TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Rencana Induk Konektivitas ASEAN Diluncurkan
Laporan wartawan KOMPAS M Fajar Marta
Jumat, 17 Desember 2010 | 13:08 WIB

ist

HO CHI MINH CITY, KOMPAS.com — Rencana induk atau master plan Konektivitas ASEAN (ASEAN Connectivity) diluncurkan di Ho Chi Minh City, Jumat (17/12/2010). Cetak biru Konektivitas ASEAN ini akan diimplementasikan mulai 2011-2015.

Peluncuran tersebut berbarengan dengan simposium sosialisasi cetak biru Konektivitas ASEAN yang dihadiri perwakilan negara-negara ASEAN yang tergabung dalam Gugus Tugas Tingkat Tinggi (High Level Task Force) tentang Konektivitas ASEAN. Dalam gugus tersebut, Indonesia diwakili oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono.

Bambang menjelaskan Konektivitas ASEAN merupakan inisiatif untuk meningkatkan konektivitas di antara negara-negara anggota ASEAN melalui keterhubungan fisik, kelembagaan, dan orang ke orang yang dirasakan penting dalam membangun komunitas bersama ASEAN.

Konektivitas ASEAN terdiri dari konektivitas fisik, konektivitas kelembagaan, dan konektivitas orang ke orang. Konektivitas fisik meliputi jaringan transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, serta energi. Konektivitas kelembagaan meliputi  fasilitasi dan liberalisasi perdagangan, perjanjian perdagangan ASEAN, standar dan kesesuaian, ASEAN single window, integrasi cukai, fasilitasi dan liberalisasi investasi, perjanjian komprehensif investasi ASEAN, liberalisasi jasa dan pengaturan pengenalan bersama (mutual recognition arrangemnets), perjanjian transportasi regional, serta program peningkatan kapasitas. Adapun konektivitas orang ke orang, meliputi pendidikan, budaya, dan pariwisata.

Wartawan Kompas, Fajar Marta, melaporkan dari Ho Chi Minh City,  peluncuran rencana induk merupakan kelanjutan dari pembahasan Konektivitas ASEAN dalam pertemuan tingkat tinggi pemimpin ASEAN ke-15 di Cha-am Hua Hin, Thailand, pada 24 Oktober 2009.

Ide meningkatkan konektivitas di kawasan ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi ekonomi dan masyarakat negara anggota ASEAN sekaligus berkontribusi dalam pembentukan komunitas bersama ASEAN 2015.

Selain itu, ide konektivitas ini juga untuk meningkatkan nilai strategis dari kawasan ASEAN yang berada pada jantung perekonomian dunia baru yang tengah tumbuh, berbatasan dengan India di barat, China-Korea-Jepang di timur utara, serta Australia-Selandia Baru di selatan.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Ekonomi Asean Sundram Pushpanathan mengatakan, meningkatkan konektivitas ASEAN juga akan memperkuat posisi ASEAN sebagai hub kawasan Asia Timur sekaligus mempertahankan peran sentralnya di kawasan Asia dan di dunia.

Smaller Reset Larger
Washington Times

Studi: Teknologi Informasi Bikin Manusia Hidup di

Orang-orang menikmati beselancar di Kafe Internet (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON–Kemudahan komunikasi yang ditawarkan teknologi abad 21 seperti surat elektronik dikhawatirkan peneliti di Inggris akan menjadikan manusia seolah hidup dalam “laboratorium percobaan”.

Nicholas Carr, mantan editor eksekutif dari Harvard Business Review mengatakan arus informasi secara berlebihan menjadikan komunikasi yang terbangun dalam interaksi sosial menjadi sia-sia. Artinya, manusia tidak butuh lagi berkomunikasi dengan manusia lain secara nyata lantaran disuapi arus informasi tangan kedua.

“Arus informasi yang berlebihan memungkinkan seseorang terkena sindrom Distribute Attention Disorder (DAD) atau sindrom terbaginya perhatian terhadap informasi,” papar Carr.

Ia menyebutkan berdasar data, sebagian besar pekerja kantoran memeriksa email mereka sampai 30 kali satu jam.  “Apa yang membuat pesan digital menjadi lebih menarik adalah ketidakpastian mereka. Selalu ada kemungkinan bahwa sesuatu yang penting sedang menunggu kita di kotak masuk,” papar dia seperti dikutip Dailymail, awal pekan.

Carr mengingatkan terhadap konsekuensi yang tak terlihat pada kesehatan otak manusia sebagai akibat kecanduan pesan digital. Perkataan Carr terbukti. Satu bulan terakhir ilmuwan paling terkemuka di negara itu telah memperingatkan kepada masyarakat ihwal obesesi terhadap situs jejaring sosial yang berpotensi merubah cara kerja otak seseorang.

Pakar tersebut, Susan Greenfield, meyakini penggunaan internet dalam batas berlebihan menyebabkan pendeknya rentang perhatian, mendorong kepuasan instan dan kehilangan rasa empati. Senada dengan Greenfield, pakar syaraf menyimpulkan teknologi diduga berada di balik peningkatan ‘mengkhawatirkan’ dalam gangguan perhatian dan pertumbuhan konsumsi obat anti-hiperaktif, Ritalin.

“Menggunakan mesin pencari untuk menemukan fakta-fakta mungkin menghalangi kemampuan kita untuk belajar. sementara permainan komputer mungkin membuat kita lebih sembrono,” ujarnya. “Kita harus mengendalikan kehidupan kita sendiri dan masyarakat. Jika kita tidak, siapa lagi yang akan memulainya,” imbuhnya.

Secara terpisah, Maryanne Wolf, ahli syaraf kognitif dari Tufts University of Massachusetts mengatakan cara kerja otak diasah melalui membaca buku akan hilang manfaatnya saat individu lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer. “Butuh waktu untuk berpikir secara mendalam tentang informasi dan kita akan menjadi terbiasa untuk pindah ke gangguan berikutnya,” pungkasnya.

 

<!–/ halaman berikutnya–>

Posted in Uncategorized | Leave a comment

TIMNAS INDONESIA

Peringkat Timnas Indonesia di FIFA Melesat
Posisi Indonesia naik 8 peringkat dari bulan sebelumnya yang menempati peringkat 135.
Jum’at, 17 Desember 2010, 10:14 WIB

Amril Amarullah

VIVAnews – Sukses di Piala AFF 2010 tanpa terkalahkan sejak babak penyisihan, peringkat Indonesia naik ke posisi 127 dalam daftar peringkat yang dirilis oleh FIFA, Jumat, 17 Desember 2010. Posisi Indonesia naik 8 peringkat dari bulan sebelumnya yang menempati peringkat 135.

Seperti dilansir dari situs resmi FIFA, Indonesia mengumpulkan 211 poin. Peringkat Indonesia mengungguli tiga semifinalis Piala AFF 2010 lainnya yakni Malaysia peringkat 144, Vietnam peringkat 137 sementara Filipina peringat 150 terbawah di Asia Tenggara yang mengikuti Piala AFF.

Sementara Thailand unggul enam poin dari Indonesia dengan berada di peringkat 121, sementara Singapura menurun menjadi 140 yang sebelumnya diperingkat 127 dunia.

Sedangkan di peringkat pertama masih di tempati oleh juara Piala Dunia 2010, Spanyol diikuti Belanda, Jerman, Brazil dan Argentina.

Beberap waktu lalu Deputi Bidang Teknis BTN Iman Arif menyatakan, Indonesia berpeluang memperbaiki ranking dunia bulan Desember saat digelar piala AFF 2010 dan itu terbukti. Peringkat Indonesia akan naik bila timnas Indonesia sukses. “Bila kita sukses di AFF, otomatis peringkat kita naik juga,” jelasnya.

Berikut 10 Besar peringkat FIFA Desember 2010:

1. Spanyol 1887
2. Belanda 1723
3. Germany 1485
4. Brazil 1446
5. Argentina 1338
6. Inggris 1195
7. Uruguay 1152
8. Portugal 1090
9. Mesir 1078
10. Kroasia 1075
127. Indonesia 211

Piala AFF 2010

Timnas Indonesia Berpeluang ke Final

Kamis, 16/12/2010 – 21:07

JAKARTA, (PRLM).- Timnas Indonesia membuka peluang maju ke final setelah menang tipis 1-0 langsung atas Filipina pada putaran pertama semi final Piala Suzuki AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Kamis malam.

Dengan hasil itu pada partai putaran kedua semi final, 19 Desember mendatang di tempat yang sama Gonzalez dkk hanya membutuhkan hasil draw untuk maju ke final.

Sejak wasit Moradi Masoud Hasanalo (Iran) membunyikan peluit kick-off, Filipina justru mengambil alih inistiatif serangan lewat pemain sayap kiri mereka. Sementara Gonzalez dkk hanya mengandalkan serangan balik.

Namun menit 32 melalui sebuah serangan di rusuk kiri pertahanan Filipina, kapten tim Indonesia Firman Utina melepaskan umpan silang ke tiang jauh. Penjaga gawang Dula mencoba melompat tetapi gagal menghalau bola dan Gonzalez menyambut bola ke gawang kosong dengan sundulan kepalanya, 1-0.

Gol ini diambut lonjakan gembira Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berada di tribun kehormatan. Meski kedua tim berupaya keras menjebol gawang lawan, namun kedudukan 1-0 bertahan hingga bubaran. (A-26).***

Timnas Indonesia Bakal Jajal Brasil dan Argentina

Tribunnews.com – Jumat, 13 Agustus 2010 22:49 WIB
Timnas Indonesia Bakal Jajal Brasil dan Argentina
arenabola
Tim Nasional Indonesia

TRIBUNNEWS.COM – Jelang Piala AFF 2010 dan Sea Games 2011, Timnas Indonesia berencana jajal kekuatan Argentina dan Brasil, dalam laga uji coba. Tim Tango 80 persen menyatakan kesediannya hadir di tanah air.

Badan Tim Nasional (BTN), berencana mendatangkan Brasil (7 September) dan Argentina (12 Oktober) mendatang. “BTN menerima tawaran dari Argentina dan Brasil untuk melakukan pertandingan friendly. Namun, belum ada persetujuan antara kami. Saya masih nego harga dengan kedua tim itu,” ujar Ketua BTN, Iman Arif, di Kantor Menegpora, Senayan, Jakarta.

Iman mengaku, ongkosnya masih terlalu tinggi. Brasil dan Argentina menawarkan harga sebesar 1,5 juta dolar Amerika atau sekitar Rp.13, 4 miliar. Jalan keluarnya, BTN akan melakukan bidding dengan pihak lain. “Kami akan cari promotor yang berminat kerjasama, nanti hasilnya kita sharing. Sebelumnya, kami akan minta uang muka kepada promotor tersebut. Duitnya, bisa dipakai buat pembinaan dan pelatihan timnas,” tambahnya.

“Kabar terakhir, Argentina turunkan harga sebesar 1,2 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 11 miliar. Argentina sendiri dalam angka sudah setuju 80%, sisanya hanya masalah teknis. Namun, itu kembali kemasalah tingginya ongkos tadi. Selain itu, bagaimana juga PSSI menanggapinya. Saya sendiri kemungkinan hanya bisa memberikan akomodasi dan transportasi,” kata Iman.

Selain mau mendatangkan Brasil dan Argentina, BTN juga berminat mengundang U-21 Arsenal (revers). “Kalau Arsenal U-21 bisa gratis. Paling hanya menyediakan akomodasi dan transportasi. Hal itu, bisa kami penuhi,” jelas Iman.

Menurut jadwal, timnas Merah-Putih juga akan melakukan uji coba melawan Korea Selatan, selandia Baru, Jepang, dan Australia. Namun Iman menjelaskan, semuat tim tersebut masih dalam proses. “Semuanya masih dalam negosiasi. Tapi, kami akan mengupayakan banyak uji coba sebagai bagian persiapan timnas jelang Sea Games dan Piala AFF. Kerena, semakin banyak melakukan uji coba, mental para pemain akan terasah dan terbentuk,” pungkas Iman. (bola)


Posted in Uncategorized | Leave a comment

CARA MENGHORMATI JASA PAHLAWAN NASIONAL

Siapa Pemegang Gelar Pahlawan Pertama?

Senin, 22 November 2010 – 07:09 wib

<!–div> text TEXT SIZE :   </div–>

Ajat M Fajar – Okezone

TMP Kalibata

Untuk mendapat merdeka dari cengkraman bangsa penjajah, banyak para pendahulu kita yang rela mati mengorbankan harta, keluarga, perasaan, waktu, tenaga, pikiran dan bahkan nyawa. “Merdeka atau Mati” adalah jiwa mereka karena tidak rela dijadikan budak para penjajah yang kejam menindak bangsa Indonesia selama lebih dari 350 tahun.

Oleh karena itu jangan disia-siakan seperti sekarang ini negara kita walah sudah lama merdeka tetapi tidak maju-maju dan bahkan bisa jadi masih dalam tangan penjajahan modern yang samar-samar. Jangan buat arwah para pahlawan pejuang kemerdekaan Indonesia menangis di alam sana yang melihat generasi pengisi kemerdekaan yang memalukan, tidak berguna dan tidak dapat diandalkan. Kalau mereka tahu masa depan negara ini mungkin mereka tidak akan mau berjuang dan lebih memilih jadi pecundang yang terus lari dari penjajah.

Dengan demikian jelaslah bahwa kita sebagai generasi penerus perlu untuk mengisi kemerdekaan ini dengan sesuatu yang berguna yang dapat membuat para pahlawan bangga kepada kita. Hindari melakukan tindakan yang menjadikan kita pengkhianat bangsa, tidak tahu diuntung, generasi tidak berguna, hedonis, atheis dan lain sebagainya.

Beberapa Cara Untuk Mengisi Kemerdekaan Indonesia Yang Baik :
1. Belajar dengan baik bagi pelajar dan mahasiswa serta bekerja dengan baik bagi yang sudah bekerja lagi halal.

2. Menjaga keamanan dan ketertiban nasional dari segala bentuk ancaman pihak dalam maupun luar.

3. Menjalankan pancasila, peraturan perundang-undangan yang berlaku, aturan agama, serta
budaya dalam masyarakat dengan baik dan benar.

4. Saling menghormati dan menghargai sesama anggota masyarakat dengan menerapkan musyawarah mufakat, tepo seliro, gotong royong, toleransi, dan lain sebagainya.

5. Mencintai produk dalam negeri dengan menggunakan dan mengembangkan hasil produksi dalam negeri daripada produk luar negeri.

6. Tidak melakukan perbuatan sia-sia yang tidak memberi manfaat seperti begadang, hura-hura, madat, tawuran, dugem, clubbing, nongkrong di mall, melakukan tindak kenakalan, dan lain sebagainya.

7. Rela berkorban dalam bela negara ketika kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia diinjak-injak bangsa asing.

8. Memupuk semangat untuk maju dan menyetarakan diri dari bangsa-bangsa yang telah maju dengan cara-cara yang baik demi terciptanya tujuan nasional seperti kesejahteraan rakyat dan terciptanya kedamaian di dunia.

9. Berperan aktif dalam pembangunan negara dan daerah lingkungan sekitar serta menjaga kondisi tersebut tetap dalam kondisi yang baik.

10. Serius dalam melaksanakan peringatan kemerdekaan dan juga dalam mengikuti mengheningkan cipta untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Tak lupa berikan doa kepada para pahlawan agar Tuhan Yang Maha Esa menerima mereka di sisiNya.

Ir H Djuanda Kartawidjaja (1911-1963)
Pendeklarasi Negara Kepulauan

Perdana Menteri Ir H Djuanda Kartawidjaja, pada 13 Desember 1957 mendeklarasikan bahwa Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan. Pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 14 Januari 1911, itu dengan kepemimpinan yang berani dan visioner mendeklarasikan bahwa semua pulau dan laut Nusantara adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan (wawasan nusantara). Maka sangat bijak ketika hari Deklarasi Djuanda itu kemudian melalui Keppres No.126/2001 dikukuhkan sebagai Hari Nusantara.

Ir H Djuanda Kartawidjaja, lulusan Technische Hogeschool (Sekolah Tinggi Teknik) – sekarang Institut Teknologi Bandung (ITB), yang beberapa kali menjabat menteri di antaranya Menteri Perhubungan, Pengairan, Kemakmuran, Keuangan dan Pertahanan, itu sebelumnya sangat risau melihat pengakuan masyarakat internasional kala itu yang hanya mengakui bahwa batas laut teritorial selebar 3 mil laut terhitung dari garis pantai terendah. Itu artinya pulau-pula Nusantara dalam wilayan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamirkan 17 Agustus 1945, adalah pulau-pulau yang terpisah-pisah oleh perairan (lautan) internasional (bebas).

Negara-negara lain, terutama Amerika Serikat dan Australia, sangat berkepentingan mempertahankan kondisi pulau-pulau Indonesia yang terpisah-pisah itu. Tetapi PM Djuanda dengan berani mendobrak kepentingan negara-negara maju itu.

Dengan berani dia mengumumkan kepada dunia (Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957) bahwa segala perairan di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk dalam daratan Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya, adalah bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian dari perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan Negara Republik Indonesia.

Djuanda, dengan berani mengumumkan kepada dunia, bahwa wilayah laut Indonesia tidaklah sebatas yang diatur dalam Territoriale Zee Maritiem Kringen Ordonantie (ordonansi tentang laut teritorial dan lingkungan maritim) 1939, tetapi wilayah laut Indonesia adalah termasuk laut di sekitar, diantara, dan di dalam Kepulauan Indonesia.

Deklarasi tiu juga menyatakan penentuan batas laut 12 mil yang diukur dari garis-garis yang menghubungkan titik terluar pada pulau-pulau Negara Republik Indonesia akan ditentukan dengan Undang-undang.

Deklarasi itu ditentang oleh Amerika Serikat dan Australia. Namun, Djuanda dan para penerus dalam pemerintahan berikutnya, di antaranya Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja dan Prof Dr Hasyim Djalal, dengan gigih berjuang melalui diplomasi sehingga konsepsi negara nusantara tersebut diterima dan ditetapkan dalam Konvensi Hukum Laut PBB, United Nation Convention on Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

Dengan demikian, Indonesia menjadi negara kepulauan dan maritim terbesar di dunia. Memiliki wilayah laut seluas 5,8 juta km2 yang merupakan tiga per empat dari keseluruhan wilayah Indonesia. Di dalam wilayah laut itu terdapat sekitar 17.500 lebih dan dikelilingi garis pantai sepanjang 81.000 km, yang merupakan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.

Deklarasi Djuanda secara geo-politik memiliki arti yang sangat strategis bagi kesatuan, persatuan, pertahanan dan kedaulatan serta kemajuan Indonesia. Deklarasi Djoeanda dapat disebut merupakan pilar utama ketiga dari bangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tiga pilar utama tersebut adalah: (1) Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang merupakan pernyataan Kesatuan Kejiwaan Indonesia; (2) Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai pernyataan kemerdekaan NKRI; Delarasi Djuanda 13 Desember 1957 sebagai pernyataan Kesatuan Kewilayahan Indonesia (darat, laut dan udara).

Secara geo-ekonomi Deklarasi Djuanda juga strategis bagi kejayaan dan kemakmuran Indonesia. Sebagai negara kepulauan dan maritim terbesar di dunia, Indonesia memiliki kekayaan laut yang sangat besar dan beraneka-ragam, baik berupa sumberdaya alam terbarukan (seperti perikanan, terumbu karang, hutan mangrove, rumput laut, dan produk-produk bioteknologi), sumberdaya alam yang tak terbarukan (seperti minyak dan gas bumi, emas, perak, timah, bijih besi, bauksit, dan mineral lainnya), juga energi kelautan seperti pasang-surut, gelombang, angin, dan OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion), maupun jasa-jasa lingkungan kelautan seperti pariwisata bahari dan transportasi laut.

Abdi Negara
Ir Djuanda seorang abdi negara dan abdi masyarakat. Dia seorang pegawai negeri yang patut diteladani. Meniti karir dalam berbagai jabatan pengabdian kepada negara dan bangsa. Semenjak lulus dari Technische Hogeschool (1933) dia memilih mengabdi di tengah masyarakat. Dia memilih mengajar di SMA Muhammadiyah di Jakarta dengan gaji seadanya. Padahal, kala itu dia ditawari menjadi asisten dosen di Technische Hogeschool dengan gaji lebih besar.

Setelah empat tahun mengajar di SMA Muhammadiyah Jakarta, pada 1937, Djuanda mengabdi dalam dinas pemerintah di Jawaatan Irigasi Jawa Barat. Selain itu, dia juga aktif sebagai anggota Dewan Daerah Jakarta.

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, tepatnya pada 28 September 1945, Djuanda memimpin para pemuda mengambil-alih Jawatan Kereta Api dari Jepang. Disusul pengambil-alihan Jawatan Pertambangan, Kotapraja, Keresidenan dan obyek-obyek militer di Gudang Utara Bandung.

Kemudian pemerintah RI mengangkat Djuanda sebagai Kepala Jawatan Kereta Api untuk wilayah Jawa dan Madura. Setelah itu, dia diangkat menjabat Menteri Perhubungan. Dia pun pernah menjabat Menteri Pengairan, Kemakmuran, Keuangan dan Pertahanan. Beberapa kali dia memimpin perundingan dengan Belanda. Di antaranya dalam Perundingan KMB, dia bertindak sebagai Ketua Panitia Ekonomi dan Keuangan Delegasi Indonesia. Dalam Perundingan KMB ini, Belanda mengakui kedaulatan pemerintahan RI.

Djuanda sempat ditangkap tentara Belanda saat Agresi Militer II tanggal 19 Desember 1948. Dia dibujuk agar bersedia ikut dalam pemerintahan Negara Pasundan. Tetapi dia menolak.

Dia seorang abdi negara dan masyarakat yang bekerja melampaui batas panggilan tugasnya. Mampu menghadapi tantangan dan mencari solusi terbaik demi kepentingan bangsa dan negaranya. Karya pengabdiannya yang paling strategis adalah Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957.

Dia seorang pemimpin yang luwes. Dalam beberapa hal dia kadangkala berbeda pendapat dengan Presiden Soekarno dan tokoh-tokoh politik lainnya. Djuanda meninggal dunia di Jakarta 7 November 1963 dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Namanya di abadikan di Bandung jadi nama jalan yang terkenal yaitu Jalan Dago terus jadi nama salah satu kawasan hutan Di Dago Pakar Bandung : Taman Hutan Raya IR. H. Djuanda

Ki Hajar Dewantara

Kaskus ID : capt_alfons

Kategori : Pahlawan dan Tokoh Nasional

Bentuk karya : Artikel + Gambar

Sumber : http://kolom-biografi.blogspot.com/2…dewantara.html

Keterangan : Biografi Ki Hajar Dewantara (Sang Pahlawan Dunia Pendidikan RI)

Quote:
Ki Hajar Dewantara Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.

Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.

Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, ia mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka.

Mereka berusaha mendaftarkan organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda. Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg berusaha menghalangi kehadiran partai ini dengan menolak pendaftaran itu pada tanggal 11 Maret 1913. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.

Kemudian setelah ditolaknya pendaftaran status badan hukum Indische Partij ia pun ikut membentuk Komite Bumipoetra pada November 1913. Komite itu sekaligus sebagai komite tandingan dari Komite Perayaan Seratus Tahun Kemerdekaan Bangsa Belanda. Komite Boemipoetra itu melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang bermaksud merayakan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya untuk membiayai pesta perayaan tersebut.

Sehubungan dengan rencana perayaan itu, ia pun mengkritik lewat tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga). Tulisan Seandainya Aku Seorang Belanda yang dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dekker itu antara lain berbunyi:

“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu.
Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun”
.

Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukuman tanpa proses pengadilan, berupa hukuman internering (hukum buang) yaitu sebuah hukuman dengan menunjuk sebuah tempat tinggal yang boleh bagi seseorang untuk bertempat tinggal. Ia pun dihukum buang ke Pulau Bangka.

Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo merasakan rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil. Mereka pun menerbitkan tulisan yang bernada membela Soewardi. Tetapi pihak Belanda menganggap tulisan itu menghasut rakyat untuk memusuhi dan memberontak pada pemerinah kolonial. Akibatnya keduanya juga terkena hukuman internering. Douwes Dekker dibuang di Kupang dan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda.

Namun mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda karena di sana mereka bisa memperlajari banyak hal dari pada didaerah terpencil. Akhirnya mereka diijinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman.

Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran, sehingga Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berhasil memperoleh Europeesche Akte.
Kemudian ia kembali ke tanah air di tahun 1918. Di tanah air ia mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan.

Setelah pulang dari pengasingan, bersama rekan-rekan seperjuangannya, ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.

Tidak sedikit rintangan yang dihadapi dalam membina Taman Siswa. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932. Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya, sehingga ordonansi itu kemudian dicabut.

Di tengah keseriusannya mencurahkan perhatian dalam dunia pendidikan di Tamansiswa, ia juga tetap rajin menulis. Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Tulisannya berjumlah ratusan buah. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.

Sementara itu, pada zaman Pendudukan Jepang, kegiatan di bidang politik dan pendidikan tetap dilanjutkan. Waktu Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943, Ki Hajar duduk sebagai salah seorang pimpinan di samping Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta dan K.H. Mas Mansur.

Setelah zaman kemedekaan, Ki hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957.

Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu, ia meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di sana.

Kemudian oleh pihak penerus perguruan Taman Siswa, didirikan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Tamansiswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis, pendidik, budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional.

Bangsa ini perlu mewarisi buah pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial, dan sebagainya, serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi.

Hari lahirnya, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan).

capt_alfons is offline QUOTE

// <![CDATA[// 0) ? toFixedFix(n, prec) : toFixedFix(Math.round(n), prec); //fix for IE parseFloat(0.55).toFixed(0) = 0;

var abs = toFixedFix(Math.abs(n), prec);
var _, i;

if (abs >= 1000) {
_ = abs.split(/\D/);
i = _[0].length % 3 || 3;

_[0] = s.slice(0,i + (n = 1 && decPos !== -1 && (s.length-decPos-1) = 1 && decPos === -1) {
s += dec+new Array(prec).join(0)+’0′;
}
return s;
}
// ]]>

Old 03-03-2010, 04:12 PM #89
the-ray-man // <![CDATA[//
kaskus addict
the-ray-man's Avatar
UserID: 834389
Join Date: May 2009
Location: IPO 2000 ۞Pevita
Posts: 3,535
Blog Entries: 1
the-ray-man is a splendid one to beholdthe-ray-man is a splendid one to beholdthe-ray-man is a splendid one to beholdthe-ray-man is a splendid one to beholdthe-ray-man is a splendid one to beholdthe-ray-man is a splendid one to beholdthe-ray-man is a splendid one to behold
Kaskus ID : the-ray-man

Kategori : Pahlawan dan Tokoh Nasional

Bentuk karya : Artikel + Gambar

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Martha_Christina_Tiahahu

Keterangan :

Martha Christina Tiahahu

Spoiler for ,:

Martha Christina Tiahahu (lahir di Nusa Laut, Maluku, 4 Januari 1800 – meninggal di Laut Banda, Maluku, 2 Januari 1818 pada umur 17 tahun) adalah seorang gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusalaut. Lahir sekitar tahun 1800 dan pada waktu mengangkat senjata melawan penjajah Belanda berumur 17 tahun. Ayahnya adalah Kapitan Paulus Tiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu yang juga pembantu Thomas Matulessy dalam perang Pattimura tahun 1817 melawan Belanda.

Martha Christina tercatat sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang unik yaitu seorang puteri remaja yang langsung terjun dalam medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam perang Pattimura tahun 1817. Di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh, ia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekwen terhadap cita-cita perjuangannya.

Sejak awal perjuangan, ia selalu ikut mengambil bagian dan pantang mundur. Dengan rambutnya yang panjang terurai ke belakang serta berikat kepala sehelai kain berang (merah) ia tetap mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran baik di Pulau Nusalaut maupun di Pulau Saparua. Siang dan malam ia selalu hadir dan ikut dalam pembuatan kubu-kubu pertahanan. Ia bukan saja mengangkat senjata, tetapi juga memberi semangat kepada kaum wanita di negeri-negeri agar ikut membantu kaum pria di setiap medan pertempuran sehingga Belanda kewalahan menghadapi kaum wanita yang ikut berjuang.

Di dalam pertempuran yang sengit di Desa Ouw – Ullath jasirah Tenggara Pulau Saparua yang nampak betapa hebat srikandi ini menggempur musuh bersama para pejuang rakyat. Namun akhirnya karena tidak seimbang dalam persenjataan, tipu daya musuh dan pengkhianatan, para tokoh pejuang dapat ditangkap dan menjalani hukuman. Ada yang harus mati digantung dan ada yang dibuang ke Pulau Jawa. Kapitan Paulus Tiahahu divonis hukum mati tembak. Martha Christina berjuang untuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati, namun ia tidak berdaya dan meneruskan bergerilyanya di hutan, tetapi akhirnya tertangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa.

Di Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya dan dengan penghormatan militer jasadnya diluncurkan di Laut Banda menjelang tanggal 2 Januari 1818. Menghargai jasa dan pengorbanan, Martha Christina dikukuhkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.

FYI: untuk mengenang jasa jasanya di bikin monumen gan


the-ray-man is offline QUOTE

// <![CDATA[// 0) ? toFixedFix(n, prec) : toFixedFix(Math.round(n), prec); //fix for IE parseFloat(0.55).toFixed(0) = 0;

var abs = toFixedFix(Math.abs(n), prec);
var _, i;

if (abs >= 1000) {
_ = abs.split(/\D/);
i = _[0].length % 3 || 3;

_[0] = s.slice(0,i + (n = 1 && decPos !== -1 && (s.length-decPos-1) = 1 && decPos === -1) {
s += dec+new Array(prec).join(0)+’0′;
}
return s;
}
// ]]>

Old 03-03-2010, 05:50 PM #90
capt_alfons // <![CDATA[//
kaskus maniac
capt_alfons's Avatar
UserID: 445226
Join Date: Apr 2008
Location: ♫KASKUS C.I♫
Posts: 4,468
capt_alfons has a spectacular aura aboutcapt_alfons has a spectacular aura aboutcapt_alfons has a spectacular aura about

Kapitan Pattimura

Kaskus ID : capt_alfons

Kategori : Pahlawan dan Tokoh Nasional

Bentuk karya : Artikel + Gambar

Sumber : http://www.tokohindonesia.com/ensikl…ra/index.shtml

Keterangan : Artikel tentang Kapittan Pattimura

Quote:
Nama: Kapitan Pattimura
Nama Asli: Thomas Matulessy
Lahir: Negeri Haria, Pulau Saparua-Maluku, tahun 1783
Meninggal: Benteng Victoria, Ambon, 16 Desember 1817
Karir Militer: Mantan Sersan Militer Inggris

Kapitan Pattimura (1783 -1817)
Pahlawan Nasional dari Maluku

Kapitan Pattimura yang bernama asli Thomas Matulessy, ini lahir di Negeri Haria, Saparua, Maluku tahun 1783. Perlawanannya terhadap penjajahan Belanda pada tahun 1817 sempat merebut benteng Belanda di Saparua selama tiga bulan setelah sebelumnya melumpuhkan semua tentara Belanda di benteng tersebut. Namun beliau akhirnya tertangkap. Pengadilan kolonial Belanda menjatuhkan hukuman gantung padanya. Eksekusi yang dilakukan pada tanggal 16 Desember 1817 akhirnya merenggut jiwanya.

Perlawanan sejati ditunjukkan oleh pahlawan ini dengan keteguhannya yang tidak mau kompromi dengan Belanda. Beberapa kali bujukan pemerintah Belanda agar beliau bersedia bekerjasama sebagai syarat untuk melepaskannya dari hukuman gantung tidak pernah menggodanya. Beliau memilih gugur di tiang gantung sebagai Putra Kesuma Bangsa daripada hidup bebas sebagai penghianat yang sepanjang hayat akan disesali rahim ibu yang melahirkannya.

Dalam sejarah pendudukan bangsa-bangsa eropa di Nusantara, banyak wilayah Indonesia yang pernah dikuasai oleh dua negara kolonial secara bergantian. Terkadang perpindahtanganan penguasaan dari satu negara ke negara lainnya itu malah kadang secara resmi dilakukan, tanpa perebutan. Demikianlah wilayah Maluku, daerah ini pernah dikuasai oleh bangsa Belanda kemudian berganti dikuasai oleh bangsa Inggris dan kembali lagi oleh Belanda.

Thomas Matulessy sendiri pernah mengalami pergantian penguasaan itu. Pada tahun 1798, wilayah Maluku yang sebelumnya dikuasai oleh Belanda berganti dikuasai oleh pasukan Inggris. Ketika pemerintahan Inggris berlangsung, Thomas Matulessy sempat masuk dinas militer Inggris dan terakhir berpangkat Sersan.

Namun setelah 18 tahun pemerintahan Inggris di Maluku, tepatnya pada tahun 1816, Belanda kembali lagi berkuasa. Begitu pemerintahan Belanda kembali berkuasa, rakyat Maluku langsung mengalami penderitaan. Berbagai bentuk tekanan sering terjadi, seperti bekerja rodi, pemaksaan penyerahan hasil pertanian, dan lain sebagainya. Tidak tahan menerima tekanan-tekanan tersebut, akhirnya rakyat pun sepakat untuk mengadakan perlawanan untuk membebaskan diri. Perlawanan yang awalnya terjadi di Saparua itu kemudian dengan cepat merembet ke daerah lainnya diseluruh Maluku.

Di Saparua, Thomas Matulessy dipilih oleh rakyat untuk memimpin perlawanan. Untuk itu, ia pun dinobatkan bergelar Kapitan Pattimura. Pada tanggal 16 mei 1817, suatu pertempuran yang luar biasa terjadi. Rakyat Saparua di bawah kepemimpinan Kapitan Pattimura tersebut berhasil merebut benteng Duurstede. Tentara Belanda yang ada dalam benteng itu semuanya tewas, termasuk Residen Van den Berg.

Pasukan Belanda yang dikirim kemudian untuk merebut kembali benteng itu juga dihancurkan pasukan Kapitan Pattimura. Alhasil, selama tiga bulan benteng tersebut berhasil dikuasai pasukan Kapitan Patimura. Namun, Belanda tidak mau menyerahkan begitu saja benteng itu. Belanda kemudian melakukan operasi besar-besaran dengan mengerahkan pasukan yang lebih banyak dilengkapi dengan persenjataan yang lebih modern. Pasukan Pattimura akhirnya kewalahan dan terpukul mundur.

Di sebuah rumah di Siri Sori, Kapitan Pattimura berhasil ditangkap pasukan Belanda. Bersama beberapa anggota pasukannya, dia dibawa ke Ambon. Di sana beberapa kali dia dibujuk agar bersedia bekerjasama dengan pemerintah Belanda namun selalu ditolaknya.

Akhirnya dia diadili di Pengadilan kolonial Belanda dan hukuman gantung pun dijatuhkan kepadanya. Walaupun begitu, Belanda masih berharap Pattimura masih mau berobah sikap dengan bersedia bekerjasama dengan Belanda. Satu hari sebelum eksekusi hukuman gantung dilaksanakan, Pattimura masih terus dibujuk. Tapi Pattimura menunjukkan kesejatian perjuangannya dengan tetap menolak bujukan itu. Di depan benteng Victoria, Ambon pada tanggal 16 Desember 1817, eksekusi pun dilakukan.

Kapitan Pattimura gugur sebagai Pahlawan Nasional. Dari perjuangannya dia meninggalkan pesan tersirat kepada pewaris bangsa ini agar sekali-kali jangan pernah menjual kehormatan diri, keluarga, terutama bangsa dan negara ini.

capt_alfons is offline
Posted in Uncategorized | Leave a comment

CARA MEMBRANTAS KORUPTOR

Korupsi Terpotong

Jum’at, 17 Desember 2010 | 16:16 WIB

Basrief Arief. TEMPO/Subekti

Dua Bupati Di Riau Tengah Di Periksa KPK


Powered by Max Banner Ads

Dua Bupati  Di Riau Tengah Di Periksa KPKJAKARTA, KURAIH.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (10/9), menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Kampar, Riau, Burhanuddin Husin terkait kasus dugaan korupsi pemanfaatan hasil hutan di Kabupaten Siak, Riau. KPK juga memeriksa Bupati Natuna Daeng Rusnadi terkait dugaan korupsi dana bagi hasil (DBH) migas di Natuna.

“Bupati Kampar akan dimintai keterangan sebagai saksi,” kata juru bicara KPK, Johan Budi, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Johan menjelaskan, pemeriksaan terhadap Burhanuddin akan digunakan untuk melengkapi berkas perkara Bupati Siak, Arwin AS, yang sudah menjadi tersangka dalam kasus itu.

Dalam kasus itu, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Kehutanan Riau Asral Rahman sebagai saksi. Sebelumnya, KPK telah memeriksa Gubernur Riau Rusli Zainal.

KPK juga telah menetapkan Bupati Siak Arwin AS sebagai tersangka kasus pemanfaatan hutan di Kabupaten Siak, Riau. “AAS sudah ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu,” kata juru bicara KPK, Johan Budi.

Johan mengatakan, Arwin diduga menerbitkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) kepada sejumlah perusahaan di Siak pada tahun 2001 sampai 2003. “Pemberian izin itu diduga tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Johan.

Menurut Johan, pemberian izin itu mengakibatkan terganggunya perekonomian yang mengakibatkan kerugian negara. Namun, Johan belum bersedia merinci jumlah kerugian negara yang dimaksud.

Selain itu, Arwin juga diduga menerima sejumlah pemberian akibat penerbitan izin usaha itu. Akibat perbuatan itu, KPK menjerat Arwin dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 dan atau Pasal 5 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Beberapa waktu lalu, tim penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di Siak. Selain menggeledah kantor Bupati Siak, KPK juga telah menggeledah sejumlah kantor perusahaan kayu. Kasus itu adalah pengembangan kasus serupa yang menjerat Bupati Pelalawan, Riau, Tengku Azmun Jaafar. Azmun telah dinyatakan bersalah dalam kasus itu.

Sementara itu, Koordinator Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau (Jikalahari), Susanto Kurniawan, mengatakan, sedikitnya lima izin perusahaan yang dikeluarkan Arwin pada periode tersebut diduga bermasalah. Perusahaan yang menerima izin itu antara lain PT National Timber seluas 8.200 hektar, PT Balai Kayang Mandiri (21.450 hektar) dan PT Bina Daya Bintara (8.000 hektar). Kemudian, PT Rimba Mandau Lestari (6.400 hektar), PT Rimba Rokan Perkasa (21.500 hektar), dan PT Seraya Sumber Lestari (16.875 hektar).

“Apabila dirunut pemberian izin rencana kerja (RKT) untuk perusahaan yang bermasalah, maka kemungkinan besar kepala dinas kehutanan bisa terseret dalam kasus ini. Dalam penerbitan RKT, yang merekomendasikan adalah Kepala Dinas Kehutanan Riau,” katanya.

Bupati Natuna

Sementara itu, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Natuna, Kepulauan Riau, Daeng Rusnadi terkait kasus dugaan korupsi dana bagi hasil (DBH) migas di Natuna. “Yang bersangkutan dijadwalkan menjalani pemeriksaan hari ini,” kata juru bicara KPK, Johan Budi, di Jakarta.

Sampai dengan pukul 12.00, belum ada keterangan resmi tentang kehadiran Daeng di gedung KPK. KPK juga belum memaparkan materi pemeriksaan terhadap Daeng.

Daeng sudah berstatus tersangka dalam kasus tersebut. Dia juga sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan di KPK. Daeng ditetapkan sebagai tersangka terkait perannya ketika menjabat Ketua DPRD Natuna periode 1999-2004. Daeng diduga menerima APBD yang digunakan untuk meloloskan tambahan DBH Migas di Jakarta.

Sebanyak Rp 60 miliar dana APBD 2004 itu diduga digunakan tidak sebagaimana mestinya. Dana itu diduga dinikmati oleh sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Natuna dan anggota DPRD setempat.

Dalam kasus itu, KPK juga sudah menetapkan mantan Bupati Natuna Hamid Rizal sebagai tersangka. Hamid diduga turut serta dalam upaya penyalahgunaan DBH tersebut.

Untuk memperjelas kasus tersebut, KPK telah memeriksa beberapa orang, antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Ilyas Sabli dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Natuna.

Berdasar hasil pemeriksaan, KPK memperoleh keterangan bahwa pencairan DBH itu disertai dengan Surat Keputusan Bupati, dan beberapa dokumen pendukung. (kompas)

KPP PRD: Soal Koruptor, SBY-Boediono Tebang Pilih

Published on December 9, 2010 by Lukman Hakim ·   No Comments

Jakarta (LiraNews) – Dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada hari ini, Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP PRD) mengeluarkan pernyataan sikap. Menurut Ketua Umum KPP PRD, Agus Priyono, pemberantasan korupsi di bawah pemerintahan SBY-Budiono hanya sebatas retorika di mulut saja, sementara prakteknya para pelaku korupsi mendapatkan perlakuan enak: mendapat fasilitas mewah dalam penjara, gampang mendapatkan remisi, dan bisa keluar-masuk penjara.

“Kasus korupsi besar, seperti skandal bank century, malah sudah tutup buku. Para pelakunya pun kini hidup bebas,” kata Agus Priyono, Kamis (9/12/10).

Agus Priyono mengatakan, pemberantasan korupsi di era SBY-Budiono sangat terang bersifat tebang pilih. Sebagian besar koruptor yang ditangkap adalah lawan politik SBY, sedangkan koruptor asal partai demokrat dan barisan pendukung SBY lainnya tidak pernah diungkap. Bahkan, ada yang menyebut partai demokrat, partainya SBY, sebagai “bungker perlindungan” bagi para koruptor.

Di sisi lain, lanjut Agus Priyono, lembaga penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan, telah kehilangan pamornya dalam memerangi korupsi. Alih-alih menjadi garda depan dalam melawan korupsi, lembaga-lembaga ini justru sangat mudah dirayu oleh “suap” dan sogokan.

“Reformasi birokrasi, yang hampir selalu disebutkan SBY dalam setiap pidatonya, juga tidak pernah terwujud. KPK sendiri pernah membuat pengakuan yang sangat serius bahwa instansi pemerintah masih yang paling rentan korupsi. Kinerja KPK dalam memberantas korupsi juga semakin merosot, tidak lagi seperti sebelum kejadian mereka dikriminalisasikan. Bahkan, KPK punya “dosa” besar dengan terlibat mengubur skandal bank Century,” tutur Agus Priyono.

Jika Indonesia Corruption Watch (ICW) menganggap bahwa 76 persen pernyataan SBY terkait pemberantasan korupsi tidak terbukti alias bohong, maka KPP PRD menyatakan bahwa SBY, dari telapak kaki hingga ujung rambutnya, tidak punya komitmen memberantas korupsi.

“Oleh karena itu, adalah kesalahan  besar jika masih mengharapkan SBY memerangi korupsi, termasuk berharap kepada lembaga penegak hukumnya. Harapan satu-satunya untuk memberantas korupsi di Indonesia adalah “gerakan rakyat”,” tandasnya.

Agus Priyono menyebut keberhasilan menyelamatkan cicak (KPK) dari terkaman buaya (kepolisian/kejaksaan) merupakan bukti konkret betapa ampuhnya gerakan rakyat itu. Di beberapa daerah, rakyat mulai terlibat dalam gerakan-gerakan anti-korupsi, terutama dalam penjatuhan kepala desa, camat, dan bupati/kepala daerah yang korupsi.

“Karena itu, melalui peringatan Hari Anti-korupsi se-Dunia pada hari ini, kami menyerukan “Kobarkan dan massalkan gerakan rakyat menentang korupsi!” Misalnya membangun posko-posko anti-korupsi atau pusat-pusat informasi anti-korupsi di setiap kampung, pabrik, sekolah, universitas, dan lain sebagainya. Selain itu, menggelar pengumpulan tanda-tangan untuk menarik mandat para pejabat dan polisi yang teridentifikasi korup,” pungkasnya. (luk)

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

CARA MENYADARKAN PENTINGNYA PENDIDIKAN

Membangun Desa dengan Pendekatan Berbasiskan Kemampuan
Oleh Yosef Keladu Koten

Kamis, 16 Desember 2010 | 10:24 WIB

KETIKA  sepintas membaca judul tulisan Tony Kleden, “Ayo, Kembali ke Desa”, (Pos Kupang, 18 November 2010), muncul secara spontan dalam benak saya sebuah pertanyaan aneh, memangnya ada daya tarik baru apa di desa-desa sekarang ini? Pertanyaan ini bukan tanpa alasan. Pola pikir kita selalu terkondisi untuk mengandaikan bahwa pasti ada sesuatu yang menarik sehingga orang diajak untuk kembali ke desa. Kalau teman mengajak, ‘ayo kita ke mal’, saya akan dengan senang hati mengikuti ajakan itu karena memang di sana ada berbagai hal menarik, entah untuk dibeli ataupun dinikmati. Tetapi, ajakan kembali ke desa?

Memang benar, tidak ada hal yang menarik di desa-desa, yang ada cuma tantangan, kesulitan, keterbatasan, dan perjuangan untuk mempertahankan hidup. Tetapi, dalam beberapa tahun terakhir, uang dalam jumlah besar mengalir langsung ke kas-kas desa lewat berbagai program pemerintah, termasuk program terakhir pemerintah Propinsi NTT, “Desa Mandiri Anggur Merah” yang mengalokasi dana setiap desa Rp 250 juta untuk 287 desa yang terkategori ‘terkebelakang’ – tentu menurut versi pemerintah – di seluruh NTT ini. Inilah satu-satunya hal yang menarik di desa-desa sekarang ini. Hanya saja, ajakan kembali ke desa tidak untuk memuaskan keinginan akan hal-hal yang menarik ini, karena kalau demikian, maka ajakan kembali ke desa lalu berarti mari kita ramai-ramai menikmati uang bantuan tersebut.

Ajakan ini harus dibaca sebagai sebuah tantangan untuk membangun desa. Ini adalah ajakan kepada sebuah pengabdian yang total untuk membantu warga desa merencanakan dan merealisasikan suatu model hidup yang layak. Tony Kleden dengan sangat tepat mengelaborasi apa yang harus dibuat oleh para fasilitator yang akan dikirim ke desa-desa, dan dua tulisan dari Dr. John Dami Mukese, melengkapi itu dengan sebuah uraian yang sangat mendalam tentang alasan-alasan mengapa kembali ke desa (Pos Kupang, 29 dan 30 November 2010).

Kedua penulis di atas bertolak dari program ‘Desa Mandiri Anggur Merah’ yang sudah ditetapkan oleh Pemprop NTT, dan bagaimana program itu direalisasikan agar mendatangkan kebaikan atau manfaat sebesar-besarnya bagi warga desa. Dalam tulisan ini saya coba memberikan sebuah cara pandang lain atau tepatnya titik awal refleksi berbeda – sekalipun dari aspek isi tidak ada hal yang baru – terhadap setiap program pemerintah, dan bagaimana program ‘Desa Mandiri Anggur Merah’ harus dibaca dalam terang perspektif baru ini.

Pendekatan Utilitarian dan Liberal

Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang, pada suatu kesempatan, ketika menanggapi mewabahnya demam berdarah beberapa waktu lalu di Kabupaten Sikka, mengungkapkan kekesalannya karena masyarakat seakan-akan tidak memanfaatkan sarana-sarana kesehatan yang telah dibangun desa-desa. Katanya, pemerintah telah membangun pusat kesehatan hampir di semua desa, tetapi tampaknya masyarakat tidak memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memperbaiki kondisi kesehatan mereka sehingga masih saja gampang terserang penyakit.

Kekesalan ini tentu masih bisa diperluas ke berbagai bidang kehidupan yang lain. Beberapa tahun lalu pemerintah membangun gedung-gedung sekolah dasar inpres hampir di semua desa, tetapi ada banyak gedung yang dibiarkan telantar karena memang tidak ada muridnya, padahal anak-anak yang tidak sekolah masih cukup banyak. Banyak mesin genzet dibagikan ke desa-desa, tetapi tidak dimanfaatkan, dan kalaupun dimanfaatkan hanya bertahan beberapa bulan kemudian rusak karena memang tidak dirawat secara baik. Uang telah dikucurkan begitu banyak ke kas-kas desa, tetapi warga desa masih tetap hidup dalam keterbatasan-keterbatasan. Pemerintah telah berbuat banyak untuk desa-desa, tetapi mengapa daftar desa-desa miskin makin bertambah panjang dari tahun ke tahun? Dan, proses penyusunan program telah menggunakan metode bottom up, dari bawah ke atas dengan mendengarkan aspirasi masyarakat entah lewat musyawarah desa atau penjaringan oleh wakil-wakil rakyat, dan bukan lagi top down, dari atas ke bawah, tetapi mengapa masih saja belum efektif?

Pada hemat saya, hal ini disebabkan karena pendekatan yang digunakan dalam proses penjaringan aspirasi dan penyusunan program digunakan pendekatan utilitarian yang berbasiskan keinginan dan pendekatan liberal yang berbasiskan kesamaan. Dalam menilai dan menanggapi fenomena kemiskinan dan keterbelakangan desa-desa, pendekatan utilitarian, bertanya tentang bagaimana orang-orang desa merasakan hidupnya dan apa yang mereka inginkan. Sedangkan pendekatan liberal bertanya bukan hanya apa yang mereka inginkan, tetapi juga sumber-sumber daya apa yang mereka miliki. Titik tolak kedua pendekatan adalah pertimbangan akan pemuasan keinginan serta perlakuan yang sama dan adil terhadap semua warga negara.

Tentu saja sesuai dengan keadaan riil, warga desa akan dengan gampang menjawab bahwa mereka tidak memiliki uang, air bersih, jalan, sekolah, poliklinik, listrik, dan lain-lain. Karena itu, yang mereka inginkan adalah apa yang mereka tidak miliki tersebut di atas sehingga tidak mengherankan kalau ada kunjungan entah dari pemerintah ataupun anggota Dewan, orang-orang desa melitanikan begitu banyak hal yang mereka inginkan. Dari hasil penjaringan aspirasi, pemerintah lalu menetapkan apa yang penting untuk warga desa. Maka dibangunlah sekolah-sekolah, polindes-polindes, bak-bak air minum; dibuatlah jalan-jalan (aspal atau rabat); serta dibagikan uang tunai dan mesin genzet ke desa-desa, dengan anggapan bahwa dengan memberikan apa yang diinginkan, pemerintah telah memuaskan aspirasi warga dan memperlakukan mereka secara sama dan adil.

Masalahnya, keinginan atau kebutuhan perlu dipertanyakan lebih lanjut, entahkah apa yang diinginkan itu sungguh-sungguh memampukan mereka untuk berfungsi secara lebih baik? Dalam kenyataan, keinginan dibentuk oleh kebiasaan dan cara hidup. Manusia beradaptasi dengan apa yang mereka miliki. Lihat saja, ada orang yang ingin dan membeli setiap produk baru di toko-toko karena kebiasaan ‘mengoleksi barang’ dan gaya hidup, sementara mereka sendiri tidak tahu tentang kegunaan barang-barang itu untuk hidup yang lebih baik. Barang dibeli bukan untuk dimanfaatkan, tetapi sekadar untuk dipajang atau dipamerkan di ruang tamu rumah mereka. Orientasi mereka di sini adalah gaya hidup dan supaya mereka disejajarkan atau disamakan dengan orang-orang lain. Demikian halnya bisa terjadi bahwa warga desa menginginkan gedung sekolah, polindes, jalan beraspal, listrik, dan lain-lain hanya sekadar supaya dianggap sama dengan orang-orang yang hidup di kota, tetapi mereka sendiri tidak tahu kegunaan dan cara bagaimana memanfaatkan sarana-sarana tersebut untuk hidup yang lebih baik. Jadi, pemerintah tidak boleh mendistribusikan barang-barang hanya untuk memuaskan keinginan yang bersifat kebetulan seperti itu karena cara itu akan mempertahankan status quo.


Pendekatan Berbasiskan Kemampuan

Berhadapan dengan realitas kemiskinan, pendekatan berbasiskan kemampuan, bertanya tentang apa yang warga desa dapat atau tidak dapat lakukan. Pertanyaan ini mengarah kepada sebuah upaya untuk mengetahui kemampuan fungsional dasar manusia. Ada begitu banyak kemampuan dasar manusia, seperti kemampuan untuk hidup sehat, untuk berimaginasi dan berpikir, untuk menggunakan barang-barang pribadi, untuk berinteraksi atau hidup bagi dan untuk orang lain, serta untuk membentuk sebuah konsep tentang kebaikan dan terlibat dalam refleksi kritis tentang perencanaan kehidupan sendiri. Kemampuan terakhir ini berkaitan dengan penggunaan akal budi praktis manusia dan sangat sentral dalam perealisasian semua kemampuan lainnya. Dengan akal budi praktis, orang akan dimampukan untuk menyadari pentingnya pendidikan, kesehatan, penerangan, dan jalan yang baik dan dengan demikian mampu memanfaatkan sarana-sarana tersebut secara efektif untuk kebaikan hidup mereka sendiri.

Jadi yang menjadi fokus pertama dan utama pemerintah atau agen pembangunan adalah memastikan bahwa orang-orang desa memiliki kemampuan ini sebelum barang-barang dan uang didistribusikan atau bangunan-bangunan baru didirikan. Program pertama harus diarahkan untuk mengembangkan kemampuan akal budi praktis ini. Karena, kalau warga desa belum sadar akan pentingnya pendidikan, hidup sehat, air bersih, jalan, maka akan percuma dan sia-sia pembangunan gedung sekolah dan polindes baru, penyediaan air bersih dan perbaikan jalan. Kalau aparat desa belum dimampukan untuk mengelola uang dalam jumlah besar, maka dana-dana besar yang mengalir ke kas-kas daerah tidak akan dimanfaatkan dan bahkan ‘dibiarkan’ raib begitu saja. Kalau orang di desa tidak dipersiapkan dan dimampukan untuk mengoperasi dan merawat mesin genzet, maka mesin-mesin tersebut akan rusak dalam waktu singkat dan dibiarkan terus sampai berkarat. Kalau masyarakat belum tahu menggunakan barang-barangnya sendiri, termasuk uang, maka uang-uang tunai yang diberikan langsung ke saku mereka akan habis dalam sekejap karena urusan pesta demi pesta.

Dalam terang ini, pemerintahan belum melaksanakan tugas apa pun jika pemerintahan belum menjadikan masing-masing orang mampu untuk berfungsi secara baik – sekalipun pemerintahan telah memberikan kepada mereka banyak hal. Keluhan Bupati Sikka di atas dan keluhan-keluhan serupa lainnya muncul karena pemerintah menggunakan pendekatan ‘memberikan barang’ dan bukannya ‘memampukan’ warga desa.

Desa Mandiri Anggur Merah

Lalu, bagaimana dengan program Desa Mandiri Anggur Merah? Saya kira, program ini dalam arti tertentu, telah menggunakan pendekatan berbasiskan kemampuan karena orientasinya pada pemberdayaan (pengembangan kemampuan) warga desa dengan pemberian dana hibah Rp 250 juta dan tenaga fasilitator. Bagaimana hal ini mungkin?

Saya melihat ada dua kemampuan yang perlu dikembangkan, yaitu, pertama, kemampuan internal, yaitu kondisi pribadi (badan, jiwa, karakter) yang memampukan pribadi untuk merancang dan merealisasikan rencana hidupnya sendiri yang senantiasa berorientasi pada kebaikan. Di sini, pendidikan dan pelatihan-pelatihan menjadi urgen. Dana yang ada hendaknya digunakan untuk memfasilitasi pelatihan-pelatihan demi menyadarkan warga desa akan pentingnya pendidikan dan hidup sehat, melatih mereka untuk mampu menata ekonomi keluarga, terutama mengelola keuangan mereka, dan untuk mengoperasi atau merawat sarana-sarana publik yang ada.

Kedua, kemampuan eksternal, yaitu kondisi-kondisi sosial yang mendukung. Seringkali terjadi warga desa menganggap benar dan baik apa yang mereka miliki dan buat, karena memang tidak ada alternatif-alternatif lain yang tersedia sebagai pembanding untuk melihat bahwa apa yang mereka buat dan miliki tidak baik. Di sini, kesaksian hidup para fasilitator – sebagai orang terdidik -  menjadi sangat penting. Fasilitator harus bisa menunjukkan bagaimana pendidikan yang telah mereka terima bertahun-tahun di lembaga pendidikan formal, telah membuat perbedaan signifikan dalam hidup mereka. Dengan kata lain, seorang fasilitator harus bisa ‘bicara’ di forum-forum publik, bisa beragumen dan menawarkan ide-ide yang mencerahkan dan meyakinkan tentang berbagai praktik yang membelenggu hidup orang desa. Dalam praktik, seringkali terjadi banyak orang ‘terdidik’ yang tidak hidup sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki, bahkan pola hidup mereka mengokohkan kebiasaan-kebiasaan yang membelenggu. Karena itu, seorang fasilitator harus bisa menunjukkan bagaimana hidup sehat dan hemat sehingga kehadiran mereka membuat perbedaan dan menawarkan alternatif baru kepada warga desa.

Hal-hal sederhana dan praktis ini perlu diperhatikan sehingga kehadiran fasilitator tidak menjadi ‘skandal’ dan sekaligus beban untuk orang-orang desa. Dan yang lebih penting, supaya dana hibah Rp 250 juta betul-betul memampukan atau memberdayakan warga desa dan bukannya dinikmati demi kepuasan keinginan bersama. *
Dunia pendidikan juga disasar oleh Camat yang sebelumnya juga pernah menjadi orang nomor satu Kecamatan Wara. Dinas Pendidikan pun merespon. Pemahaman dini GSI di sekolah-sekolah, terutama di sekolah dasar mulai diperkenalkan. Peran serta sekolah, terutama sekolah dasar, dalam mendukung program GSI terlihat nyata karena mulai dari pintu masuk, tembok sekolah, hingga pintu kelas terpasang spanduk dan pamflet GSI. Kerjasama tersebut juga terlihat dari kesediaan para guru menjelaskan program GSI kepada murid sebelum pelajaran di mulai. Bahkan beberapa guru dengan antusiame menciptakan mars GSI :

………………………………………..
Kami putra dan putri Palopo
Sayang ibu menjadi tekadku
Walau apapun jadi tantangan
Sayang ibu takkan luntur
…………………………………………

Dengan beragam kreatifitas di Kecamatan Wara Utara di atas, lantas di mana partisipasi Pemerintah Kota Palopo sendiri? Kecamatan Wara Utara tentu saja tidak bergerak sendiri. Guna mendukung GSI ini, Walikota Palopo H.P.A. Tenriadjeng dan jajaran pejabat kota lainnya turun tangan dengan melakukan siaran langsung menyebarkan informasi GSI di beberapa radio swasta lokal. Bahkan, pemerintah kota berhasil melakukan kerjasama dengan tiga sekolah tinggi ilmu kesehatan dan perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat di bidang kesehatan. Tidak hanya itu, pemerintah kota juga memperkuat regulasi kesehatan melalui terbitnya Perda Kota Sehat yang merupakan perda kota sehat pertama di Indonesia.

Kerjasama harmonis antar pemerintah kota, pemerintah kecamatan, agen perubahan, dan masyarakat tidak sia-sia. Terbukti angka kematian ibu dapat ditekan secara drastis. Dari 25 orang angka kematian ibu di tahun 2007, kota yang berpenduduk 141.996 jiwa ini berhasil menekan kematian ibu menjadi 4 jiwa di tahun 2008 dan akhirnya zero percent di tahun 2009. Tepatlah kata pepatah Bugis “Iya Ada Iya Gau” yang berarti Satu Kata Satu Perbuatan. GSI di Palopo bukan hanya pada ucapan tapi juga pada perbuatan.

*)Mylaffayzza. Peneliti the Fajar Institute of Pro Otonomi (FIPO) Makassar, Sulawesi Selatan. Alamat email m_milawaty@yahoo.com

// <![CDATA[//

PENGENTASAN BUTA HURUF JALAN DI TEMPAT ATAU MUNDUR TERATUR?

Buta huruf bukan sekadar tidak mampu membaca dan menulis, melainkan berpotensi menimbulkan serangkaian dampak yang sangat luas. Kemampuan membaca dan menulis merupakan alat penting untuk memberantas kemiskinan. Tak mengherankan jika kemampuan itu termasuk dalam indikator pendidikan pada indeks pembangunan manusia atau Human Development Index United Nations Development Programme (UNDP). Indeks tersebut mengukur kemajuan pendidikan berdasarkan kemampuan membaca dan menulis atau literasi.

Tahun 2009 adalah target Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk menurunkan angka buta huruf hingga mencapai lima persen. Untuk menggolkan target tersebut, para pelaku pendidikan berlomba-lomba berupaya meningkatkan sumber daya pendidikan. Bagaimana pencapaian target Depdiknas tersebut selama tahun 2006 dan 2007 lalu di 23 kabupaten-kota dalam lingkup Sulawesi Selatan?

Dalam kurun waktu dua tahun tersebut, nampak bahwa usaha pemerintah daerah untuk menurunkan angka buta huruf tidak selalu berhasil di semua daerah. Secara nasional, Sulawesi Selatan bahkan masuk dalam kategori daerah dengan angka buta huruf yang masih tinggi. Hal tersebut didukung data temuan FIPO, di antara 23 kabupaten – kota se Sulawesi Selatan, delapan diantaranya belum berhasil menurunkan angka buta huruf. Yang terjadi malah sebaliknya; angka buta huruf mengalami kelonjakan dari tahun 2006 ke 2007. Tentunya kelonjakan itu disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain adanya buta huruf baru, putus sekolah formal yang buta huruf kembali, dan hasil garapan pemberantasan buta huruf yang tidak tuntas dan hanya menyebut secara kualitas saja.

Delapan daerah yang terdeteksi meningkat rasio buta huruf penduduk untuk usia 10 tahun ke atas dari tahun 2006 ke 2007 adalah Kabupaten Jeneponto, Sinjai, Bone, Bulukumba, Pinrang, Barru, Bantaeng, dan Takalar. Dari kedelapan kabupaten tersebut, Kabupaten Jeneponto yang menunjukkan peningkatan rasio angka buta huruf yang signifikan dalam kurun waktu setahun (dari 24,26 persen meningkat hingga 30,91 persen), diikuti oleh Kabupaten Sinjai yang meningkat dari 13,56 persen menjadi 17,15 persen. Penurunan angka buta huruf yang patut diacungkan jempol adalah Kota Palopo yang mampu menurunkan angka buta hurufnya 50 persen dari tahun sebelumnya.

Untuk angka buta huruf itu sendiri, pada akhir tahun 2007 angka buta huruf tertinggi diraih oleh Kabupaten Jeneponto sebesar 30,91 persen, disusul berturut-turut oleh Kabupaten Bantaeng 24,09 persen, Kabupaten Bulukumba 20.51 persen, dan Kabupaten Takalar 20,4 persen.

Target penurunan angka buta huruf hingga mencapai lima persen nampaknya masih terlampau jauh bagi Sulawesi Selatan. Hal ini ditunjukkan hingga 31 Desember 2007, baru lima daerah yang angka buta hurufnya tersisa di bawah 10 persen, yaitu Kota Palopo, Makassar, Parepare, Luwu Timur, dan Luwu Utara. Dari lima daerah tersebut, Kota Makassar, Palopo, dan Parepare yang mampu mencapai target penurunan angka buta huruf hingga di bawah lima persen. Luwu Timur dan Luwu Utara kemungkinan besar akan mampu mencapai target tersebut mengingat pendidikan gratis yang telah diterapkan kedua daerah yang masih tergolong muda tersebut.

Masih tingginya angka buta huruf di Sulawesi Selatan tentunya meninggalkan tanya yang mendalam. Ada apa dengan pendidikan Sulawesi Selatan yang selama beberapa tahun terakhir ini telah menerapkan beragam kebijakan pendidikan? Pendidikan gratis, pembentukan kelompok belajar atau yang lebih dikenal dengan Keaksaraaan Fungsional, dan rasio anggaran pendidikan terhadap total belanja APBD adalah tiga dari sekian rangkaian kebijakan Pemerintah Sulawesi Selatan.

Pendidikan gratis telah diterapkan beberapa kabupaten – kota jauh sebelum pendidikan gratis tahun 2008 lalu digaungkan. Pendidikan gratis selayaknya mampu mendongkrak angka melek huruf karena kemiskinan yang menjadi faktor tingginya angka putus sekolah bukan lagi menjadi alasan seiring dengan adanya kebijakan pendidikan gratis ini. Anak yang paling miskin pun kini dapat bersekolah.

Beberapa daerah memfasilitasi keluarga miskin dengan armada bus sekolah seperti yang dilakukan Kabupaten Enrekang, Kabupaten Sidrap, Kabupaten Luwu Timur, dan Makassar. Ada pula kabupaten yang memberikan uang transport seperti yang dapat dilihat di Kota Parepare sebesar Rp. 3.000 per hari per siswa, atau kabupaten yang menyediakan asrama anak sekolah sebagaimana yang dilakukan Kabupaten Pangkep dan Kepulauan Selayar.

Upaya-upaya pemerintah daerah tersebut sangat positif. Sayangnya, jika melihat kenyataan yang ada, pendidikan gratis dan semua fasilitas pendukungnya nampaknya belum menjadi sarana yang paling efektif untuk memotivasi orang tua untuk menyekolahkan anaknya. Sanksi bagi orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya barangkali dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyadarkan orang tua betapa pentingnya pendidikan; tidak hanya sekedar anak tahu baca-tulis tapi lebih dari itu, kehidupan yang lebih baik dapat dibangun melalui pendidikan yang lebih baik. Buruknya pendidikan menghasilkan kemiskinan. Sanksi inilah yang telah diuji coba oleh Kabupaten Gowa dan Luwu Timur. Bagaimana sanksi itu memberi efek jera bagi orang tua? Waktu yang akan membuktikan.

Kebijakan yang kedua adalah Keaksaraan Fungsional. Hingga tahun 2008 jumlah Keaksaraan Fungsional yang berada di Sulawesi Selatan telah mencapai ribuan dan tersebar di 23 kabupaten – kota. Keaksaraan Fungsional tersebut mencakup Paket A (setara Sekolah Dasar), Paket B (setara Sekolah Menengah Pertama), dan Paket C (setara Sekolah Menengah Atas). Meski tersebar namun dampak dari banyaknya kelompok belajar ini dianggap belum efektif kerena belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang buta huruf.

Kebijakan yang ketiga adalah anggaran pendidikan. Komitmen pemerintah untuk menganggarkan pendidikan 20 persen dari total belanja APBD 2008 memperlihatkan trend yang menggembirakan; dari 23 kabupaten – kota di Sulawesi Selatan, hanya lima daerah yang menganggarkan kurang dari 20 persen. Beberapa daerah lain di menganggarkan di atas 20 sampai 30 persen bahkan rasio anggaran pendidikan Kabupaten Gowa terhadap total belanja APBD 2008 mencapai 39,1 persen. Karenanya sangat disayangkan jika anggaran pendidikan meningkat namun angka melek huruf justru menurun.

Masih banyak PR pemerintah daerah terkait dengan pendidikan. Masalah buta huruf hanyalah satu dari serangkaian masalah pendidikan kita yang sampai saat ini masih terus diupayakan perbaikannya dari pemerintah. Tentunya dibutuhkan partisipasi dari masyarakat untuk membantu program-program pendidikan pemerintah daerah sehingga tidak ada anggapan pendidikan Sulawesi Selatan jalan di tempat atau mundur teratur.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

DAMPAK HUJAN ASAM BAGI MANUSIA

DAMPAK HUJAN ASAM BAGI MANUSIA

Hujan asam adalah suatu masalah lingkungan yang serius yang benar-benar difikirkan oleh manusia. Ini merupakan masalah umum yang secara berangsur-angsur mempengaruhi kehidupan manusia. Istilah Hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh Angus Smith ketika ia menulis tentang polusi industri di Inggris (Anonim, 2001). Tetapi istilah hujan asam tidaklah tepat, yang benar adalah deposisi asam.

Deposisi asam ada dua jenis, yaitu deposisi kering dan deposisi basah. Deposisi kering ialah peristiwa kerkenanya benda dan mahluk hidup oleh asam yang ada dalam udara. Ini dapat terjadi pada daerah perkotaan karena pencemaran udara akibat kendaraan maupun asap pabrik. Selain itu deposisi kering juga dapat terjadi di daerah perbukitan yang terkena angin yang membawa udara yang mengandung asam. Biasanya deposisi jenis ini terjadi dekat dari sumber pencemaran.

Deposisi basah ialah turunnya asam dalam bentuk hujan. Hal ini terjadi apabila asap di dalam udara larut di dalam butir-butir air di awan. Jika turun hujan dari awan tadi, maka air hujan yang turun bersifat asam. Deposisi asam dapat pula terjadi karena hujan turun melalui udara yang mengandung asam sehingga asam itu terlarut ke dalam air hujan dan turun ke bumi. Asam itu tercuci atau wash out. Deposisi jenis ini dapat terjadi sangat jauh dari sumber pencemaran.
Hujan secara alami bersifat asam karena Karbon Dioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.

Hujan pada dasarnya memiliki tingkat keasaman berkisar pH 5, apabila hujan terkontaminasi dengan karbon dioksida dan gas klorine yang bereaksi serta bercampur di atmosphere sehingga tingkat keasaman lebih rendah dari pH 5, disebut dengan hujan asam.

Pada dasarnya Hujan asam disebabkan oleh 2 polutan udara, Sulfur Dioxide (SO2) dan nitrogen oxides (NOx) yang keduanya dihasilkan melalui pembakaran. Akan tetapi sekitar 50% SO2 yang ada di atmosfer diseluruh dunia terjadi secara alami, misalnya dari letusan gunung berapi maupun kebakaran hutan secara alami. Sedangkan 50% lainnya berasal dari kegiatan manusia, misalnya akibat pembakaran BBF, peleburan logam dan pembangkit listrik. Minyak bumi mengadung belerang antara 0,1% sampai 3% dan batubara 0,4% sampai 5%. Waktu BBF di bakar, belerang tersebut beroksidasi menjadi belerang dioksida (SO2) dan lepas di udara. Oksida belerang itu selanjutnya berubah menjadi asam sulfat (Soemarwoto O, 1992).

Kadar SO2 tertinggi terdapat pada pusat industri di Eropa, Amerika Utara dan Asia Timur. Di Eropa Barat, 90% SO2 adalah antrofogenik. Di Inggris, 2/3 SO2 berasal dari pembangkit listrik batu bara, di Jerman 50% dan di Kanada 63% (Anonim, 2005).

Menurut Soemarwoto O (1992), 50% nitrogen oxides terdapat di atmosfer secara alami, dan 50% lagi juga terbentuk akibat kegiatan manusia, terutama akibat pembakaran BBF. Pembakaran BBF mengoksidasi 5-50% nitrogen dalam batubara , 40-50% nitrogen dalam minyak berat dan 100% nitrogen dalam mkinyak ringan dan gas. Makin tinggi suhu pembakaran, makin banyak Nox yang terbentuk.

Selain itu NOx juga berasal dari aktifitas jasad renik yang menggunakan senyawa organik yang mengandung N. Oksida N merupakan hasil samping aktifitas jasad renik itu. Di dalam tanah pupuk N yang tidak terserap tumbuhan juga mengalami kimi-fisik dan biologik sehingga menghasilkan N. Karena itu semakin banyak menggunakan pupuk N, makin tinggi pula produksi oksida tersebut.

Senyawa SO2 dan NOx ini akan terkumpul di udara dan akan melakukan perjalanan ribuan kilometer di atsmosfer, disaat mereka bercampur dengan uap air akan membentuk zat asam sulphuric dan nitric. Disaat terjadinya curah hujan, kabut yang membawa partikel ini terjadilah hujam asam. Hujan asam juga dapat terbentuk melalui proses kimia dimana gas sulphur dioxide atau sulphur dan nitrogen mengendap pada logam serta mongering bersama debu atau partikel lainnya (Anonim. 2005).

2.2 Dampak Hujan Asam

Terjadinya hujan asam harus diwaspadai karena dampak yang ditimbulkan bersifat global dan dapat menggangu keseimbangan ekosistem. Hujan asam memiliki dampak tidak hanya pada lingkungan biotik, namun juga pada lingkungan abiotik, antara lain :

Danau
Kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan. Jenis Plankton dan invertebrate merupakan mahkluk yang paling pertama mati akibat pengaruh pengasaman. Apa yang terjadi jika didanau memiliki pH dibawah 5, lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang (Anonim, 2002). Ini disebabkan oleh pengaruh rantai makanan, yang secara signifikan berdampak pada keberlangsungan suatu ekosistem. Tidak semua danau yang terkena hujan asam akan menjadi pengasaman, dimana telah ditemukan jenis batuan dan tanah yang dapat membantu menetralkan keasaman.

Tumbuhan dan Hewan
Hujan asam yang larut bersama nutrisi didalam tanah akan menyapu kandungan tersebut sebelum pohon-pohon dapat menggunakannya untuk tumbuh. Serta akan melepaskan zat kimia beracun seperti aluminium, yang akan bercampur didalam nutrisi. Sehingga apabila nutrisi ini dimakan oleh tumbuhan akan menghambat pertumbuhan dan mempercepat daun berguguran, selebihnya pohon-pohon akan terserang penyakit, kekeringan dan mati. Seperti halnya danau, Hutan juga mempunyai kemampuan untuk menetralisir hujan asam dengan jenis batuan dan tanah yang dapat mengurangi tingkat keasaman.
Pencemaran udara telah menghambat fotosintesis dan immobilisasi hasil fotosintesis dengan pembentukan metabolit sekunder yang potensial beracun. Sebagai akibatnya akar kekurangan energi, karena hasil fotosintesis tertahan di tajuk. Sebaliknya tahuk mengakumulasikan zat yang potensial beracun tersebut. Dengan demikian pertumbuhan akar dan mikoriza terhambat sedangkan daunpun menjadi rontok. Pohon menjadi lemah dan mudah terserang penyakit dan hama.
Penurunan pH tanah akibat deposisi asam juga menyebabkan terlepasnya aluminium dari tanah dan menimbulkan keracunan. Akar yang halus akan mengalami nekrosis sehingga penyerapan hara dan iar terhambat. Hal ini menyebabkan pohon kekurangan air dan hara serta akhirnya mati. Hanya tumbuhan tertentu yang dapat bertahan hidup pada daerah tersebut, hal ini akan berakibat pada hilangnya beberapa spesies. Ini juga berarti bahwa keragaman hayati tamanan juga semakin menurun.

Kadar SO2 yang tinggi di hutan menyebabkan noda putih atau coklat pada permukaan daun, jika hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kematian tumbuhan tersebut. Menurut Soemarmoto (1992), dari analisis daun yang terkena deposisi asam menunjukkan kadar magnesium yang rendah. Sedangkan magnesium merupakan salah satu nutrisi assensial bagi tanaman. Kekurangan magnesium disebabkan oleh pencucian magnesium dari tanah karena pH yang rendah dan kerusakan daun meyebabkan pencucian magnesium di daun.

Sebagaimana tumbuhan, hewan juga memiliki ambang toleransi terhadap hujan asam. Spesies hewan tanah yang mikroskopis akan langsung mati saat pH tanah meningkat karena sifat hewan mikroskopis adalah sangat spesifik dan rentan terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim. Spesies hewan yang lain juga akan terancam karena jumlah produsen (tumbuhan) semakin sedikit. Berbagai penyakit juga akan terjadi pada hewan karena kulitnya terkena air dengan keasaman tinggi. Hal ini jelas akan menyebabkan kepunahan spesies.

Kesehatan Manusia
Dampak deposisi asam terhadap kesehatan telah banyak diteliti, namun belum ada yang nyata berhubungan langsung dengan pencemaran udara khususnya oleh senyawa Nox dan SO2. Kesulitan yang dihadapi dkarenakan banyaknya faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang, termasuk faktor kepekaan seseorang terhadap pencemaran yang terjadi. Misalnya balita, orang berusia lanjut, orang dengan status gizi buruk relatif lebih rentan terhadap pencemaran udara dibandingkan dengan orang yang sehat.

Berdasarkan hasil penelitian, sulphur dioxide yang dihasilkan oleh hujan asam juga dapat bereaksi secara kimia didalam udara, dengan terbentuknya partikel halus suphate, yang mana partikel halus ini akan mengikat dalam paru-paru yang akan menyebabkan penyakit pernapasan. Selain itu juga dapat mempertinggi resiko terkena kanker kulit karena senyawa sulfat dan nitrat mengalami kontak langsung dengan kulit.

Korosi
Hujan asam juga dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material seperti batu kapur, pasirbesi, marmer, batu pada diding beton serta logam. Ancaman serius juga dapat terjadi pada bagunan tua serta monument termasuk candi dan patung. Hujan asam dapat merusak batuan sebab akan melarutkan kalsium karbonat, meninggalkan kristal pada batuan yang telah menguap. Seperti halnya sifat kristal semakin banyak akan merusak batuan.

2.3 Upaya Pengendalian Deposisi Asam

Usaha untuk mengendalikan deposisi asam ialah menggunakan bahan bakar yang mengandung sedikit zat pencemae, menghindari terbentuknya zat pencemar saar terjadinya pembakaran, menangkap zat pencemar dari gas buangan dan penghematan energi.

a. Bahan Bakar Dengan kandungan Belerang Rendah
Kandungan belerang dalam bahan bakar bervariasi. Masalahnya ialah sampai saat ini Indonesia sangat tergantung dengan minyak bumi dan batubara, sedangkan minyak bumi merupakan sumber bahan bakar dengan kandungan belerang yang tinggi.
Penggunaan gas asalm akan mengurangi emisi zat pembentuk asam, akan tetapi kebocoran gas ini dapat menambah emisi metan. Usaha lain yaitu dengan menggunakan bahan bakar non-belerang misalnya metanol, etanol dan hidrogen. Akan tetapi penggantian jenis bahan bakar ini haruslah dilakukan dengan hati-hati, jika tidak akan menimbulkan masalah yang lain. Misalnya pembakaran metanol menghasilkan dua sampai lima kali formaldehide daripada pembakaran bensin. Zat ini mempunyai sifat karsinogenik (pemicu kanker).

b. Mengurangi kandungan Belerang sebelum Pembakaran
Kadar belarang dalam bahan bakar dapat dikurangi dengan menggunakan teknologi tertentu. Dalam proses produksi, misalnya batubara, batubara diasanya dicuci untukk membersihkan batubara dari pasir, tanah dan kotoran lain, serta mengurangi kadar belerang yang berupa pirit (belerang dalam bentuk besi sulfida( sampai 50-90% (Soemarwoto, 1992).

c. pengendalian Pencemaran Selama Pembakaran
Beberapa teknologi untuk mengurangi emisi SO2 dan Nox pada waktu pembakaran telah dikembangkan. Slah satu teknologi ialah lime injection in multiple burners (LIMB). Dengan teknologi ini, emisi SO2 dapat dikurangi sampai 80% dan NOx 50%.

Caranya dengan menginjeksikan kapur dalam dapur pembakaran dan suhu pembakaran diturunkan dengan alat pembakar khusus. Kapur akan bereaksi dengan belerang dan membentuk gipsum (kalsium sulfat dihidrat). Penuruna suhu mengakibatkan penurunan pembentukan Nox baik dari nitrogen yang ada dalam bahan bakar maupun dari nitrogen udara.

Pemisahan polutan dapat dilakukan menggunakan penyerap batu kapur atau Ca(OH)2. Gas buang dari cerobong dimasukkan ke dalam fasilitas FGD. Ke dalam alat ini kemudian disemprotkan udara sehingga SO2 dalam gas buang teroksidasi oleh oksigen menjadi SO3. Gas buang selanjutnya “didinginkan” dengan air, sehingga SO3 bereaksi dengan air (H2O) membentuk asam sulfat (H2SO4). Asam sulfat selanjutnya direaksikan dengan Ca(OH)2 sehingga diperoleh hasil pemisahan berupa gipsum (gypsum). Gas buang yang keluar dari sistem FGD sudah terbebas dari oksida sulfur. Hasil samping proses FGD disebut gipsum sintetis karena memiliki senyawa kimia yang sama dengan gipsum alam.

d. Pengendalian Setelah Pembakaran
Zat pencemar juga dapat dikurangi dengan gas ilmiah hasil pembakaran. Teknologi yang sudah banyak dipakai ialah fle gas desulfurization (FGD) (Akhadi, 2000. Prinsip teknologi ini ialah untuk mengikat SO2 di dalam gas limbah di cerobong asap dengan absorben, yang disebut scubbing (Sudrajad, 2006). Dengan cara ini 70-95% SO2 yang terbentuk dapat diikat. Kerugian dari cara ini ialah terbentuknya limbah. Akan tetapi limbah itu dapat pula diubah menjadi gipsum yang dapat digunakan dalam berbagai industri. Cara lain ialah dengan menggunakan amonia sebagai zat pengikatnya sehingga limbah yang dihasilkan dapat dipergunakan sebagi pupuk.
Selain dapat mengurangi sumber polutan penyebab hujan asam, gipsum yang dihasilkan melalui proses FGD ternyata juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misal untuk bahan bangunan. Sebagai bahan bangunan, gipsum tampil dalam bentuk papan gipsum (gypsum boards) yang umumnya dipakai sebagai plafon atau langit-langit rumah (ceiling boards), dinding penyekat atau pemisah ruangan (partition boards) dan pelapis dinding (wall boards).

Amerika Serikat merupakan negara perintis dalam memproduksi gipsum sintetis ini. Pabrik wallboard dari gipsum sintetis yang pertama di AS didirikan oleh Standard Gypsum LLC mulai November tahun 1997 lalu. Lokasi pabriknya berdekatan dengan stasiun pembangkit listrik Tennessee Valley Authority (TVA) di Cumberland yang berkapasitas 2600 megawatt.

Produksi gipsum sintetis merupakan suatu terobosan yang mampu mengubah bahan buangan yang mencemari lingkungan menjadi suatu produk baru yang bernilai ekonomi. Sebagai bahan wallboard, gipsum sintetis yang diproduksi secara benar ternyata memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan gipsum yang diperoleh dari penambangan. Gipsum hasil proses FGD ini memiliki ukuran butiran yang seragam. Mengingat dampak positifnya cukup besar, tidak mustahil suatu saat nanti, setiap PLTU batu bara akan dilengkapi dengan pabrik gipsum sintetis.

d. Mengaplikasikan prinsip 3R (Reuse, Recycle, Reduce)
Hendaknya prinsip ini dijadikan landasan saat memproduksi suatu barang, dimana produk itu harus dapat digunakan kembali atau dapat didaur ulang sehingga jumlah sampah atau limbah yang dihasilkan dapat dikurangi. Teknologi yang digunakan juga harus diperhatikan, teknologi yang berpotensi mengeluarkan emisi hendaknya diganti dengan teknologi yang lebih baik dan bersifat ramah lingkungan. Hal ini juga berkaitan dengan perubahan gaya hidup, kita sering kali berlomba membeli kendaraan pribadi, padahal transportasilah yang merupakan penyebab tertinggi pencemaran udara. Oleh karena itu kita harus memenuhi kadar baku mutu emisi, baik di industri maupun transportasi.

Jan 28, 2008 at 07:00 AM

rain_storm Pernah dengar hujan asam/acid rain ?, apakah itu? Bukankah hujan itu adalah air yang turun? Atau kali ini bercampur asam, dan rasanya juga asam,kecut? Mengapa itu bisa terjadi? Apakah hujan asam itu berbahaya bagi kehidupan di bumi?

Secara alamiah, hujan asam ”ringan” terjadi karena air hujan berreaksi dengan Karbonmonoksida (CO) yang berada di angkasa, dan memebentuk asam lemah. Hujan asam jenis ini bermanfaat bagi bumi karena dapat membantu melarutkan mineral-mineral di permukaan bumi, yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.

acid-rain-1a Istilah hujan asam yang ”berat” erat kaitannya dengan polusi udara. Kita ketahui bersama bahwa pada polusi udara, beberapa kegiatan industri, kendaraan bermotor, hingga letusan gunung berapi, terdapat berbagai senyawa kimia yang dilepaskan ke udara dan ”mengotori” udara salah satunya adalah Sulfur atau Belerang. Polutan itu terbawa angin jauh jaraknya ke segenap penjuru bumi.

Nah, dilain pihak, butir2 uap air yang ada di angkasa juga ber-reaksi dengan polutan-polutan tersebut, dan kemudian turun sebagai hujan yang sudah bercampur dengan senyawa baru ”asam” tadi. Itulah yang disebut dengan hujan asam

800px-Acid_rain_woods1 Hujan asam tentu akan mempengaruhi kehidupan di bumi, beberapa di antarnya rusaknya tanaman, tumbuhan karena mendapat curahan ”benda asing” tadi. Beberapa kasus kerusakan hutan di Amerika serikat, disebebkan oleh pembangkit listrik batu bara yang beroperasi di negara tersebut, yang ikut menyebabkan hujan asam.

Hujan asam adalah akibat ikutan dari polusi udara. Mari kita sama-sama menjaga kelestarian alam, mengendalikan pencemaran udara.***

(dari berbagai sumber)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Manfaat Dau Singkong

Posted by YogaKinong Wednesday, February 24, 2010

Tadi di kantin kantor pada waktu makan siang, saya tertarik dengan menu yang ada di kantin…setelah saya tanya ke penjaga kanti “Bu ni daun apa yang dimasak??” ibunya pun menjawab “Daun singkong mas..” saya penasaran dan lalu menyantapnya…wah ternyata mak NYUSSSS…(mank dah laper bgt..hehehe). Setelah sampe rumah saya masih penasaran dengan daun singkong tadi?kira-kira apa ya manfaat dari daun singkong itu???? Akhirnya saya pun cari-cari artikel tentang manfaat daun singkong…dan ternyata daun singkong adalah daun yang istimewa,selain enak dibuat sayur ternyata juga terdapat banyak manfaat di dalamnya…
Penyakit encok bila sudah menyerang tubuh manusia, rasanya bukan main sakitnya. Bahkan kadang-kadang bagian yang sakit tersebut tidak bisa digerakkan. Dan menurut kebanyakan orang, penyakit encok ini dapat berpindah-pindah tempatnya. Banyak orang yang berusaha menghilangkan rasa sakit yang ditimbulkan oleh penyakit encok ini dengan jalan memijatnya. Padahal sebenarnya cara ini justru akan membahayakan penderitanya. Adapun cara yang aman dan mudah untuk menghilangkan pe-nyakit ini adalah dengan menggunakan resep yang terdiri dari: . a. 5 lembar daun singkong, dan b. Sedikit kapur sirih. Caranya : 1. Daun singkong dan kapur sirih dijadikan satu, lalu diremas-remas sampai hancur. 2. Bila sudah hancur, borehkan secara merata pada bagian badan yang terkena encok. 3. Lakukan pekerjaan seperti di atas setiap hari 3 kali. Niscaya dalam waktu dekat penyakit encok atau reumatik akan dapat disembuhkan.
Siapa tak kenal singkong? Tanaman ‘rakyat’ ini bisa dikatakan sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Bukan hanya umbinya yang memiliki rasa yang khas, namun daun singkong pun bisa disulap menjadi sayuran yang sangat nikmat.

Sebagai penganan, umbi singkong diminati hampir di semua wilayah di Tanah Air. Umbi singkong juga dikenal sebagai makanan pokok di daerah tertentu. Di beberapa daerah, singkong (Manihot utilissima) dikenal dengan berbagai nama, seperti ubi kayee (Aceh), kasapen (Sunda), tela pohong (Jawa), tela belada (Madura), lame kayu (Makassar), pangala (Papua), dan lain-lain.

Tanaman singkong sangat mudah tumbuh. Tumbuhan yang berasal dari Amerika Tropis ini banyak ditanam di pekarangan, tanggul, ataupun sawah. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan stek dari batang singkong tua.

Menurut pakar tanaman obat, Prof Hembing Wijayakusuma, efek farmakologis dari singkong adalah sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah napsu makan. Bagian yang umum dipakai pada tanaman ini adalah daun dan umbi.

Umbi singkong memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, fosfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batang, mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat.

Selain sebagai makanan, tanaman singkong memiliki berbagai khasiat sebagai obat. Di antaranya obat rematik, sakit kepala, demam, luka, diare, cacingan, disentri, rabun senja, beri-beri, dan bisa meningkatkan stamina.

Mengatasi rematik bisa dilakukan dengan pemakaian dalam dan pemakaian luar.

Pada pemakaian luar, sebanyak lima lembar daun singkong, 15 gram jahe merah, dan kapur sirih secukupnya, dihaluskan dan ditambahkan air secukupnya. Setelah diaduk, ramuan dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.
Pada pemakaian dalam, 100 gram batang singkong, satu batang sereh, dan 15 gram jahe direbus dengan 1.000 cc air hingga tersisa 400 cc. Lalu, disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.

Mengatasi sakit kepala, daun singkong ditumbuk lalu digunakan untuk kompres.

Sebagai obat demam, 60 gram batang pohon singkong, 30 gram jali yang telah direndam hingga lembut direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Ramuan disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.

Mengatasi luka bernanah, batang singkong segar ditumbuk lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit.

Untuk luka garukan, singkong diparut lalu ditempelkan pada bagian yang sakit dan
diperban.

Obat luka karena terkena benda panas, singkong diparut lalu diperas. Airnya didiamkan beberapa saat hingga patinya mengendap, lalu patinya dioleskan pada bagian yang luka.

Mengatasi diare, tujuh lembar daun singkong direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Lalu disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.

Obat cacingan, 60 gram kulit batang singkong dan 30 gram daun ketepeng cina direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Lalu disaring dan diminum airnya menjelang tidur.

Mengatasi beri-beri, 200 gram daun singkong dimakan sebagai lalap.

Untuk meningkatkan stamina, 100 gram singkong, 25 gram kencur, dan lima butir angco yang telah dibuang bijinya, diblender dengan menambahkan air secukupnya. Lalu tambahkan madu dan diminum.

Posted in Uncategorized | Leave a comment