengan baik dan benar.

4. Saling menghormati dan menghargai sesama anggota masyarakat dengan menerapkan musyawarah mufakat, tepo seliro, gotong royong, toleransi, dan lain sebagainya.

5. Mencintai produk dalam negeri dengan menggunakan dan mengembangkan hasil produksi dalam negeri daripada produk luar negeri.

6. Tidak melakukan perbuatan sia-sia yang tidak memberi manfaat seperti begadang, hura-hura, madat, tawuran, dugem, clubbing, nongkrong di mall, melakukan tindak kenakalan, dan lain sebagainya.

7. Rela berkorban dalam bela negara ketika kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia diinjak-injak bangsa asing.

8. Memupuk semangat untuk maju dan menyetarakan diri dari bangsa-bangsa yang telah maju dengan cara-cara yang baik demi terciptanya tujuan nasional seperti kesejahteraan rakyat dan terciptanya kedamaian di dunia.

9. Berperan aktif dalam pembangunan negara dan daerah lingkungan sekitar serta menjaga kondisi tersebut tetap dalam kondisi yang baik.

10. Serius dalam melaksanakan peringatan kemerdekaan dan juga dalam mengikuti mengheningkan cipta untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Tak lupa berikan doa kepada para pahlawan agar Tuhan Yang Maha Esa menerima mereka di sisiNya.

Ir H Djuanda Kartawidjaja (1911-1963)
Pendeklarasi Negara Kepulauan

Perdana Menteri Ir H Djuanda Kartawidjaja, pada 13 Desember 1957 mendeklarasikan bahwa Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan. Pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 14 Januari 1911, itu dengan kepemimpinan yang berani dan visioner mendeklarasikan bahwa semua pulau dan laut Nusantara adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan (wawasan nusantara). Maka sangat bijak ketika hari Deklarasi Djuanda itu kemudian melalui Keppres No.126/2001 dikukuhkan sebagai Hari Nusantara.

Ir H Djuanda Kartawidjaja, lulusan Technische Hogeschool (Sekolah Tinggi Teknik) – sekarang Institut Teknologi Bandung (ITB), yang beberapa kali menjabat menteri di antaranya Menteri Perhubungan, Pengairan, Kemakmuran, Keuangan dan Pertahanan, itu sebelumnya sangat risau melihat pengakuan masyarakat internasional kala itu yang hanya mengakui bahwa batas laut teritorial selebar 3 mil laut terhitung dari garis pantai terendah. Itu artinya pulau-pula Nusantara dalam wilayan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamirkan 17 Agustus 1945, adalah pulau-pulau yang terpisah-pisah oleh perairan (lautan) internasional (bebas).

Negara-negara lain, terutama Amerika Serikat dan Australia, sangat berkepentingan mempertahankan kondisi pulau-pulau Indonesia yang terpisah-pisah itu. Tetapi PM Djuanda dengan berani mendobrak kepentingan negara-negara maju itu.

Dengan berani dia mengumumkan kepada dunia (Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957) bahwa segala perairan di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk dalam daratan Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya, adalah bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian dari perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan Negara Republik Indonesia.

Djuanda, dengan berani mengumumkan kepada dunia, bahwa wilayah laut Indonesia tidaklah sebatas yang diatur dalam Territoriale Zee Maritiem Kringen Ordonantie (ordonansi tentang laut teritorial dan lingkungan maritim) 1939, tetapi wilayah laut Indonesia adalah termasuk laut di sekitar, diantara, dan di dalam Kepulauan Indonesia.

Deklarasi tiu juga menyatakan penentuan batas laut 12 mil yang diukur dari garis-garis yang menghubungkan titik terluar pada pulau-pulau Negara Republik Indonesia akan ditentukan dengan Undang-undang.

Deklarasi itu ditentang oleh Amerika Serikat dan Australia. Namun, Djuanda dan para penerus dalam pemerintahan berikutnya, di antaranya Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja dan Prof Dr Hasyim Djalal, dengan gigih berjuang melalui diplomasi sehingga konsepsi negara nusantara tersebut diterima dan ditetapkan dalam Konvensi Hukum Laut PBB, United Nation Convention on Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

Dengan demikian, Indonesia menjadi negara kepulauan dan maritim terbesar di dunia. Memiliki wilayah laut seluas 5,8 juta km2 yang merupakan tiga per empat dari keseluruhan wilayah Indonesia. Di dalam wilayah laut itu terdapat sekitar 17.500 lebih dan dikelilingi garis pantai sepanjang 81.000 km, yang merupakan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.

Deklarasi Djuanda secara geo-politik memiliki arti yang sangat strategis bagi kesatuan, persatuan, pertahanan dan kedaulatan serta kemajuan Indonesia. Deklarasi Djoeanda dapat disebut merupakan pilar utama ketiga dari bangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tiga pilar utama tersebut adalah: (1) Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang merupakan pernyataan Kesatuan Kejiwaan Indonesia; (2) Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai pernyataan kemerdekaan NKRI; Delarasi Djuanda 13 Desember 1957 sebagai pernyataan Kesatuan Kewilayahan Indonesia (darat, laut dan udara).

Secara geo-ekonomi Deklarasi Djuanda juga strategis bagi kejayaan dan kemakmuran Indonesia. Sebagai negara kepulauan dan maritim terbesar di dunia, Indonesia memiliki kekayaan laut yang sangat besar dan beraneka-ragam, baik berupa sumberdaya alam terbarukan (seperti perikanan, terumbu karang, hutan mangrove, rumput laut, dan produk-produk bioteknologi), sumberdaya alam yang tak terbarukan (seperti minyak dan gas bumi, emas, perak, timah, bijih besi, bauksit, dan mineral lainnya), juga energi kelautan seperti pasang-surut, gelombang, angin, dan OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion), maupun jasa-jasa lingkungan kelautan seperti pariwisata bahari dan transportasi laut.

Abdi Negara
Ir Djuanda seorang abdi negara dan abdi masyarakat. Dia seorang pegawai negeri yang patut diteladani. Meniti karir dalam berbagai jabatan pengabdian kepada negara dan bangsa. Semenjak lulus dari Technische Hogeschool (1933) dia memilih mengabdi di tengah masyarakat. Dia memilih mengajar di SMA Muhammadiyah di Jakarta dengan gaji seadanya. Padahal, kala itu dia ditawari menjadi asisten dosen di Technische Hogeschool dengan gaji lebih besar.

Setelah empat tahun mengajar di SMA Muhammadiyah Jakarta, pada 1937, Djuanda mengabdi dalam dinas pemerintah di Jawaatan Irigasi Jawa Barat. Selain itu, dia juga aktif sebagai anggota Dewan Daerah Jakarta.

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, tepatnya pada 28 September 1945, Djuanda memimpin para pemuda mengambil-alih Jawatan Kereta Api dari Jepang. Disusul pengambil-alihan Jawatan Pertambangan, Kotapraja, Keresidenan dan obyek-obyek militer di Gudang Utara Bandung.

Kemudian pemerintah RI mengangkat Djuanda sebagai Kepala Jawatan Kereta Api untuk wilayah Jawa dan Madura. Setelah itu, dia diangkat menjabat Menteri Perhubungan. Dia pun pernah menjabat Menteri Pengairan, Kemakmuran, Keuangan dan Pertahanan. Beberapa kali dia memimpin perundingan dengan Belanda. Di antaranya dalam Perundingan KMB, dia bertindak sebagai Ketua Panitia Ekonomi dan Keuangan Delegasi Indonesia. Dalam Perundingan KMB ini, Belanda mengakui kedaulatan pemerintahan RI.

Djuanda sempat ditangkap tentara Belanda saat Agresi Militer II tanggal 19 Desember 1948. Dia dibujuk agar bersedia ikut dalam pemerintahan Negara Pasundan. Tetapi dia menolak.

Dia seorang abdi negara dan masyarakat yang bekerja melampaui batas panggilan tugasnya. Mampu menghadapi tantangan dan mencari solusi terbaik demi kepentingan bangsa dan negaranya. Karya pengabdiannya yang paling strategis adalah Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957.

Dia seorang pemimpin yang luwes. Dalam beberapa hal dia kadangkala berbeda pendapat dengan Presiden Soekarno dan tokoh-tokoh politik lainnya. Djuanda meninggal dunia di Jakarta 7 November 1963 dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Namanya di abadikan di Bandung jadi nama jalan yang terkenal yaitu Jalan Dago terus jadi nama salah satu kawasan hutan Di Dago Pakar Bandung : Taman Hutan Raya IR. H. Djuanda

Ki Hajar Dewantara

Kaskus ID : capt_alfons

Kategori : Pahlawan dan Tokoh Nasional

Bentuk karya : Artikel + Gambar

Sumber : http://kolom-biografi.blogspot.com/2…dewantara.html

Keterangan : Biografi Ki Hajar Dewantara (Sang Pahlawan Dunia Pendidikan RI)

Quote:
Ki Hajar Dewantara Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.

Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.

Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, ia mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka.

Mereka berusaha mendaftarkan organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda. Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg berusaha menghalangi kehadiran partai ini dengan menolak pendaftaran itu pada tanggal 11 Maret 1913. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.

Kemudian setelah ditolaknya pendaftaran status badan hukum Indische Partij ia pun ikut membentuk Komite Bumipoetra pada November 1913. Komite itu sekaligus sebagai komite tandingan dari Komite Perayaan Seratus Tahun Kemerdekaan Bangsa Belanda. Komite Boemipoetra itu melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang bermaksud merayakan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya untuk membiayai pesta perayaan tersebut.

Sehubungan dengan rencana perayaan itu, ia pun mengkritik lewat tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga). Tulisan Seandainya Aku Seorang Belanda yang dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dekker itu antara lain berbunyi:

“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu.
Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun”
.

Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukuman tanpa proses pengadilan, berupa hukuman internering (hukum buang) yaitu sebuah hukuman dengan menunjuk sebuah tempat tinggal yang boleh bagi seseorang untuk bertempat tinggal. Ia pun dihukum buang ke Pulau Bangka.

Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo merasakan rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil. Mereka pun menerbitkan tulisan yang bernada membela Soewardi. Tetapi pihak Belanda menganggap tulisan itu menghasut rakyat untuk memusuhi dan memberontak pada pemerinah kolonial. Akibatnya keduanya juga terkena hukuman internering. Douwes Dekker dibuang di Kupang dan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda.

Namun mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda karena di sana mereka bisa memperlajari banyak hal dari pada didaerah terpencil. Akhirnya mereka diijinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman.

Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran, sehingga Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berhasil memperoleh Europeesche Akte.
Kemudian ia kembali ke tanah air di tahun 1918. Di tanah air ia mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan.

Setelah pulang dari pengasingan, bersama rekan-rekan seperjuangannya, ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.

Tidak sedikit rintangan yang dihadapi dalam membina Taman Siswa. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932. Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya, sehingga ordonansi itu kemudian dicabut.

Di tengah keseriusannya mencurahkan perhatian dalam dunia pendidikan di Tamansiswa, ia juga tetap rajin menulis. Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Tulisannya berjumlah ratusan buah. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.

Sementara itu, pada zaman Pendudukan Jepang, kegiatan di bidang politik dan pendidikan tetap dilanjutkan. Waktu Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943, Ki Hajar duduk sebagai salah seorang pimpinan di samping Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta dan K.H. Mas Mansur.

Setelah zaman kemedekaan, Ki hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957.

Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu, ia meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di sana.

Kemudian oleh pihak penerus perguruan Taman Siswa, didirikan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Tamansiswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis, pendidik, budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional.

Bangsa ini perlu mewarisi buah pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial, dan sebagainya, serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi.

Hari lahirnya, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan).

capt_alfons is offline QUOTE

// <![CDATA[// 0) ? toFixedFix(n, prec) : toFixedFix(Math.round(n), prec); //fix for IE parseFloat(0.55).toFixed(0) = 0;

var abs = toFixedFix(Math.abs(n), prec);
var _, i;

if (abs >= 1000) {
_ = abs.split(/\D/);
i = _[0].length % 3 || 3;

_[0] = s.slice(0,i + (n = 1 && decPos !== -1 && (s.length-decPos-1) = 1 && decPos === -1) {
s += dec+new Array(prec).join(0)+’0′;
}
return s;
}
// ]]>

Old 03-03-2010, 04:12 PM #89
the-ray-man // <![CDATA[//
kaskus addict
the-ray-man's Avatar
UserID: 834389
Join Date: May 2009
Location: IPO 2000 ۞Pevita
Posts: 3,535
Blog Entries: 1
the-ray-man is a splendid one to beholdthe-ray-man is a splendid one to beholdthe-ray-man is a splendid one to beholdthe-ray-man is a splendid one to beholdthe-ray-man is a splendid one to beholdthe-ray-man is a splendid one to beholdthe-ray-man is a splendid one to behold
Kaskus ID : the-ray-man

Kategori : Pahlawan dan Tokoh Nasional

Bentuk karya : Artikel + Gambar

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Martha_Christina_Tiahahu

Keterangan :

Martha Christina Tiahahu

Spoiler for ,:

Martha Christina Tiahahu (lahir di Nusa Laut, Maluku, 4 Januari 1800 – meninggal di Laut Banda, Maluku, 2 Januari 1818 pada umur 17 tahun) adalah seorang gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusalaut. Lahir sekitar tahun 1800 dan pada waktu mengangkat senjata melawan penjajah Belanda berumur 17 tahun. Ayahnya adalah Kapitan Paulus Tiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu yang juga pembantu Thomas Matulessy dalam perang Pattimura tahun 1817 melawan Belanda.

Martha Christina tercatat sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang unik yaitu seorang puteri remaja yang langsung terjun dalam medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura tahun 1817. Di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh, ia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekwen terhadap cita-cita perjuangannya.

Sejak awal perjuangan, ia selalu ikut mengambil bagian dan pantang mundur. Dengan rambutnya yang panjang terurai ke belakang serta berikat kepala sehelai kain berang (merah) ia tetap mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran baik di Pulau Nusalaut maupun di Pulau Saparua. Siang dan malam ia selalu hadir dan ikut dalam pembuatan kubu-kubu pertahanan. Ia bukan saja mengangkat senjata, tetapi juga memberi semangat kepada kaum wanita di negeri-negeri agar ikut membantu kaum pria di setiap medan pertempuran sehingga Belanda kewalahan menghadapi kaum wanita yang ikut berjuang.

Di dalam pertempuran yang sengit di Desa Ouw – Ullath jasirah Tenggara Pulau Saparua yang nampak betapa hebat srikandi ini menggempur musuh bersama para pejuang rakyat. Namun akhirnya karena tidak seimbang dalam persenjataan, tipu daya musuh dan pengkhianatan, para tokoh pejuang dapat ditangkap dan menjalani hukuman. Ada yang harus mati digantung dan ada yang dibuang ke Pulau Jawa. Kapitan Paulus Tiahahu divonis hukum mati tembak. Martha Christina berjuang untuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati, namun ia tidak berdaya dan meneruskan bergerilyanya di hutan, tetapi akhirnya tertangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa.

Di Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya dan dengan penghormatan militer jasadnya diluncurkan di Laut Banda menjelang tanggal 2 Januari 1818. Menghargai jasa dan pengorbanan, Martha Christina dikukuhkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.

FYI: untuk mengenang jasa jasanya di bikin monumen gan


the-ray-man is offline QUOTE

// <![CDATA[// 0) ? toFixedFix(n, prec) : toFixedFix(Math.round(n), prec); //fix for IE parseFloat(0.55).toFixed(0) = 0;

var abs = toFixedFix(Math.abs(n), prec);
var _, i;

if (abs >= 1000) {
_ = abs.split(/\D/);
i = _[0].length % 3 || 3;

_[0] = s.slice(0,i + (n = 1 && decPos !== -1 && (s.length-decPos-1) = 1 && decPos === -1) {
s += dec+new Array(prec).join(0)+’0′;
}
return s;
}
// ]]>

Old 03-03-2010, 05:50 PM #90
capt_alfons // <![CDATA[//
kaskus maniac
capt_alfons's Avatar
UserID: 445226
Join Date: Apr 2008
Location: ♫KASKUS C.I♫
Posts: 4,468
capt_alfons has a spectacular aura aboutcapt_alfons has a spectacular aura aboutcapt_alfons has a spectacular aura about

Kapitan Pattimura

Kaskus ID : capt_alfons

Kategori : Pahlawan dan Tokoh Nasional

Bentuk karya : Artikel + Gambar

Sumber : http://www.tokohindonesia.com/ensikl…ra/index.shtml

Keterangan : Artikel tentang Kapittan Pattimura

Quote:
Nama: Kapitan Pattimura
Nama Asli: Thomas Matulessy
Lahir: Negeri Haria, Pulau Saparua-Maluku, tahun 1783
Meninggal: Benteng Victoria, Ambon, 16 Desember 1817
Karir Militer: Mantan Sersan Militer Inggris

Kapitan Pattimura (1783 -1817)
Pahlawan Nasional dari Maluku

Kapitan Pattimura yang bernama asli Thomas Matulessy, ini lahir di Negeri Haria, Saparua, Maluku tahun 1783. Perlawanannya terhadap penjajahan Belanda pada tahun 1817 sempat merebut benteng Belanda di Saparua selama tiga bulan setelah sebelumnya melumpuhkan semua tentara Belanda di benteng tersebut. Namun beliau akhirnya tertangkap. Pengadilan kolonial Belanda menjatuhkan hukuman gantung padanya. Eksekusi yang dilakukan pada tanggal 16 Desember 1817 akhirnya merenggut jiwanya.

Perlawanan sejati ditunjukkan oleh pahlawan ini dengan keteguhannya yang tidak mau kompromi dengan Belanda. Beberapa kali bujukan pemerintah Belanda agar beliau bersedia bekerjasama sebagai syarat untuk melepaskannya dari hukuman gantung tidak pernah menggodanya. Beliau memilih gugur di tiang gantung sebagai Putra Kesuma Bangsa daripada hidup bebas sebagai penghianat yang sepanjang hayat akan disesali rahim ibu yang melahirkannya.

Dalam sejarah pendudukan bangsa-bangsa eropa di Nusantara, banyak wilayah Indonesia yang pernah dikuasai oleh dua negara kolonial secara bergantian. Terkadang perpindahtanganan penguasaan dari satu negara ke negara lainnya itu malah kadang secara resmi dilakukan, tanpa perebutan. Demikianlah wilayah Maluku, daerah ini pernah dikuasai oleh bangsa Belanda kemudian berganti dikuasai oleh bangsa Inggris dan kembali lagi oleh Belanda.

Thomas Matulessy sendiri pernah mengalami pergantian penguasaan itu. Pada tahun 1798, wilayah Maluku yang sebelumnya dikuasai oleh Belanda berganti dikuasai oleh pasukan Inggris. Ketika pemerintahan Inggris berlangsung, Thomas Matulessy sempat masuk dinas militer Inggris dan terakhir berpangkat Sersan.

Namun setelah 18 tahun pemerintahan Inggris di Maluku, tepatnya pada tahun 1816, Belanda kembali lagi berkuasa. Begitu pemerintahan Belanda kembali berkuasa, rakyat Maluku langsung mengalami penderitaan. Berbagai bentuk tekanan sering terjadi, seperti bekerja rodi, pemaksaan penyerahan hasil pertanian, dan lain sebagainya. Tidak tahan menerima tekanan-tekanan tersebut, akhirnya rakyat pun sepakat untuk mengadakan perlawanan untuk membebaskan diri. Perlawanan yang awalnya terjadi di Saparua itu kemudian dengan cepat merembet ke daerah lainnya diseluruh Maluku.

Di Saparua, Thomas Matulessy dipilih oleh rakyat untuk memimpin perlawanan. Untuk itu, ia pun dinobatkan bergelar Kapitan Pattimura. Pada tanggal 16 mei 1817, suatu pertempuran yang luar biasa terjadi. Rakyat Saparua di bawah kepemimpinan Kapitan Pattimura tersebut berhasil merebut benteng Duurstede. Tentara Belanda yang ada dalam benteng itu semuanya tewas, termasuk Residen Van den Berg.

Pasukan Belanda yang dikirim kemudian untuk merebut kembali benteng itu juga dihancurkan pasukan Kapitan Pattimura. Alhasil, selama tiga bulan benteng tersebut berhasil dikuasai pasukan Kapitan Patimura. Namun, Belanda tidak mau menyerahkan begitu saja benteng itu. Belanda kemudian melakukan operasi besar-besaran dengan mengerahkan pasukan yang lebih banyak dilengkapi dengan persenjataan yang lebih modern. Pasukan Pattimura akhirnya kewalahan dan terpukul mundur.

Di sebuah rumah di Siri Sori, Kapitan Pattimura berhasil ditangkap pasukan Belanda. Bersama beberapa anggota pasukannya, dia dibawa ke Ambon. Di sana beberapa kali dia dibujuk agar bersedia bekerjasama dengan pemerintah Belanda namun selalu ditolaknya.

Akhirnya dia diadili di Pengadilan kolonial Belanda dan hukuman gantung pun dijatuhkan kepadanya. Walaupun begitu, Belanda masih berharap Pattimura masih mau berobah sikap dengan bersedia bekerjasama dengan Belanda. Satu hari sebelum eksekusi hukuman gantung dilaksanakan, Pattimura masih terus dibujuk. Tapi Pattimura menunjukkan kesejatian perjuangannya dengan tetap menolak bujukan itu. Di depan benteng Victoria, Ambon pada tanggal 16 Desember 1817, eksekusi pun dilakukan.

Kapitan Pattimura gugur sebagai Pahlawan Nasional. Dari perjuangannya dia meninggalkan pesan tersirat kepada pewaris bangsa ini agar sekali-kali jangan pernah menjual kehormatan diri, keluarga, terutama bangsa dan negara ini.

capt_alfons is offline

CARA MEMBRANTAS KORUPTOR

Korupsi Terpotong

Jum’at, 17 Desember 2010 | 16:16 WIB

Basrief Arief. TEMPO/Subekti

Dua Bupati Di Riau Tengah Di Periksa KPK


Powered by Max Banner Ads

Dua Bupati  Di Riau Tengah Di Periksa KPKJAKARTA, KURAIH.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (10/9), menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Kampar, Riau, Burhanuddin Husin terkait kasus dugaan korupsi pemanfaatan hasil hutan di Kabupaten Siak, Riau. KPK juga memeriksa Bupati Natuna Daeng Rusnadi terkait dugaan korupsi dana bagi hasil (DBH) migas di Natuna.

“Bupati Kampar akan dimintai keterangan sebagai saksi,” kata juru bicara KPK, Johan Budi, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Johan menjelaskan, pemeriksaan terhadap Burhanuddin akan digunakan untuk melengkapi berkas perkara Bupati Siak, Arwin AS, yang sudah menjadi tersangka dalam kasus itu.

Dalam kasus itu, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Kehutanan Riau Asral Rahman sebagai saksi. Sebelumnya, KPK telah memeriksa Gubernur Riau Rusli Zainal.

KPK juga telah menetapkan Bupati Siak Arwin AS sebagai tersangka kasus pemanfaatan hutan di Kabupaten Siak, Riau. “AAS sudah ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu,” kata juru bicara KPK, Johan Budi.

Johan mengatakan, Arwin diduga menerbitkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) kepada sejumlah perusahaan di Siak pada tahun 2001 sampai 2003. “Pemberian izin itu diduga tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Johan.

Menurut Johan, pemberian izin itu mengakibatkan terganggunya perekonomian yang mengakibatkan kerugian negara. Namun, Johan belum bersedia merinci jumlah kerugian negara yang dimaksud.

Selain itu, Arwin juga diduga menerima sejumlah pemberian akibat penerbitan izin usaha itu. Akibat perbuatan itu, KPK menjerat Arwin dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 dan atau Pasal 5 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Beberapa waktu lalu, tim penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di Siak. Selain menggeledah kantor Bupati Siak, KPK juga telah menggeledah sejumlah kantor perusahaan kayu. Kasus itu adalah pengembangan kasus serupa yang menjerat Bupati Pelalawan, Riau, Tengku Azmun Jaafar. Azmun telah dinyatakan bersalah dalam kasus itu.

Sementara itu, Koordinator Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau (Jikalahari), Susanto Kurniawan, mengatakan, sedikitnya lima izin perusahaan yang dikeluarkan Arwin pada periode tersebut diduga bermasalah. Perusahaan yang menerima izin itu antara lain PT National Timber seluas 8.200 hektar, PT Balai Kayang Mandiri (21.450 hektar) dan PT Bina Daya Bintara (8.000 hektar). Kemudian, PT Rimba Mandau Lestari (6.400 hektar), PT Rimba Rokan Perkasa (21.500 hektar), dan PT Seraya Sumber Lestari (16.875 hektar).

“Apabila dirunut pemberian izin rencana kerja (RKT) untuk perusahaan yang bermasalah, maka kemungkinan besar kepala dinas kehutanan bisa terseret dalam kasus ini. Dalam penerbitan RKT, yang merekomendasikan adalah Kepala Dinas Kehutanan Riau,” katanya.

Bupati Natuna

Sementara itu, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Natuna, Kepulauan Riau, Daeng Rusnadi terkait kasus dugaan korupsi dana bagi hasil (DBH) migas di Natuna. “Yang bersangkutan dijadwalkan menjalani pemeriksaan hari ini,” kata juru bicara KPK, Johan Budi, di Jakarta.

Sampai dengan pukul 12.00, belum ada keterangan resmi tentang kehadiran Daeng di gedung KPK. KPK juga belum memaparkan materi pemeriksaan terhadap Daeng.

Daeng sudah berstatus tersangka dalam kasus tersebut. Dia juga sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan di KPK. Daeng ditetapkan sebagai tersangka terkait perannya ketika menjabat Ketua DPRD Natuna periode 1999-2004. Daeng diduga menerima APBD yang digunakan untuk meloloskan tambahan DBH Migas di Jakarta.

Sebanyak Rp 60 miliar dana APBD 2004 itu diduga digunakan tidak sebagaimana mestinya. Dana itu diduga dinikmati oleh sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Natuna dan anggota DPRD setempat.

Dalam kasus itu, KPK juga sudah menetapkan mantan Bupati Natuna Hamid Rizal sebagai tersangka. Hamid diduga turut serta dalam upaya penyalahgunaan DBH tersebut.

Untuk memperjelas kasus tersebut, KPK telah memeriksa beberapa orang, antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Ilyas Sabli dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Natuna.

Berdasar hasil pemeriksaan, KPK memperoleh keterangan bahwa pencairan DBH itu disertai dengan Surat Keputusan Bupati, dan beberapa dokumen pendukung. (kompas)

KPP PRD: Soal Koruptor, SBY-Boediono Tebang Pilih

Published on December 9, 2010 by Lukman Hakim ·   No Comments

Jakarta (LiraNews) – Dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada hari ini, Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP PRD) mengeluarkan pernyataan sikap. Menurut Ketua Umum KPP PRD, Agus Priyono, pemberantasan korupsi di bawah pemerintahan SBY-Budiono hanya sebatas retorika di mulut saja, sementara prakteknya para pelaku korupsi mendapatkan perlakuan enak: mendapat fasilitas mewah dalam penjara, gampang mendapatkan remisi, dan bisa keluar-masuk penjara.

“Kasus korupsi besar, seperti skandal bank century, malah sudah tutup buku. Para pelakunya pun kini hidup bebas,” kata Agus Priyono, Kamis (9/12/10).

Agus Priyono mengatakan, pemberantasan korupsi di era SBY-Budiono sangat terang bersifat tebang pilih. Sebagian besar koruptor yang ditangkap adalah lawan politik SBY, sedangkan koruptor asal partai demokrat dan barisan pendukung SBY lainnya tidak pernah diungkap. Bahkan, ada yang menyebut partai demokrat, partainya SBY, sebagai “bungker perlindungan” bagi para koruptor.

Di sisi lain, lanjut Agus Priyono, lembaga penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan, telah kehilangan pamornya dalam memerangi korupsi. Alih-alih menjadi garda depan dalam melawan korupsi, lembaga-lembaga ini justru sangat mudah dirayu oleh “suap” dan sogokan.

“Reformasi birokrasi, yang hampir selalu disebutkan SBY dalam setiap pidatonya, juga tidak pernah terwujud. KPK sendiri pernah membuat pengakuan yang sangat serius bahwa instansi pemerintah masih yang paling rentan korupsi. Kinerja KPK dalam memberantas korupsi juga semakin merosot, tidak lagi seperti sebelum kejadian mereka dikriminalisasikan. Bahkan, KPK punya “dosa” besar dengan terlibat mengubur skandal bank Century,” tutur Agus Priyono.

Jika Indonesia Corruption Watch (ICW) menganggap bahwa 76 persen pernyataan SBY terkait pemberantasan korupsi tidak terbukti alias bohong, maka KPP PRD menyatakan bahwa SBY, dari telapak kaki hingga ujung rambutnya, tidak punya komitmen memberantas korupsi.

“Oleh karena itu, adalah kesalahan  besar jika masih mengharapkan SBY memerangi korupsi, termasuk berharap kepada lembaga penegak hukumnya. Harapan satu-satunya untuk memberantas korupsi di Indonesia adalah “gerakan rakyat”,” tandasnya.

Agus Priyono menyebut keberhasilan menyelamatkan cicak (KPK) dari terkaman buaya (kepolisian/kejaksaan) merupakan bukti konkret betapa ampuhnya gerakan rakyat itu. Di beberapa daerah, rakyat mulai terlibat dalam gerakan-gerakan anti-korupsi, terutama dalam penjatuhan kepala desa, camat, dan bupati/kepala daerah yang korupsi.

“Karena itu, melalui peringatan Hari Anti-korupsi se-Dunia pada hari ini, kami menyerukan “Kobarkan dan massalkan gerakan rakyat menentang korupsi!” Misalnya membangun posko-posko anti-korupsi atau pusat-pusat informasi anti-korupsi di setiap kampung, pabrik, sekolah, universitas, dan lain sebagainya. Selain itu, menggelar pengumpulan tanda-tangan untuk menarik mandat para pejabat dan polisi yang teridentifikasi korup,” pungkasnya. (luk)